<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655</id><updated>2012-02-16T11:17:49.069-08:00</updated><category term='Pengajian'/><category term='posted by: Udin Syamsudin'/><title type='text'>klinikhati Online</title><subtitle type='html'>Klinik Hati</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>197</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-3486090756975560448</id><published>2009-04-17T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T19:46:33.587-07:00</updated><title type='text'>Buku Imunisasi dampak, Konspirasi dan Solusi Sehat ala Rasulullah SAW. siapa mau?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/Sek-z6fgDKI/AAAAAAAAA6A/-O5mT3Gf0PU/s1600-h/asss.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325857095937952930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 100px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/Sek-z6fgDKI/AAAAAAAAA6A/-O5mT3Gf0PU/s320/asss.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Assalamu'alaikum Wr Wb,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sahabat Pembaca Setia Klinik Hati&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ibu Hj. Ummu Salamah telah menerbitkan satu buku dengan judul, Imunisasi Dampak Konspirasi dan Solusi Sehat ala Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Buku ini disusun dalam rangka membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi mengenai dampak imunisasi serta konspirasi apa saja yang terjadi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Buku ini sangat penting bagi anda, terutama bagi yang mau menikah, bagi yang mau punya anak, bagi yang mau berangkat haji, dan semua orang wajib mengetahui apa saja pengaruh imunisasi bagi tubuh manusia, yang jelas banyak ruginya daripada untungnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mari kita mulai dari diri kita, keluarga kita, orang-orang yang kita cintai disekeliling kita agar anak kita tidak mudah untuk di imunisasi begitu saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;sumber :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ibu Hj. Ummu Salamah, SH., Hajjam&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://us.rd.yahoo.com/DailyNewsmanual51"&gt;http://us.rd.yahoo.com/DailyNewsmanual51&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/Cap"&gt;http://www.geocities.com/Cap&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.pcc.com/lists/pedtalk.archive/9909/0091.html;morbidity"&gt;www.pcc.com/lists/pedtalk.archive/9909/0091.html;morbidity&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.shirleys-wellness-cafe.com/vaccines.htm.ethnic_cleansing"&gt;www.shirleys-wellness-cafe.com/vaccines.htm.ethnic_cleansing&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-3486090756975560448?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/3486090756975560448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=3486090756975560448' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3486090756975560448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3486090756975560448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/buku-imunisasi-dampak-konspirasi-dan.html' title='Buku Imunisasi dampak, Konspirasi dan Solusi Sehat ala Rasulullah SAW. siapa mau?'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/Sek-z6fgDKI/AAAAAAAAA6A/-O5mT3Gf0PU/s72-c/asss.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-3371801615155071148</id><published>2009-04-12T15:45:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T15:50:38.184-07:00</updated><title type='text'>Belajar Kepada Anak</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Belajar Kepada Anak&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeJwG8raEQI/AAAAAAAAA54/JzRoxKVyaqQ/s1600-h/nnn.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323940974175064322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 92px; CURSOR: hand; HEIGHT: 135px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeJwG8raEQI/AAAAAAAAA54/JzRoxKVyaqQ/s320/nnn.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin Anda teringat, apa cita-cita Anda waktu masih kecil? Pada kebanyakan anak kecil termasuk saya, mempunyai cita- cita selalui diawali dengan "menjadi". Sebagai contoh cita- cita saya waktu masih kecil ialah "Saya ingin jadi INSINYUR". Coba ingat-ingat (kalau sudah lupa) cita-cita sewaktu masih kecil, ingin menjadi apa? Coba sekarang kita gali, apa yang menjadi alasan anak kecil mempunyai cita-cita. Jika saya dulu terinspirasi oleh boss ayah saya waktu itu yang seorang insinyur. Seorang insinyur yang mempunyai perusahaan sendiri dan tentu saja kaya. Ayah saya sering cerita tentang boss beliau kepada saya dan sodara saya. Disanalah saya mulai tertarik untuk menjadi insinyur. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kebanyakan yang saya lihat alasan anak-anak memilih cita- cita karena sebuah "visi" pada diri mereka bahwa jika menjadi seseorang maka hidupnya akan enak, banyak uang, terkenal, dan dikagumi. Bahkan secara mengejutkan ada yang bercita-cita karena sudah mempunyai misi untuk membantu sesama. Contohnya ingin menjadi dokter karena ingin menolong orang yang sakit, ingin menjadi pemadam kebarakan supaya bisa menolong orang lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Banyak cita-cita yang sangat mulia yang keluar dari mulut dari seorang anak kecil. Suatu hal yang baik yang dilakukan oleh anak kecil mereka berani menyatakan visi dan misi mereka kepada orang lain. Keberanian ini sering hilang saat kita sudah dewasa. Banyak orang yang tidak lagi mempunyai keberanian untuk mengungkap visi dan misi setelah dewasa. Berbagai alasan muncul setelah dewasa. Salah satu alasan terbanyak menurut obsevasi saya ialah takut kecewa, apa bila visi dan misinya tidak tercapai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu paradigma yang salah, jika kita kecewa terhadap suatu kegagalan. Banyak pahlawan yang sebenarnya gagal dalam berjuang, tetapi mereka tetap dikenang, bukan karena hasil perjuangannya, tetapi karena usahanya dalam memperjuangkan bangsa ini. Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk mencapainya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Belajarlah kepada anak kecil untuk tetap ceria dan semangat berkat cita-citanya. Kita sebagai orang dewasa tentu akan berbeda cara pandang terhadap kenyataan karena wawasan dan pengalaman kita yang berbeda. Salah satunya paradigma anak kecil yang perlu kita perbaiki ialah, tidak selamanya sukses itu jika berhasil "menjadi apa", sukses bisa berarti mendapatkan apa" atau sukses adalah "sudah memberikan apa". Kita juga bisa meneruskan cita-cita kita semasa kecil. Jika Anda ingin menjadi dokter karena ingin menolong orang, mungkin saat ini Anda bukan seorang dokter, tetapi misi dibalik cita-cita itu masih bisa diteruskan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menolong orang bukan hanya monopoli dokter, apapun peran dan tanggung jawab Anda saat ini, masih mempunyai peluang besar untuk menolong orang. Selama Allah belum memanggil kita. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-3371801615155071148?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/3371801615155071148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=3371801615155071148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3371801615155071148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3371801615155071148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/belajar-kepada-anak.html' title='Belajar Kepada Anak'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeJwG8raEQI/AAAAAAAAA54/JzRoxKVyaqQ/s72-c/nnn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8001111307430215852</id><published>2009-04-12T15:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T15:39:17.164-07:00</updated><title type='text'>Kita Membutuhkan Orang Lain</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeJteULmaaI/AAAAAAAAA5w/MmiDa7otnlM/s1600-h/sss.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323938077086214562" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 94px; CURSOR: hand; HEIGHT: 146px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeJteULmaaI/AAAAAAAAA5w/MmiDa7otnlM/s320/sss.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Kita Membutuhkan Orang Lain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kita bisa menjadi manusia unggul. Namun kita akan unggul hanya dalam satu atau beberapa aspek saja, tidak mungkin kita unggul disegala bidang. Semakin tinggi gelar akademik, ilmu yang dimilikinya akan semakin dalam, lebih terspesialisasi, bukan semakin luas. Dia mungkin memiliki wawasan yang luas, tetapi yang diketahui secara mendalam hanya pada satu atau beberapa bidang saja. Kedalaman ilmu kita akan terpusat pada keunikan kita, atau ekspresi kejeniusan unik kita, tidak akan pada semua aspek atau bidang ilmu. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, sudah merupakan hal yang wajar bagi kita memerlukan bantuan orang lain. Tidak mungkin kita akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Kita tidak mungkin memenuhi kebutuhan kita mulai dari fisiologis sampai psikologis oleh usaha kita sendiri. Untuk meraih keunggulan lebih tinggi kita memerlukan bantuan orang lain. Dalam dunia bisnis kita sering mendengar apa yang disebut dengan networking. Untuk saat ini networking begitu penting untuk keberhasilan kita, apapun profesi kita baik seorang karyawan, pengusaha, maupun seorang profesional, networking sangat diperlukan. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mungkin ini salah satu hikmah dari hadits Rasulullah SAW bahwa dengan silaturahmi akan memperluas rezeki. Anas ra. berkata, Sesungguhnya Rasulullah SAW. bersabda, "Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahmi." (HR Bukhari dan Muslim) &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Selain itu, kekuatan kita sebagai umat Islam akan lebih bertambah jika kita terus menjalin ukhuwah dengan cara meningkatkan silaturahmi kita terus menerus. Hanya dengan persatuanlah kita akan kuat. Shalahudin Al Ayubi pernah mengatakan bahwa orang-orang yang membela kemungkaran bisa saja bersatu, kenapa kita umat Islam tidak mau bersatu? Padahal silaturahmi begitu ditekan dengan kuat dalam ajaran agama kita. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8001111307430215852?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8001111307430215852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8001111307430215852' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8001111307430215852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8001111307430215852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/kita-membutuhkan-orang-lain.html' title='Kita Membutuhkan Orang Lain'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeJteULmaaI/AAAAAAAAA5w/MmiDa7otnlM/s72-c/sss.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-4053975712336148685</id><published>2009-04-11T21:21:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T22:11:31.313-07:00</updated><title type='text'>Jejak Foto di Kawasan  Curug Sangereng</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeF3qSeRU9I/AAAAAAAAA5g/y2afOqFOs5c/s1600-h/ff.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323667802925650898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 117px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeF3qSeRU9I/AAAAAAAAA5g/y2afOqFOs5c/s320/ff.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Jejak Foto di Kawasan Curug Sangereng&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini Foto-foto di sekitar Kawasan Kelurahan Curug Sangereng, sudah banyak perubahan semenjak kehadiran PT. Sumarecon Agung dan PT. Paramount Serpong di Gading Serpong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFu9hkfSoI/AAAAAAAAA44/hrCkSL1jHe0/s1600-h/qqq.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323658237791128194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 128px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFu9hkfSoI/AAAAAAAAA44/hrCkSL1jHe0/s320/qqq.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;ini foto makam yang masih dipertahankan warga kampung Cicayur Bubulak disekitar SDN Cihuni II. Kelapa Dua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFwPi4zolI/AAAAAAAAA5A/V3BOp4a3OHg/s1600-h/zzx.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323659646894056018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 128px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFwPi4zolI/AAAAAAAAA5A/V3BOp4a3OHg/s320/zzx.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;ini Jalan Desa Curug Sangereng, yang sedikit lagi tinggal kenangan karena mau di pindah oleh PT Sumarecon dan PT Paramount Serpong.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFxi9IySjI/AAAAAAAAA5I/rENXyx3nOXA/s1600-h/nn.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323661079869540914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 128px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFxi9IySjI/AAAAAAAAA5I/rENXyx3nOXA/s320/nn.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kawasan Pengembangan Gading Serpong.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sedang dibangun Universitas Multimedia Nusantara disamping SDN Cihuni II Kelapa Dua.sekarang tinggal kenangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFy2Aink-I/AAAAAAAAA5Q/HSr14G2461w/s1600-h/xxxxx.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323662506712339426" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 128px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFy2Aink-I/AAAAAAAAA5Q/HSr14G2461w/s320/xxxxx.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini Foto Sekolah saya ketika masih kecil disana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;SDN Cihuni II, Kampung Cicayur Bubulak. Desa Curug Sangereng. Kec. Kelapa Dua. Tangerang&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFzgsJeYMI/AAAAAAAAA5Y/szG0J_6Wajs/s1600-h/cc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323663239972544706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 139px; CURSOR: hand; HEIGHT: 104px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFzgsJeYMI/AAAAAAAAA5Y/szG0J_6Wajs/s320/cc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suasana Ruang Kelas 4 SDN Cihuni II kondisi sekarang, ketika saya silaturahim bersama istri kesana. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya teringat kondisi 20 tahun sebelumnya ketika saya sekolah di SD ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jadi terharu ketika saya melihat mereka karena sedikit lagi sekolah mereka akan dipindah. dan sekarang disamping sekolah itu sedang dibangun UMN (Universitas Multimedia Nusantara).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ketika saya bertanya ke salah satu murid, "Siapa yang mau sekolah di UMN disamping sekolahan kita kalau sudah besar nanti?". Mereka menjawab :"Mana mungkin Kak Udin, disana kan biayanya mahal". Insya Allah bisa, buktinya Kak Udin dan Kak Nuraini bisa sekolah tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;kuncinya kemauan yang tinggi, insya Allah nanti Allah yang kasih jalan buat kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Siapa yang sudah pernah nonton film Laskar Pelangi". Tanya saya pada mereka, Semuanya bengong dan menggelengkan kepala karena mereka tidak pernah nonton film seperti laskar pelangi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mudahan-mudahan sekolah SDN Cihuni II ini dipindah ketempat yang lebih layak. Amiiiin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;wassalam,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bang Udin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-4053975712336148685?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/4053975712336148685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=4053975712336148685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4053975712336148685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4053975712336148685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/jejak-foto-di-kawasan-curug-sangereng.html' title='Jejak Foto di Kawasan  Curug Sangereng'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeF3qSeRU9I/AAAAAAAAA5g/y2afOqFOs5c/s72-c/ff.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5692173251970122595</id><published>2009-04-11T20:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T21:20:13.641-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Untuk Daerahku</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFqWAaJ8RI/AAAAAAAAA4w/bbTEWQ80TcY/s1600-h/xx.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323653160828006674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 124px; CURSOR: hand; HEIGHT: 93px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFqWAaJ8RI/AAAAAAAAA4w/bbTEWQ80TcY/s320/xx.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Pendidikan Untuk Daerahku&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Penulis : Udin Syamsudin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sudah lama saya tidak memperhatikan keadaan kampung nan jauh di sana, letaknya memang sangat strategis sebagai penghubung kota Jakarta, ya... kampung itu bernama curug sangereng. berbatasan antara Gading Serpong, Karawaci dan Legok. Saya tinggal bersama orang tua disana, dibesarkan, dididik dan mengenyam pendidikan disana sampai saya bisa sekolah ke Perguruan Tinggi di Jakarta adalah hasil kerja keras orang tua dan keluarga di kampung itu. Namun semenjak kehadiran Pengembang Property seperti PT. Sumarecon Agung dan PT. Paramount Serpong hadir dikawasan tersebut sungguh sangat mengenaskan terutama kemiskinan, ditambah dengan keadaan birokrasi kelurahan setempat yang kongkalingkong dengan Developer tersebut membuat banyak warga curug sangereng yang banyak dirampas haknya. Kadangkala saya selalu merenung kenapa keadilan di dunia ini susah sekali untuk ditegakkan, untuk diterapkan. Hak warga diambil, terutama tempat tinggal mereka di ganti rugi tidak sebanding dengan harga yang layak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kenapa para konglomerat bahkan birokrasi kecil sekalipun seperti kelurahan memakan hak-hak orang miskin. Padahal itu semua titipan dari Allah swt dan saya yakin seyakin-yakinnya warga setempat akan mendapatkan bahagiaannya di akhirat kelak. amiiin...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semenjak saya menikah dan pindah ke daerah Ciledug Tangerang, banyak sekali perubahan yang terjadi di Curug Sangereng. Memang saya sempat mengikuti dan memilih PilKades tahun kemarin yang dimenangkan oleh Ir. Nana Edi Sudardi, namun itu semuanya tidak banyak merubah keadaan warga setempat, kemiskinan dan pendidikan sangat rendah sekali padahal Gading Serpong termasuk kawasan elit di sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari pemikiran dan perenungan itulah akhirnya saya mempunyai gagasan untuk membuat suatu lembaga pendidikan terutama pendidikan untuk yatim fiatu dan fakir miskin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mengetuk hati pembaca sekalian lewat pendekatan Klinik Hati, apakah selama ini hati kita tidak pernah diraba dan dirasakan bahwa disekitar kita banyak kemiskinan sehingga untuk sekolah saja sudah tidak mungkin bagi anak-anak didaerah-daerah ini. Kita mayoritas umat islam dan selalu menerapkan syariat puasa tujuannya berlapar-lapar agar kita punya hati yang sensitif untuk merasakan masyarakat yang miskin. Kita berpuasa hanya untuk gengsi-gengsian, hanya syariatnya saja yang kita praktekkan tetapi nilai-nilai dari puasa tidak pernah kita wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ingin memang rasanya saya menulis surat kepada Presiden SBY mengenai ini, tetapi layak tidak orang seperti saya menulis kepada Presiden. Karena Presiden begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan terutama program-program beliau yang harus dilanjutkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya sangat mendukung langkah SBY membentuk KPK, beliau ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, tetapi sekali lagi. bangsa ini sudah begitu rusaknya terutama mental birokrasinya. Mungkin sudah tepat langkah beliau tetapi siapa yang mengawasi kinerja birokrasi kelurahan kecil seperti Curug Sangereng yang dari dulu tidak pernah maju. Ironisnya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin didaerahku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dulu memang pernah ada warga yang mau menghibahkan tanahnya untuk dipakai sebagai Lembaga Pendidikan tetapi apa boleh buat tanah wakaf sekalipun di gusur oleh Pengembang seperti PT. Sumarecon Agung dan PT. Paramount Serpong, dan mereka menggantinya dengan UMN (Universitas Multimedia Nusantara) di kawasan Gading serpong, untuk warga sekitar seperti kami, mana mungkin bisa sekolah dan duduk di bangku Kuliah Universitas Multimedia Nusantara. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Memang banyak dikawasan serpong pendidikan yang dari Jakarta hijrah kesini seperti Universitas Bina Nusantara, rencananya akan hadir Universitas Multimedia Nusantara dan Universitas Tarumanegara, tetapi apakah semua itu akan menjamin bahwa pendidikan akan menjadi setiap hak warga negara, saya yakin jawabannya tidak. Karena sekali lagi pendidikan seperti itu akan hanya dinikmati oleh mereka-mereka yang mampu secara finansial.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;bagi warga seperti Dede Hermansyah, Imam Santoso dan anak-anak yatim yang lainnya akan mengalami putus sekolah bahkan mereka tidak sekolah sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dimana hati nurani kita?...kita begitu sibuk dengan gaya bermewah-mewahan, bukan berarti tidak boleh kaya tetapi apakah kita rela melihat anak bangsa yang nantinya sebagai generasi penerus ini tidak tahu apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Apakah anda tidak percaya dengan tulisan ini bahwa kemiskinan sangat tinggi disekitar daerahku, saya hanya bisa mengetuk dengan hati nurani (saya bukan pengikut Partai Hanura Lo... kalau itu punya Pak Wiranto). seyogyanya kita mau merasakan penderitaan saudara kita, saya yakin anda dan saya setuju "stop komersialisasi pendidikan" jangan jadikan Lembaga pendidikan sebagai Industri Jasa yang hanya mengejar Keuntungan Materi saja, karena Pendidikan dipakai untuk merubah akhlak bangsa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimana mental masyarakat kita baik terhadap cara pandang ia pada pendidikan kalau ia mau masuk sekolah aja harus membayar mahal, pasti setelah lulusnya yang akan dipikirkan bagaimana ia harus mengembalikan modal biaya selama pendidikan, ujung-ujungnya pasti ia akan mengejar materi dan akhirnya segala cara akan ia pakai (ini sebenarnya awal dari mental birokrasi kita sekarang). Masuk PNS harus bayar, istilah sekarang tidak ada yang gratis, semuanya serba bayar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wassalam,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bang Udin&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5692173251970122595?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5692173251970122595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5692173251970122595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5692173251970122595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5692173251970122595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/pendidikan-untuk-daerahku.html' title='Pendidikan Untuk Daerahku'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFqWAaJ8RI/AAAAAAAAA4w/bbTEWQ80TcY/s72-c/xx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-78225902166116211</id><published>2009-04-11T20:13:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T20:20:55.625-07:00</updated><title type='text'>Kasus Lurah Curug Sangereng</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFd-M_V59I/AAAAAAAAA4o/S23L5Z9Cxp8/s1600-h/qr.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323639557748811730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 132px; CURSOR: hand; HEIGHT: 84px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFd-M_V59I/AAAAAAAAA4o/S23L5Z9Cxp8/s320/qr.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;Kasus Lurah Curug Sangereng&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Hanafi.N. Bauty&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span &gt;TANGERANG- Lurah Curug Sangereng, Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang,Lily Firmansyah dituding ikut ‘’bermain’’ dalam kasus tanah Sumarecon di Gading Serpong, Tanerang. Pada saat PT. Sumarecon Agung usaha milik konglomerat Soetjipto Nagaria melakukan pembebasan tanah di wilayah yang dipimpinnya di Desa Curug Sangereng yang akan dijadikan kawasan Perumahan dan Centra Bisnis, Lily bukannya membela dan memperjuangkan kepentingan warganya pada saat proses pembayaran ganti rugi tanah agar sesuai dan wajar, namun malah sebaliknya mengambil keuntungan dengan cara licik yaitu diduga telah memanipulasi data dan melakukan mark-up harga. Dan akibatnya banyak warga yang harus kehilangan tanahnya atau harga tanah dibayar sangat murah oleh pengembang. Menurut salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, pada saat awal-awal dimulainya pembebasan masyarakat tidak mampu berbuat apa -apa, hanya pasrah karena pihak Gading Serpong dibantu Lurah dan aparat Desa, pada saat itu dikawal puluhan ‘’tentara bayaran’’ dengan senjata lengkap untuk mengamankan proses pembebasan tanah rakyat. Menurut informasi yang yang dihimpun, banyaknya kasus tanah di kawasan Gading Serpong yang saat ini mulai mencuat tak lepas dari peranan dan keterlibatan dari pihak Kepala Desa yang wilayahnya terkena proyek pembebasan seperti desa Kelapa Dua, Pakulonan Barat, dan Curug Sangereng. Modusnya adalah bekerjasama dengan oknum bagian pertanahan dan pembebasan Gading Serpong saat itu dengan cara me mark-up harga serta memanipulasi data-data tanah milik warga, sehingga mengakibatkan banyak tanah warga yang hilang. Seperti yang dialami seorang bernama H. Idrus, juga mengaku merupakan korban permainan kotor Kepala Desa Curug Sangereng, Lily Firmanyah beserta kroni-kroninya bekerjasama dengan oknum bagian pertanahan Gading Serpong. Nasibnya memprihatinkan. Walau sebagai pemilik yang sah atas tanah tersebut namun harus menerima kenyataan pahit, tanah seluas lebih kurang 8794 M2 atas namanya yang terletak di Desa Curug Sangereng telah jadi milik orang lain alias dikuasai pihak Gading Serpong. Padahal menurut Idrus, tanah Persil No.380 warisan orang tuanya yang dibeli sejak tahun 1926 tidak pernah dijual atau dikuasakan kepada orang lain untuk menjual kepada siapapun dan pihak lain.Maka ketika ada 2 orang bernama Hasan dan Jefri mengaku tanah itu milik mereka, Idrus langsung mengajukan pembatalan Pajak Bumi dan Bangunan kepada Kepala Kantor Pajak dan dikabulkan dengan nomor pembatalan NO. KEP 145/WPJ/.07 / KB.0704/1995 yang ditanda tangani H.Komar Koswara. Namun yang sangat menyedihkan adalah ketika Idrus ingin mengurus haknya atas tanah tersebut sang Lurah tidak mau membantu sedikitpun bahkan menolak tanpa alasan yang jelas. “Padahal kami hanya ingin minta tolong dibuatkan surat keterangan tidak sengketa saja , kok lurah tidak mau sih, ada apa, kami nggak ngerti, “ujar salah seorang kerabat Idrus yang dikuasakan mengurus surat tanah miliknya dengan perasaan heran dan penuh curiga. Akibat sikap Lily Firmansyah yang tidak mencerminkan seorang Lurah yang wajib melayani masyarakatnya. pihak Idrus pun semakin curiga dan yakin adanya kongkalingkong lurah yang telah menjabat tiga tahun itu dengan pihak Gading Serpong. “Kalau tidak ada salah kenapa harus takut membuat surat pernyataan tidak sengketa,“ tegas salah seorang keluarga Idrus. Menurutnya, apabila sang Lurah masih tetap ngotot dan tidak mau membantu dan bersikap masa bodoh maka pihak Idrus berencana dalam waktu dekat akan melaporkan tindakan Lurah tersebut ke pihak berwajib. Menanggapi sikap Lurah Lili Firmansyah yang dinilai arogan dan tidak mampu memberikan pelayanan kepada masyarakatnya beberapa kalangan LSM pun angkat bicara.“Kami sangat menyayangkan prilaku dari Lurah tersebut dan minta Bupati agar segera menindak serta memberikan sanksi berat kepada sang Lurah. Juga Lurah-Lurah lainnya apabila tidak mau membuatkan surat keterangan apapun jenisnya, bagi masyarakat yang membutuhkannya,“ ujar Yoes Tanjung, Sekjen LSM Fathahilah Tangerang. Sementara itu, Lurah Lily akan diminta tanggapannya seputar tuduhan yang ditujukan terhadap dirinya tidak berhasil ditemui, baik di kantor maupun di rumah. Dihubungi lewat telepon selularnya pun tidak tersambung alias mailbox.Penulis: Hanafi.N. BautyTANGERANG- Lurah Curug Sangereng, Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang,Lily Firmansyah dituding ikut ‘’bermain’’ dalam kasus tanah Sumarecon di Gading Serpong, Tanerang. Pada saat PT. Sumarecon Agung usaha milik konglomerat Soetjipto Nagaria melakukan pembebasan tanah di wilayah yang dipimpinnya di Desa Curug Sangereng yang akan dijadikan kawasan Perumahan dan Centra Bisnis, Lily bukannya membela dan memperjuangkan kepentingan warganya pada saat proses pembayaran ganti rugi tanah agar sesuai dan wajar, namun malah sebaliknya mengambil keuntungan dengan cara licik yaitu diduga telah memanipulasi data dan melakukan mark-up harga. Dan akibatnya banyak warga yang harus kehilangan tanahnya atau harga tanah dibayar sangat murah oleh pengembang. Menurut salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, pada saat awal-awal dimulainya pembebasan masyarakat tidak mampu berbuat apa -apa, hanya pasrah karena pihak Gading Serpong dibantu Lurah dan aparat Desa, pada saat itu dikawal puluhan ‘’tentara bayaran’’ dengan senjata lengkap untuk mengamankan proses pembebasan tanah rakyat. Menurut informasi yang yang dihimpun, banyaknya kasus tanah di kawasan Gading Serpong yang saat ini mulai mencuat tak lepas dari peranan dan keterlibatan dari pihak Kepala Desa yang wilayahnya terkena proyek pembebasan seperti desa Kelapa Dua, Pakulonan Barat, dan Curug Sangereng. Modusnya adalah bekerjasama dengan oknum bagian pertanahan dan pembebasan Gading Serpong saat itu dengan cara me mark-up harga serta memanipulasi data-data tanah milik warga, sehingga mengakibatkan banyak tanah warga yang hilang. Seperti yang dialami seorang bernama H. Idrus, juga mengaku merupakan korban permainan kotor Kepala Desa Curug Sangereng, Lily Firmanyah beserta kroni-kroninya bekerjasama dengan oknum bagian pertanahan Gading Serpong. Nasibnya memprihatinkan. Walau sebagai pemilik yang sah atas tanah tersebut namun harus menerima kenyataan pahit, tanah seluas lebih kurang 8794 M2 atas namanya yang terletak di Desa Curug Sangereng telah jadi milik orang lain alias dikuasai pihak Gading Serpong. Padahal menurut Idrus, tanah Persil No.380 warisan orang tuanya yang dibeli sejak tahun 1926 tidak pernah dijual atau dikuasakan kepada orang lain untuk menjual kepada siapapun dan pihak lain.Maka ketika ada 2 orang bernama Hasan dan Jefri mengaku tanah itu milik mereka, Idrus langsung mengajukan pembatalan Pajak Bumi dan Bangunan kepada Kepala Kantor Pajak dan dikabulkan dengan nomor pembatalan NO. KEP 145/WPJ/.07 / KB.0704/1995 yang ditanda tangani H.Komar Koswara. Namun yang sangat menyedihkan adalah ketika Idrus ingin mengurus haknya atas tanah tersebut sang Lurah tidak mau membantu sedikitpun bahkan menolak tanpa alasan yang jelas. “Padahal kami hanya ingin minta tolong dibuatkan surat keterangan tidak sengketa saja , kok lurah tidak mau sih, ada apa, kami nggak ngerti, “ujar salah seorang kerabat Idrus yang dikuasakan mengurus surat tanah miliknya dengan perasaan heran dan penuh curiga. Akibat sikap Lily Firmansyah yang tidak mencerminkan seorang Lurah yang wajib melayani masyarakatnya. pihak Idrus pun semakin curiga dan yakin adanya kongkalingkong lurah yang telah menjabat tiga tahun itu dengan pihak Gading Serpong. “Kalau tidak ada salah kenapa harus takut membuat surat pernyataan tidak sengketa,“ tegas salah seorang keluarga Idrus. Menurutnya, apabila sang Lurah masih tetap ngotot dan tidak mau membantu dan bersikap masa bodoh maka pihak Idrus berencana dalam waktu dekat akan melaporkan tindakan Lurah tersebut ke pihak berwajib. Menanggapi sikap Lurah Lili Firmansyah yang dinilai arogan dan tidak mampu memberikan pelayanan kepada masyarakatnya beberapa kalangan LSM pun angkat bicara.“Kami sangat menyayangkan prilaku dari Lurah tersebut dan minta Bupati agar segera menindak serta memberikan sanksi berat kepada sang Lurah. Juga Lurah-Lurah lainnya apabila tidak mau membuatkan surat keterangan apapun jenisnya, bagi masyarakat yang membutuhkannya,“ ujar Yoes Tanjung, Sekjen LSM Fathahilah Tangerang. Sementara itu, Lurah Lily akan diminta tanggapannya seputar tuduhan yang ditujukan terhadap dirinya tidak berhasil ditemui, baik di kantor maupun di rumah. Dihubungi lewat telepon selularnya pun tidak tersambung alias mailbox.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://my.opera.com/wartajakarta/blog/show.dml/324342"&gt;&lt;span &gt;http://my.opera.com/wartajakarta/blog/show.dml/324342&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span &gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-78225902166116211?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/78225902166116211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=78225902166116211' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/78225902166116211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/78225902166116211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/kasus-lurah-curug-sangereng.html' title='Kasus Lurah Curug Sangereng'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeFd-M_V59I/AAAAAAAAA4o/S23L5Z9Cxp8/s72-c/qr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-2012889739969193922</id><published>2009-04-03T20:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T20:06:35.992-07:00</updated><title type='text'>Nilai Segelas Air</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbOMSNZwVI/AAAAAAAAA3k/L71ht2vP2cs/s1600-h/zzzz.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbOMSNZwVI/AAAAAAAAA3k/L71ht2vP2cs/s320/zzzz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320666720226623826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nilai Segelas Air&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di Zaman Khalifa Harun Al-Rasyid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu berkuasa Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad, Irak. Ada seorang ulama faqih dan sholeh yang sangat terkenal pada masa itu, bernama &lt;strong&gt;Ali Syaqiq bin Al Azdi&lt;/strong&gt;. Ketika beliau sedang menunaikan ibadah haji dan singgah di Irak, Khalifah Harun Al-Rasyid memerintahkan pengawalnya untuk mengundang Syaqiq datang ke istananya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya Syaqiq di istana, Khalifah Harun Al-Rasyid yang memiliki sifat tawadhu, meminta nasihat kepada beliau. Pada saat itu datang seorang pelayan membawa nampan berisi segelas air. Kemudian Syaqiq mengambil gelas itu dan bertanya kepada Khalifah, jika seandainya Khalifah berada di gurun yang sangat tandus dan sangat memerlukan seteguk air minum, berapa khalifah akan membayar untuk segelas air ini? Khalifah kemudian menjawab akan membayarnya dengan separuh kekayaan kerajaannya. Syaqiq lalu meminum segelas air tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaqiq kemudian bertanya kembali kepada Khalifah, jika seandainya air yang tadi diminum tidak dapat dikeluarkan dari tubuh Khalifah, berapa harga yang akan dikeluarkan Khalifah untuk dapat menyembuhkannya, supaya air tersebut dapat dikeluarkan dari tubuhnya? Khalifah kembali menjawab akan membayarnya dengan separuh kekayaan kerajaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaqiq kemudian menjelaskan bahwa harga sebuah kerajaan ternyata sama dengan harga segelas air. Dimana makna yang terkandung didalamnya adalah jangan merasa bangga dan sombong dengan segala kekayaan yang kita miliki. Dan juga jangan saling memperebutkannya dengan menghalalkan segala cara. Karena kekayaan materi di dunia sifatnya hanya sementara saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas melukiskan betapa tidak berartinya harga kekayaan materi yang dimiliki manusia di dunia ini. Kita justru sebaiknya memperkaya diri kita tidak hanya dari segi materi saja, namun apa yang ada disekitar kita dapat dijadikan sumber kekayaan yang hakiki, seperti kita memiliki keluarga yang sholeh dan sebagainya. Sehingga apa-apa yang kita lakukan insya Allah akan mendapat berkah dari Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-2012889739969193922?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/2012889739969193922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=2012889739969193922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2012889739969193922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2012889739969193922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/nilai-segelas-air.html' title='Nilai Segelas Air'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbOMSNZwVI/AAAAAAAAA3k/L71ht2vP2cs/s72-c/zzzz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8743415826305383467</id><published>2009-04-03T19:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T19:49:17.683-07:00</updated><title type='text'>Mengatasi Ketidakpastian</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbKoPYS_nI/AAAAAAAAA3c/muQv0giWF8A/s1600-h/ccc.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 117px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbKoPYS_nI/AAAAAAAAA3c/muQv0giWF8A/s320/ccc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320662802456837746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengatasi Ketidakpastian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidak- pastian selalu menyertai kita. Kita tidak bisa menghindari ketidakpastian tersebut sebab kemanapun kita pergi ketidak- kepastian akan selalu mengikuti kita, bahkan kalaupun kita diam saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpastian bukan untuk dihindari tetapi untuk kita atasi. Allah menciptakan ketidakpastian, tentu saja kita sudah diberi potensi untuk bisa mengatasinya. Ingat selalu bahwa Allah tidak akan memberikan tugas kepada kita yang diluar kesanggupan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS.Al-Baqarah:286) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa potensi yang telah Allah berikan kepada kita untuk mengatasi ketidakpastian tersebut? Akal dan hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan akal Anda akan mencari cara lain saat satu cara tidak berhasil. Dengan kata lain salah satu cara kita bisa mengatasi ketidakpastian ialah dengan kreatifitas kita. Kita perlu melatih kreatifitas kita agar lebih banyak lagi ide-ide yang bisa kita gunakan atau kita pilih untuk mengatasi ketidakpastian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering orang beranggapan bahwa kalau dia tidak kreatif.&lt;br /&gt;Saya ulangi disini bahwa kreatifitas bisa dipelajari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah hati. Jika hati Anda bersemangat untuk mencapai sesuatu, anda akan terus bekerja dengan penuh ketekunan. Anda akan tekun mencari solusi-solusi baru dan dengan tekun pula menerapkan solusi baru tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpastian selalu menyertai kita, jangan lari, percuma. Yang perlu dilakukan ialah gunakanlah kreatifitas Anda untuk mencari solusi-solusi baru dan tetaplah semangat untuk mengaplikasikan solusi-solusi tersebut. Sisanya kita serahkan kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seringkali selalu berfokus kepada hasil, padahal hasil itu adalah keputusan dari Allah apakah kita sudah melakukan ikhtiar dan do'a semaksimal mungkin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8743415826305383467?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8743415826305383467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8743415826305383467' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8743415826305383467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8743415826305383467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/mengatasi-ketidakpastian.html' title='Mengatasi Ketidakpastian'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbKoPYS_nI/AAAAAAAAA3c/muQv0giWF8A/s72-c/ccc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-4398294325907793684</id><published>2009-04-03T19:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T19:37:20.492-07:00</updated><title type='text'>Lubang Pada Batu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbHpTpbjjI/AAAAAAAAA3U/SZkzRCXM_HU/s1600-h/bbb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 89px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbHpTpbjjI/AAAAAAAAA3U/SZkzRCXM_HU/s320/bbb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320659522247429682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lubang Pada Batu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda melihat sebuah batu yang berlubang karena tetesan air? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah batu yang keras jika ditimpa dengan air meskipun hanya setetes demi setetes tetapi terjadi secara berkesinambungan akan membuat sebuah batu yang keras tersebut menjadi berlubang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini telah diamati oleh bijak bestari sehingga muncul suatu peribahasa dalam bahasa Sunda yang bunyinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cikaracak ninggang batu Laun-laun jadi legok" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetesan air menimpa batu lambat laun jadi lubang" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya jadi teringat dengan petuah kakek saya (alm)yang sering diucapkan saat beliau mengajari anak muridnya dalam mengajar membaca dan menghafal Al-Quran. Maksudnya agar tidak gampang menyerah dalam belajar. Meskipun sedikit perkembangan yang dicapai tetapi jika berkesinambungan dan komitmen maka Insya Allah akan mendapatkan hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang lunak bahkan sangat lunak bisa melubangi batu yang sangat keras. Kuncinya ialah komitmen. Bagaimana kerasnya martil tetapi jika tidak ditimpakan ke batu maka batu tidak akan pecah. Yang penting adalah tindakan. Sedikit tidak apa asal terus dilakukan dengan penuh ketekunan dan komitmen, suatu saat hasilnya akan bisa Anda dapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah sekarang juga untuk melangkah, menuju tujuan Anda meskipun selangkah demi selangkah tetapi akan membawa Anda ketujuan, asal arah yang Anda tempuh benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba sekarang bayangkan, bagaimana kondisi Anda 10 tahun yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 10 tahun yang lalu Anda seorang yang pemalas, dan sekarang masih pemalas, maka 10 tahun kedepan Anda akan tetap pemalas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 10 tahun yang lalu Anda seorang pemarah, dan sekarang masih pemarah, maka 10 tahun mendatang Anda akan tetap pemarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 10 tahun yang lalu Anda masih bergelimang dosa, dan sekarang masih bergelimang dosa, maka 10 tahun mendatang Anda akan tetap begelimang dosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didunia ini tidak ada yang berubah kecuali perubahan itu sendiri, maksudnya hidup terus berubah dan berubah yang tidak berubah ya kata perubahan itu sendiri. dari dulu sampai sekarang tetap kata perubahan tidak pernah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali, Anda mulai berubah saat ini. Sekarang juga. Jangan berkata akan mulai besok, karena besok Anda akan berkata yang sama "ah besok saja". Padahal, tidak ada jaminan kalau Anda akan ketemu hari esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam perubahan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin Syamsudin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-4398294325907793684?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/4398294325907793684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=4398294325907793684' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4398294325907793684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4398294325907793684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/lubang-pada-batu.html' title='Lubang Pada Batu'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbHpTpbjjI/AAAAAAAAA3U/SZkzRCXM_HU/s72-c/bbb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7298366085726198123</id><published>2009-04-03T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T19:11:28.006-07:00</updated><title type='text'>Tugas Selalu dengan Bekalnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbAVQIOx7I/AAAAAAAAA3M/Ow0IgCn4SF0/s1600-h/aaa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbAVQIOx7I/AAAAAAAAA3M/Ow0IgCn4SF0/s320/aaa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320651481124095922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tugas Selalu dengan Bekalnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ditugasi oleh atasan Anda untuk pergi ke suatu kota yang jauh dari kota Anda, tetapi Anda tidak diberi bekal untuk pergi kesana. Sementara Anda tidak memiliki bekal sendiri, apakah Anda mau pergi? Seseorang pemberi tugas yang baik dia akan melihat yang diberi tugas apakah dia mampu atau tidak melaksanakan tugas tersebut. Jika tidak dia harus memberikan bekal tersebut kepada orang yang diperintahkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga Allah SWT, Allah SWT tentu sudah memberi bekal kepada kita untuk mengemban tugas besar kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Bekal yang sudah diberikan kepada kita ialah akal beserta potensi-potensi lainnya, hati dan jasad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi yang diberikan kepada manusia akan berjalan baik dan tersalurkan dengan baik apabila manusia mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Segala potensi pada manusia diperuntukkan dan disediakan Allah SWT agar manusia dapat menjalankan ibadah dan melaksanakan fungsi khalifah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan potensi inilah manusia dikehendaki mampu menjalankan misi sebagai khalifah yang diamanahkan kepada manusia oleh Allah SWT, padahal makhluk lainnya enggan untuk memikul tugas ini karena beratnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,"&lt;br /&gt;(QS.33:72) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sudah menyaksikan dan bahkan mengalami bagaimana dahsyatnya potensi manusia. Manusia menjadikan peradaban dan teknologi berkembang dengan pesatnya, yang seakan sebuah keajaiban, sesuatu yang tidak terpikirkan pada suatu jaman bisa terealisasi pada jaman berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, siapakah yang menguasai peradaban dan teknologi tersebut saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita sebagai muslim dan mukmin bisa merebut tonggak kepemimpinan dalam penguasaan teknologi dan informasi,  karena jauh sebelum dunia barat menguasainya. Umat islam 15 abad yang lalu diperintahkan untuk iqro' supaya bisa "bismi robbika".&lt;br /&gt;sudah seharusnya bahkan menjadi suatu kewajiban atau katakanlah kebutuhan umat islam dalam mengejar ilmu dan tentunya bisa mengamalkannya untuk kepentingan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam,&lt;br /&gt;Udin Syamsudin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-7298366085726198123?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/7298366085726198123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=7298366085726198123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7298366085726198123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7298366085726198123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/tugas-selalu-dengan-bekalnya.html' title='Tugas Selalu dengan Bekalnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdbAVQIOx7I/AAAAAAAAA3M/Ow0IgCn4SF0/s72-c/aaa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-6702993894933104205</id><published>2009-04-01T15:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T15:47:25.890-07:00</updated><title type='text'>Maukah Menjadi Dermawan?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdPtwbqpp-I/AAAAAAAAA3E/M4DNWACyvGY/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 115px; height: 121px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdPtwbqpp-I/AAAAAAAAA3E/M4DNWACyvGY/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319857001170839522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maukah Menjadi Dermawan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Anda pernah bahkan sering membaca Al Quran. Anda juga tentu pernah membaca ayat-ayat tentang perintah mengeluarkan zakat dan seruan untuk bershadaqah, memberi makan fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan berbagai infaq di jalan Allah lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda membaca ayat yang menyuruh sebaliknya? Yaitu menyuruh kita menerima atau meminta zakat, shadakah dan sebagainya? Saya sendiri belum pernah. Setahu saya perintah-perintah dalam al Quran hanya memberi, bukan meminta. Tangan di ataslah yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak punya uang atau harta, apa yang bisa kita berikan? Jadi implikasi lain dari perintah memberi ini ialah kita diperintah untuk punya harta sehingga bisa memberi kepada orang lain. Hal ini sangat cocok sekali dengan konsep-konsep Islam yang sering didengungkan, yaitu rahmatan lil 'alamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya orang Islamlah yang dermawan, yang sering memberi kepada sesama manusia. Yang sering berusaha membantu mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendidikan, membantu yang jompo dan cacat, membantu pengobatan dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang paling dermawan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Gates dan istrinyalah yang katanya sebagai orang paling dermawan. Mereka menyumbangkan hartanya sebesar 22,9 miliar dolar (Rp 195 triliun) untuk kesehatan dan pendidikan. Luar biasa, dengan uang seperti itu berapa sekolah, pesantren, masjid, rumah sakit yang bisa didirikan? Berapa anak yang putus sekolah bisa terselamatkan? Berapa orang yang sakit bisa tertolong, yang tidak punya rumah bisa ternaungi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak ada lagi ibu yang mencuri baju untuk lebaran anaknya, mungkin tragedi situ gintung yang kemarin melanda bisa teratasi sehingga kita tidak perlu mencari donatur keluar, mungkin sekolah bisa gratis, mungkin rumah sakit tidak akan menyebabkan penyakit kanker (kantong kering), mungkin .... akh terlalu banyak jika dirinci semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Gates serta istrinya hanya salah seorang dari para penyumbang top. Masih ada James E Stowers, sebagaimana dikutip majalah Business Week. Stowers dan istrinya menyumbang 1,34 miliar dolar, Soros 2,4 miliar dolar, keluarga Walton, pendiri Wal-Mart, 750 juta dolar, Ted Turner, pendiri CNN, 664 juta dolar dan masih banyak lainnya yang menyumbang dengan tingkat milyaran dolar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan giliran saya?&lt;br /&gt;Kapan giliran Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan agama dijadikan alasan untuk tidak menjadi kaya, dalam buku Fiqh Prioritas, Dr Yusuf Qaradhawi mengatakan bahwa Kaya bersyukur lebih utama daripada miskin bersabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam islam kaya itu boleh, yang tidak boleh adalah sikap bermegah-megahan sehingga melalaikan kita dari beribadah kepada Allah swt. (QS. At-Takatsur)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-6702993894933104205?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/6702993894933104205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=6702993894933104205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6702993894933104205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6702993894933104205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/04/maukah-menjadi-dermawan.html' title='Maukah Menjadi Dermawan?'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdPtwbqpp-I/AAAAAAAAA3E/M4DNWACyvGY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-6829031313521819612</id><published>2009-03-30T00:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T01:00:26.304-07:00</updated><title type='text'>Miliki Obsesi Dengan Inspirasi Orang Sukses</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdB64R7h5TI/AAAAAAAAA24/b0wWObsFSaM/s1600-h/z.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 89px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdB64R7h5TI/AAAAAAAAA24/b0wWObsFSaM/s320/z.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318886267228906802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Miliki Obsesi Dengan Inspirasi Orang Sukses&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milikilah sebuah obsesi, karena akan memberikan motivasi luar biasa. Anda sebenarnya memiliki obsesi, namun tidak muncul ke permukaan. Yang membuat obsesi sering muncul atau sengaja di sembunyikan oleh pemiliknya ialah karena ketakutan, takut kecewa jika gagal. Kata AA Gym, tidak ada hubungan antara cita-cita dengan kekecewaan. Kecewa akan muncul jika kita tidak pandai menghadapi kekecewaan, bukan karena cita-cita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memiliki obsesi itulah sebagai sumber kegagalan. Orang yang tidak memiliki obsesi sebenarnya sudah gagal sejak awal untuk mendapatkan sesuatu, karena dia tidak akan mendapatkannya. Kebahagian yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kebahagian yang semu, dia bukan bahagia tetapi hanya tidak kecewa saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda pernah mendengar ada orang yang mengejar obsesi dengan menghalalkan segala cara. Hal ini bisa membuat kita batal memiliki obsesi. Pada kasus ini bukan obsesinya yang salah, tetapi cara mengejar obsesinya yang salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang yang memiliki obsesi yang aneh, tidak masuk akal, mempertaruhkan nyawa, tidak bermanfaat, bahkan berdosa. Sebenarnya obsesi itu bisa kita pilih, bisa kita tentukan tidak terjadi begitu saja. Obsesi yang salah sering diakibatkan sempitnya pemikiran orang tersebut atau karena dia tidak mengenal nilai-nilai yang luhur seperti yang diajarkan agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dalam memilih obsesi (baik cara maupun tujuan) ialah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang tersurat maupun tersirat dalam Al Quran dan Hadits. Sejauh mana obsesi kita memberikan kontribusi kepada sesama, apakah obsesi kita memiliki fungsi strategis, dan memberikan kepuasan kepada jiwa kita. Dan obsesi yang kita miliki pun tidak boleh mudah padam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Blog Link --&gt;&lt;h2 class="sidebar-title"&gt;INSPIRASIKU&lt;/h2&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;class=boxmenu&gt;&lt;class=voicemenu&gt;INSPIRASIKU&lt;LI&gt;&lt;A href="http://mubarokinstitute.blogspot.com"&gt;Prof. Dr. Achmad Mubarok&lt;/A&gt;&lt;LI&gt;&lt;A href="http://agussyafii.blogspot.com"&gt;Agussyafii&lt;/A&gt;&lt;LI&gt;&lt;A href="http://wisatahati.com"&gt;Ust Yusuf Mansur&lt;/A&gt;&lt;/LI&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-6829031313521819612?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/6829031313521819612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=6829031313521819612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6829031313521819612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6829031313521819612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/03/miliki-obsesi-dengan-inspirasi-orang.html' title='Miliki Obsesi Dengan Inspirasi Orang Sukses'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdB64R7h5TI/AAAAAAAAA24/b0wWObsFSaM/s72-c/z.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5363953564556001461</id><published>2009-03-30T00:44:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T19:41:40.763-07:00</updated><title type='text'>Kaya Adalah Untuk Miskin</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdB51hsQvmI/AAAAAAAAA2w/ERyw6r1ZpVg/s1600-h/as.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 84px; height: 121px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdB51hsQvmI/AAAAAAAAA2w/ERyw6r1ZpVg/s320/as.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318885120408600162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Kaya sebenarnya Untuk Miskin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin." &lt;br /&gt;(Al Maa'uun 1-3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa kita jangan terlena dalam mengumpulkan kekayaan sehingga melupakan tugas kita yang utama, yaitu beribadah. Namun bukan berarti Islam memerintahkan kita miskin, pada ayat di atas kita dianjurkan memberi makan orang miskin, bahkan jika tidak, kita dicap sebagai pendusta agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana supaya kita bisa memberi makan orang miskin? Kita harus memiliki makanan untuk diberikan. Itu artinya kita harus berusaha, untuk tetap menjadi pemberi bukan penerima. Selama pengetahuan saya, saya belum pernah membaca ayat atau hadits yang menyuruh kita meminta, bahkan yang ada adalah ancaman bagi orang yang suka meminta-minta. Ayat yang lain memerintahkan kita untuk menunaikan zakat, tidak ada untuk menerima zakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Islam begitu memberikan perhatian kepada masalah kemiskinan. Begitu banyak perintah kepada umat untuk berzakat, berinfaq, dan shadaqah. Itu semua karena masalah kemiskinan adalah masalah yang sangat penting untuk ditangani. Krisis moral dan krisis ekonomi seperti lingkaran setan yang justru memperburuk keadaan. Krisis moral menyebabkan krisis ekonomi, krisis ekonomi menyebabkan krisis moral dan sebaliknya, begitulah seterusnya seiring bertambahnya kemiskinan dan penurunan moral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk memperbaiki bangsa ini ada dua hal yang penting untuk dilakukan, yaitu mengurangi angka kemiskinan dan yang lebih penting adalah memperbaiki moral. Kabar baiknya ialah Anda juga bisa ikut berperan. Ada sebuah contoh orang yang ingin saya tiru, ada seseorang yang memiliki kemampuan bisnis dan modal yang cukup. Yang dia lakukan adalah membuka peluang- peluang bisnis kepada masyarakat disekitarnya dengan menjadi investor sekaligus pembimbing bisnisnya. Suatu pekerjaan yang mulia, kapan giliran Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan. Insya Allah akan menjadi amalan shaleh jika Anda memang kaya, baik kaya materi maupun ruhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam,&lt;br /&gt;salam sukses dari Udin Syamsudin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5363953564556001461?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5363953564556001461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5363953564556001461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5363953564556001461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5363953564556001461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/03/kaya-adalah-untuk-miskin.html' title='Kaya Adalah Untuk Miskin'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SdB51hsQvmI/AAAAAAAAA2w/ERyw6r1ZpVg/s72-c/as.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-2266565803454585554</id><published>2009-03-28T07:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T08:33:11.833-07:00</updated><title type='text'>Tukang Tambal Ban</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/Sc5C5zJWKjI/AAAAAAAAA1o/ZbgxcWzeL5U/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/Sc5C5zJWKjI/AAAAAAAAA1o/ZbgxcWzeL5U/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318261770720520754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tukang Tambal Ban&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seminggu yang lalu ketika saya mau berangkat kerja, motor saya di tabrak orang disekitar kawasan CBD Ciledug. si Bapak yang menabrak motor itu tanpa minta maaf sedikitpun langsung kabur, waktu itu yang ada dalam pikiran saya mungkin si Bapak ini terburu-buru karena ia habis pulang belanja dari pasar Ciledug. kerusakan motor saya memang tidak terlalu parah,knalpot belakang bengkok dan plat motor dibelakang patah karena diserempet dari samping. &lt;br /&gt;   Saya ikhlaskan saja meskipun beliau tidak minta maaf, langsung seketika motor saya bawa ke bengkel dipinggir jalan. memang sudah skenario dari Allah swt dari kejadian itu saya dipertemukan dengan tukang tambal ban motor dan mobil. si empunya bengkel itu memang sudah kelihatan tua dan ia biasa membuka bengkelnya jam setengah tujuh pagi bersama istrinya. yang ada dalam benak saya saat itu pasti yang namanya tukang tambal ban apalagi ia sukunya medan kelihatan angker dan kalau memperbaiki motor atau mobil pakai tarif servis yang tinggi. ternyata dugaan saya keliru bahwa melihat orang itu bukan dari penampilan tetapi dari akhlak pribadinya. si Bapak yang punya bengkel begitu baik menservis motor saya karena itu pekerjaannya. jadi begitu penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. padahal itu sebenarnya parah karena knalpotnnya bengkok tetapi dengan kesabaran ia perbaiki. ketika motor saya sudah baik maka saya mengajukan pertanyaan, " berapa pak biayanya?". sang Bapak menjawab : "terserah mas saja mo dikasih berapa?".waktu itu karena saya terburu-buru sikejar waktu untuk masuk kantor maka saya tidak mau berpikir panjang. "ini pak duapuluh ribu", kata saya. Si Bapak itu menjawab dengan enteng."sepuluh ribu aja mas",&lt;br /&gt;agak sedikit terheran dengan si Bapak itu karena biasanya tukang tambal ban kebanyak orang batak dan terkenal galak. si Bapak Tua ini juga orang Batak tetapi ia punya pribadi yang baik. tulus dengan pekerjaannya. penuh tanggung jawab dan tidak meminta bayaran lebih, ia merasa cukup dengan apa yang sudah menjadi haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hikmah yang saya dapat dari kejadian itu bahwa kita harus selalu ikhlas dalam kondisi apapun, baik kita disakiti atau didzholimi karena sebenarnya itu akhlaknya nabi kita Muhammad SAW. dalam kondisi apapun beliau selalu ikhlas dalam menjalani misi dan visi kehidupannya.&lt;br /&gt;memang agak sulit jikalau orang yang kita cintai, orang yang paling dekat dengan kita tetapi ternyata malah menyakiti diri kita. kalau orang lain seperti saya ketika ditabrak oleh motor si Bapak tadi karena saya tidak kenal orangnya mungkin detik itu pula saya langsung melupakan orang itu, lain halnya ketika orang terdekat malah menyakiti kita, memang agak sulit tetapi itu semuanya sudah dicontohkan nabi kita ketika ia disakiti, difitnah dan bahkan mau dibunuh oleh pamannya sendiri yaitu Abu Jahl dan Abu Lahab maka dengan agungnya ia menunujukan akhlak yang menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya yakin anda mempunyai pengalaman yang membekas didalam hati.&lt;br /&gt;jawabannya ada di klinikhati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------&lt;br /&gt;sekiranya mau berkomentar silahkan hubungi saya &lt;br /&gt;di (021) 68952278 atau 081319392968 a. n Udin S&lt;br /&gt;------------------------------------------------ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam cinta,&lt;br /&gt;Udin Syamsudin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-2266565803454585554?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/2266565803454585554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=2266565803454585554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2266565803454585554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2266565803454585554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/03/tukang-tambal-ban.html' title='Tukang Tambal Ban'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/Sc5C5zJWKjI/AAAAAAAAA1o/ZbgxcWzeL5U/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7305776257886088467</id><published>2009-03-23T15:46:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T15:58:51.864-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Sebuah Do'a</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ScgT7nh6PhI/AAAAAAAAA1g/rxiCUHrph_A/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ScgT7nh6PhI/AAAAAAAAA1g/rxiCUHrph_A/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316521275055291922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Do’a untuk Bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh, ampuni kami yang selama ini lalai terhadap perintah-perintah-Mu.&lt;br /&gt;Ya Alloh, ampuni kami yang selama ini selalu berdusta kepada-Mu. Padahal engkaulah penguasa alam semesta, engkau yang menjamin semua makhluk-makhlukMu di muka bumi tetapi kami selalu mendustakan kekuasaanMu&lt;br /&gt;Ya Alloh, ampuni kami yang selama ini membohongi diri kami sendiri, padahal engkau maha Mengetahui setiap detik apa yang terbersit didalam hati.&lt;br /&gt;Ya Alloh, ampuni kami yang selama ini kufur nikmat kepadaMu, padahal setiap detik pula nikmat-nimat dariMu terus mengalir dan kami pakai.&lt;br /&gt;Ya Alloh, detik ini ampuni bangsa kami yang selalu bertengkar, berselisih, berbeda pandangan, padahal kami bersaudara dan kami malu kepadaMu ya Alloh, kami ini begitu hina sehingga kami takut akan azabMu menimpa bangsa ini.&lt;br /&gt;Ya Alloh, selamatkan negeri ini dari setiap himpitan ekonomi karena begitu banyaknya orang yang bermental korupsi dan akhirnya kemiskinan dimana-mana.&lt;br /&gt;Ya Alloh, kami rindu kedamaian, ketentraman dan kebahagiaan karena begitu banyak perselisihan dinegeri ini ya Alloh.&lt;br /&gt;Ya Alloh, jangan engkau azab kami seperti kaumnya nabi Nuh a.s, yang ditenggelamkan oleh lautan yang dahsyat.&lt;br /&gt;Ya Alloh, dalam keheningan ini kami memohon dengan ikhlas agar bangsa ini diberikan keselamatan dan kekuatan sehingga negeri ini bisa dihormati dan disegani bangsa lain.&lt;br /&gt;Ya Alloh, masih banyak orang yang sholeh dinegeri ini meskipun mereka tinggal diperkotaan, mereka tetap berzikir kepadaMu ditengah kesibukannya dalam bekerja. Mereka masih mau mengakui engkau ya Alloh, buktinya banyak setiap gedung yang roboh, pesawat yang jatuh, kapal laut yang tenggelam, dan setiap kecelakaan pasti yang disebut nama engkau ya Alloh, mereka tidak mungkin menyebut selain engkau karena engkau penguasa&lt;br /&gt;Ya Alloh, begitu banyak perilaku kami yang semakin menjauh kepadaMu. &lt;br /&gt;Ya Alloh, kami malu kepada makhlukMu yang lain karena mereka bertasbih menyebut keagunganMu, daun berguguran tandanya bertasbih, air gemercik tandanya bertasbih, burung berkicau tandanya bertasbih, angin berseliweran tandanya bertasbih, sedang kami selalu bergelimang dosa kepadaMu.&lt;br /&gt;Ya Alloh, bukakanlah hati-hati yang masih tertutup karena engkaulah yang membolak-balikkan hati setiap hambaMu maka bukakan hati pemimpin kami untuk mau melihat penderitaan bangsa ini.&lt;br /&gt;Ya Alloh, sungguh banyak orang pintar dinegeri ini dan mereka berhasil, mereka berhasil berjuang untuk dirinya sendiri bukan berjuang untuk negeri ini, mereka berhasil menyelamatkan dirinya sendiri tetapi tidak mau menyelamatkan bangsanya sendiri dan akhirnya korupsi banyak dimana-mana.&lt;br /&gt;Ya Alloh, ampuni kami yang selama ini terpikirkan hanyalah jabatan, kekuasaan, kekayaan, dan kesenangan-kesenangan duniawi yang melenakan mata kami sehingga kami melihat tetapi seperti fatamorgana, kelihatan indah dipandang tetapi semu.&lt;br /&gt;Ya Alloh, ampuni kami yang selama ini dunia yang menjadi tujuannya, padahal akhirat tempat pulang kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan do’a ini mata hati kita terbuka dan sadar akan kekuasaan Alloh swt, karena sebesar apapun diri kita, sepintar apapun diri kita dan segagah apapun penampilan diri kita, kita hanya mampir sebentar didunia ini dan kita semuanya akan pulang kampung menuju kampung yang abadi, kampung dimana setiap orang singgah disana dan berkumpul bersama, mungkin anda didunia dikenal sebagai orang yang baik tetapi belum tentu diakhirat, hati-hatilah ketika kita sudah menolak kebenaran kemudian menyepelekan atau menghina orang maka kita dikategorikan sombong. Hadapilah semua manusia dengan baik karena bisa jadi orang yang jahat malah menyelamatkan hidup kita setelah kita sadar dengan kejahatannya. Karena semua manusia dibumi ini adalah tamunya Alloh swt, kenanglah miniatur ka’bah di mekkah al-mukaromah. Kita semuanya tamu Alloh dimuka bumi ini dan kita berkiblat kearah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabar, karena dengan bersabar akan banyak hikmah yang kita dapatkan. Bahkan Alloh menegaskan dalam setiap firmanNya : minta tolonglah dengan sabar dan sholat......., Alloh bersama orang-orang yang sabar........., Alloh akan membalas do’a orang yang bersabar dengan tidak terbatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-7305776257886088467?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/7305776257886088467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=7305776257886088467' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7305776257886088467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7305776257886088467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/03/kekuatan-sebuah-doa.html' title='Kekuatan Sebuah Do&apos;a'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ScgT7nh6PhI/AAAAAAAAA1g/rxiCUHrph_A/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-987523940525458753</id><published>2009-03-14T21:08:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T21:15:47.478-07:00</updated><title type='text'>Mengenal Diri Kita Sendiri</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SbyAuaIG-uI/AAAAAAAAA1Y/uWT-AR2vcr4/s1600-h/bw0044.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SbyAuaIG-uI/AAAAAAAAA1Y/uWT-AR2vcr4/s320/bw0044.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313263195166014178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengenal Diri Kita Sendiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita ditanya, apakah kita ingin memperbaiki diri, kita pasti menjawab iya. Kita ingin menjadi lebih baik, lebih bahagia, lebih sehat, lebih kaya, lebih shaleh, pokoknya lebihlah. Tetapi apa yang terjadi? Dari beberapa survey, orang yang menuliskan tujuannya masih dibawah 5%, padahal tujuan merupakan arah saat kita akan menuju keadaan yang lebih baik. Tujuan seperti peta disaat Anda melakukan perjalanan jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah terlalu sombong jika kita merasa bahwa kita bisa berjalan sepanjang puluhan tahun ke depan, tanpa petunjuk yang jelas. Padahal ketidak pastian begitu banyak didepan kita, ibarat jalan yang bercabang yang bisa membingungkan kita saat kita menempuh perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu peta akan bermanfaat saat kita tahu posisi kita. Peta menjadi tidak berguna jika kita tidak mengetahui posisi kita. Jadi kita harus tahu ada dimana dan kita akan kemana, yang akan membuat perjalanan kita makin lancar dan jelas serta cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui posisi diri tiada lain adalah mengenal diri sendiri. Baik mengenal kecerdasan Anda, bakat, hobi, watak atau sikap dominan Anda, dan tidak lupa lingkungan terdekat kita. Sebenarnya masih banyak aspek yang perlu kita kenali, semakin banyak yang kita kenali tentang diri sendiri akan semakin baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan melihat, dengan mengenal diri sendiri kita akan sadar akan segala keterbatasan kita dihadapan Allah sehingga membuat kita tidak menjadi orang yang takabur. Di sisi lain kita juga akan sadar bahwa Allah telah memberikan potensi yang tak terhingga pada diri kita untuk mengarungi kehidupan di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengenal potensi diri kita, kemudian kita akan mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Selain itu kita pun akan tahu potensi apa saja yang belum muncul sehingga kita akan terus menggali berbagai potensi yang belum nampak tersebut. Jika dua hal ini kita lakukan, kita akan menjadi manusia yang bermanfaat di muka bumi ini, insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengenal diri sendiri kitapun lebih mudah untuk melakukan berbagai perbaikan pada diri sendiri. Kita akan tahu apa yang kurang dan apa yang sudah cukup. Kita akan melakukan perbaikan lebih terarah dan efektif. Perbaikan diri kita pada berbagai aspek bukan hanya untuk mempersiapkan bekal hari esok, termasuk bekal kita di hari akhir nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah bertafakur tentang diri kita, analisa berbagai aspek tentang kita sedalam dan sejelas mungkin, sehingga kita mengenal siapa kita. Manfaatkan nasihat dan kritik orang lain sebagai umpan balik untuk melihat kekurangan kita. Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman. Tapi bukan berarti kita harus punya musuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-987523940525458753?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/987523940525458753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=987523940525458753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/987523940525458753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/987523940525458753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/03/mengenal-diri-kita-sendiri.html' title='Mengenal Diri Kita Sendiri'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SbyAuaIG-uI/AAAAAAAAA1Y/uWT-AR2vcr4/s72-c/bw0044.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8956905630340408990</id><published>2009-03-14T16:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T20:17:46.632-07:00</updated><title type='text'>MENSYUKURI NIKMAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SbxCZ-MCCFI/AAAAAAAAA1Q/ZMWo7ptyDqI/s1600-h/A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 103px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SbxCZ-MCCFI/AAAAAAAAA1Q/ZMWo7ptyDqI/s320/A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313194674347968594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENSYUKURI NIKMAT &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tidak mensyukuri nikmat, berarti menginginkan hilangnya. Dan siapa mensyukurinya, berarti telah secara kuat mengikatnya.&lt;br /&gt;(Ibn 'Athaa'illaah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur adalah sarana untuk memanfaatkan dan memelihara karunia-Nya. Hati yang bersyukur memperkuat dan memantapkan kebaikan yang ada, dan akan menghasilkan kebaikan yang belum ada.&lt;br /&gt;(Syekh Fadhalla Haeri) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'."&lt;br /&gt;(QS. Ibrahim:7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, bersyukur akan menambah nikmat yang telah kita terima, namun justru kebanyakan orang masih enggan untuk mensyukuri nikmat yang telah dia terima. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak sadar dengan nikmat yang telah dia terima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur."&lt;br /&gt;(QS. As Sajdah:9) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh malang, bagi mereka yang karena memiliki harta yang sedikit dan tidak bersyukur. Mereka mengalami rugi dua kali, sudah miskin berdosa lagi, karena tidak mensyukuri nikmat-nikmat yang telah dia peroleh. Kemudian akibat dari tidak bersyukur adalah nikmat mereka pun tidak akan ditambah oleh Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika nikmat Anda ingin ditambah oleh Allah, bersyukurlah terhadap apa yang telah Anda nikmati sampai detik ini, sekecil apapun. Janji Allah tidak meleset, Allah akan menambah nikmat kita, baik dari jumlah materi maupun menambah keberkahan nikmat yang telah dan akan kita miliki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8956905630340408990?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8956905630340408990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8956905630340408990' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8956905630340408990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8956905630340408990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/03/mensyukuri-nikmat.html' title='MENSYUKURI NIKMAT'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SbxCZ-MCCFI/AAAAAAAAA1Q/ZMWo7ptyDqI/s72-c/A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-3015867198841619634</id><published>2009-03-09T00:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T00:59:03.800-07:00</updated><title type='text'>Maulid Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SbTL7NBMUQI/AAAAAAAAA1I/lAZHFY5fGYM/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SbTL7NBMUQI/AAAAAAAAA1I/lAZHFY5fGYM/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311094078544040194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MUHAMMAD DARI KELAHIRAN – PERKAWINANNYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan Abdullah dengan Aminah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia Abd'l-Muttalib sudah hampir mencapai tujuhpuluh tahun atau lebih tatkala Abraha mencoba menyerang Mekah dan menghancurkan Rumah Purba. Ketika itu umur Abdullah anaknya sudah duapuluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikawinkan. Pilihan Abd'l-Muttalib jatuh kepada Aminah bint Wahb bin Abd Manaf bin Zuhra, - pemimpin suku Zuhra ketika itu yang sesuai pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat. Maka pergilah anak-beranak itu hendak mengunjungi keluarga Zuhra. Ia dengan anaknya menemui Wahb dan melamar puterinya. Sebagian penulis sejarah berpendapat, bahwa ia pergi menemui Uhyab, paman Aminah, sebab waktu itu ayahnya sudah meninggal dan dia di bawah asuhan pamannya. Pada hari perkawinan Abdullah dengan Aminah itu, Abd'l-Muttalib juga kawin dengan Hala, puteri pamannya. Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, paman Nabi dan yang seusia dengan dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah dengan Aminah tinggal selama tiga hari di rumah Aminah, sesuai dengan adat kebiasaan Arab bila perkawinan dilangsungkan di rumah keluarga pengantin puteri. Sesudah itu mereka pindah bersama-sama ke keluarga Abd'l-Muttalib. Tak seberapa lama kemudian Abdullahpun pergi dalam suatu usaha perdagangan ke Suria dengan meninggalkan isteri yang dalam keadaan hamil. Tentang ini masih terdapat beberapa keterangan yang berbeda-beda: adakah Abdullah kawin lagi selain dengan Aminah; adakah wanita lain yang datang menawarkan diri kepadanya? Rasanya tak ada gunanya menyelidiki keterangan-keterangan semacam ini. Yang pasti ialah Abdullah adalah seorang pemuda yang tegap dan tampan. Bukan hal yang luar biasa jika ada wanita lain yang ingin menjadi isterinya selain Aminah. Tetapi setelah perkawinannya dengan Aminah itu hilanglah harapan yang lain walaupun untuk sementara. Siapa tahu, barangkali mereka masih menunggu ia pulang dari perjalanannya ke Syam untuk menjadi isterinya di samping Aminah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya itu Abdullah tinggal selama beberapa bulan. Dalam pada itu ia pergi juga ke Gaza dan kembali lagi. Kemudian ia singgah ke tempat saudara-saudara ibunya di Medinah sekadar beristirahat sesudah merasa letih selama dalam perjalanan. Sesudah itu ia akan kembali pulang dengan kafilah ke Mekah. Akan tetapi kemudian ia menderita sakit di tempat saudara-saudara ibunya itu. Kawan-kawannyapun pulang lebih dulu meninggalkan dia. Dan merekalah yang menyampaikan berita sakitnya itu kepada ayahnya setelah mereka sampai di Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Wafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berita sampai kepada Abd'l-Muttalib ia mengutus Harith - anaknya yang sulung - ke Medinah, supaya membawa kembali bila ia sudah sembuh. Tetapi sesampainya di Medinah ia mengetahui bahwa Abdullah sudah meninggal dan sudah dikuburkan pula, sebulan sesudah kafilahnya berangkat ke Mekah. Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan membawa perasaan pilu atas kematian adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa hati Abd'l-Muttalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan seorang suami yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya. Demikian juga Abd'l-Muttalib sangat sayang kepadanya sehingga penebusannya terhadap Sang Berhala yang demikian rupa belum pernah terjadi di kalangan masyarakat Arab sebelum itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan Abdullah sesudah wafat terdiri dari lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan, yaitu Umm Ayman - yang kemudian menjadi pengasuh Nabi. Boleh jadi peninggalan serupa itu bukan berarti suatu tanda kekayaan; tapi tidak juga merupakan suatu kemiskinan. Di samping itu umur Abdullah yang masih dalam usia muda belia, sudah mampu bekerja dan berusaha mencapai kekayaan. Dalam pada itu ia memang tidak mewarisi sesuatu dari ayahnya yang masih hidup itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah sudah hamil, dan kemudian, seperti wanita lain iapun melahirkan. Selesai bersalin dikirimnya berita kepada Abd'l Muttalib di Ka'bah, bahwa ia melahirkan seorang anak laki-laki. Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira sekali hatinya karena ternyata pengganti anaknya sudah ada. Cepat-cepat ia menemui menantunya itu, diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad. Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal. Kemudian dikembalikannya bayi itu kepada ibunya. Kini mereka sedang menantikan orang yang akan menyusukannya dari Keluarga Sa'd (Banu Sa'd), untuk kemudian menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang dari mereka, sebagaimana sudah menjadi adat kaum bangsawan Arab di Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tahun ketika Muhammad dilahirkan, beberapa ahli berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah itu. Yang lain berpendapat kelahirannya itu limabelas tahun sebelum peristiwa gajah. Selanjutnya ada yang mengatakan ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau juga beberapa tahun sesudah Tahun Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada juga yang menaksir sampai tujuhpuluh tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga para ahli berlainan pendapat mengenai bulan kelahirannya. Sebagian besar mengatakan ia dilahirkan bulan Rabiul Awal. Ada yang berkata lahir dalam bulan Muharam, yang lain berpendapat dalam bulan Safar, sebagian lagi menyatakan dalam bulan Rajab, sementara yang lain mengatakan dalam bulan Ramadan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan pendapat itu juga mengenai hari bulan ia dilahirkan. Satu pendapat mengatakan pada malam kedua Rabiul Awal, atau malam kedelapan, atau kesembilan. Tetapi pada umumnya mengatakan, bahwa dia dilahirkan pada tanggal duabelas Rabiul Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu kelahirannya, yaitu siang atau malam, demikian juga mengenai tempat kelahirannya di Mekah. Caussin de Perceval dalam Essai sur l'Histoire des Arabes menyatakan, bahwa Muhammad dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia dilahirkan di Mekah di rumah kakeknya Abd'l-Muttalib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketujuh kelahirannya itu Abd'l-Muttalib minta disembelihkan unta. Hal ini kemudian dilakukan dengan mengundang makan masyarakat Quraisy. Setelah mereka mengetahui bahwa anak itu diberi nama Muhammad, mereka bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek moyang. "Kuinginkan dia akan menjadi orang yang Terpuji1 bagi Tuhan di langit dan bagi makhlukNya di bumi," jawab Abd'l Muttalib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusukan Oleh Keluarga Sa'd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah masih menunggu akan menyerahkan anaknya itu kepada salah seorang Keluarga Sa'd yang akan menyusukan anaknya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan bangsawan-bangsawan Arab di Mekah. Adat demikian ini masih berlaku pada bangsawan-bangsawan Mekah. Pada hari kedelapan sesudah dilahirkan anak itupun dikirimkan ke pedalaman dan baru kembali pulang ke kota sesudah ia berumur delapan atau sepuluh tahun. Di kalangan kabilah-kabilah pedalaman yang terkenal dalam menyusukan ini di antaranya ialah kabilah Banu Sa'd. Sementara masih menunggu orang yang akan menyusukan itu Aminah menyerahkan anaknya kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Selama beberapa waktu ia disusukan, seperti Hamzah yang juga kemudian disusukannya. Jadi mereka adalah saudara susuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun Thuwaiba hanya beberapa hari saja menyusukan, namun ia tetap memelihara hubungan yang baik sekali selama hidupnya. Setelah wanita itu meninggal pada tahun ketujuh sesudah ia hijrah ke Medinah, untuk meneruskan hubungan baik itu ia menanyakan tentang anaknya yang juga menjadi saudara susuan. Tetapi kemudian ia mengetahui bahwa anak itu juga sudah meninggal sebelum ibunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya datang juga wanita-wanita Keluarga Sa'd yang akan menyusukan itu ke Mekah. Mereka memang mencari bayi yang akan mereka susukan. Akan tetapi mereka menghindari anak-anak yatim. Sebenarnya mereka masih mengharapkan sesuatu jasa dari sang ayah. Sedang dari anak-anak yatim sedikit sekali yang dapat mereka harapkan. Oleh karena itu di antara mereka itu tak ada yang mau mendatangi Muhammad. Mereka akan mendapat hasil yang lumayan bila mendatangi keluarga yang dapat mereka harapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Halimah bint Abi-Dhua'ib yang pada mulanya menolak Muhammad, seperti yang lain-lain juga, ternyata tidak mendapat bayi lain sebagai gantinya. Di samping itu karena dia memang seorang wanita yang kurang mampu, ibu-ibu lainpun tidak menghiraukannya. Setelah sepakat mereka akan meninggalkan Mekah. Halimah berkata kepada Harith bin Abd'l-'Uzza suaminya: "Tidak senang aku pulang bersama dengan teman-temanku tanpa membawa seorang bayi. Biarlah aku pergi kepada anak yatim itu dan akan kubawa juga." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah," jawab suaminya. "Mudah-mudahan karena itu Tuhan akan memberi berkah kepada kita." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah kemudian mengambil Muhammad dan dibawanya pergi bersama-sama dengan teman-temannya ke pedalaman. Dia bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa mendapat berkah. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunyapun bertambah. Tuhan telah memberkati semua yang ada padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua tahun Muhammad tinggal di sahara, disusukan oleh Halimah dan diasuh oleh Syaima', puterinya. Udara sahara dan kehidupan pedalaman yang kasar menyebabkannya cepat sekali menjadi besar, dan menambah indah bentuk dan pertumbuhan badannya. Setelah cukup dua tahun dan tiba masanya disapih, Halimah membawa anak itu kepada ibunya dan sesudah itu membawanya kembali ke pedalaman. Hal ini dilakukan karena kehendak ibunya, kata sebuah keterangan, dan keterangan lain mengatakan karena kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa kembali supaya lebih matang, juga memang dikuatirkan dari adanya serangan wabah Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun lagi anak itu tinggal di sahara, menikmati udara pedalaman yang jernih dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Dua Malaikat dan Pembedahan Dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, sebelum usianya mencapai tiga tahun, ketika itulah terjadi cerita yang banyak dikisahkan orang. Yakni, bahwa sementara ia dengan saudaranya yang sebaya sesama anak-anak itu sedang berada di belakang rumah di luar pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa'd itu kembali pulang sambil berlari, dan berkata kepada ibu-bapanya: "Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil oleh dua orang laki-laki berbaju putih. Dia dibaringkan, perutnya dibedah, sambil di balik-balikan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentang Halimah ini ada juga diceritakan, bahwa mengenai diri dan suaminya ia berkata: "Lalu saya pergi dengan ayahnya ke tempat itu. Kami jumpai dia sedang berdiri. Mukanya pucat-pasi. Kuperhatikan dia. demikian juga ayahnya. Lalu kami tanyakan: "Kenapa kau, nak?" Dia menjawab: "Aku didatangi oleh dua orang laki-laki berpakaian putih. Aku di baringkan, lalu perutku di bedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Tak tahu aku apa yang mereka cari." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah dan suaminya kembali pulang ke rumah. Orang itu sangat ketakutan, kalau-kalau anak itu sudah kesurupan. Sesudah itu, dibawanya anak itu kembali kepada ibunya di Mekah. Atas peristiwa ini Ibn Ishaq membawa sebuah Hadis Nabi sesudah kenabiannya. Tetapi dalam menceritakan peristiwa ini Ibn Ishaq nampaknya hati-hati sekali dan mengatakan bahwa sebab dikembalikannya kepada ibunya bukan karena cerita adanya dua malaikat itu, melainkan - seperti cerita Halimah kepada Aminah - ketika ia di bawa pulang oleh Halimah sesudah disapih, ada beberapa orang Nasrani Abisinia memperhatikan Muhammad dan menanyakan kepada Halimah tentang anak itu. Dilihatnya belakang anak itu, lalu mereka berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarlah kami bawa anak ini kepada raja kami di negeri kami. Anak ini akan menjadi orang penting. Kamilah yang mengetahui keadaannya." Halimah lalu cepat-cepat menghindarkan diri dari mereka dengan membawa anak itu. Demikian juga cerita yang dibawa oleh Tabari, tapi ini masih di ragukan; sebab dia menyebutkan Muhammad dalam usianya itu, lalu kembali menyebutkan bahwa hal itu terjadi tidak lama sebelum kenabiannya dan usianya empatpuluh tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima Tahun Selama Tinggal Di Pedalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik kaum Orientalis maupun beberapa kalangan kaum Muslimin sendiri tidak merasa puas dengan cerita dua malaikat ini dan menganggap sumber itu lemah sekali. Yang melihat kedua laki-laki (malaikat) dalam cerita penulis-penulis sejarah itu hanya anak-anak yang baru dua tahun lebih sedikit umurnya. Begitu juga umur Muhammad waktu itu. Akan tetapi sumber-sumber itu sependapat bahwa Muhammad tinggal di tengah-tengah Keluarga Sa'd itu sampai mencapai usia lima tahun. Andaikata peristiwa itu terjadi ketika ia berusia dua setengah tahun, dan ketika itu Halimah dan suaminya mengembalikannya kepada ibunya, tentulah terdapat kontradiksi dalam dua sumber cerita itu yang tak dapat diterima. Oleh karena itu beberapa penulis berpendapat, bahwa ia kembali dengan Halimah itu untuk ketiga kalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Sir William Muir tidak mau menyebutkan cerita tentang dua orang berbaju putih itu, dan hanya menyebutkan, bahwa kalau Halimah dan suaminya sudah menyadari adanya suatu gangguan kepada anak itu, maka mungkin saja itu adalah suatu gangguan krisis urat-saraf, dan kalau hal itu tidak sampai mengganggu kesehatannya ialah karena bentuk tubuhnya yang baik. Barangkali yang lainpun akan berkata: Baginya tidak diperlukan lagi akan ada yang harus membelah perut atau dadanya, sebab sejak dilahirkan Tuhan sudah mempersiapkannya supaya menjalankan risalahNya. Dermenghem berpendapat, bahwa cerita ini tidak mempunyai dasar kecuali dari yang diketahui orang dari teks ayat yang berbunyi: "Bukankah sudah Kami lapangkan dadamu? Dan sudah Kami lepaskan beban dari kau? Yang telah memberati punggungmu?" (Qur'an 94: 1-3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah diisyaratkan Qur'an itu adalah dalam arti rohani semata, yang maksudnya ialah membersihkan (menyucikan) dan mencuci hati yang akan menerima Risalah Kudus, kemudian meneruskannya seikhlas-ikhlasnya, dengan menanggung segala beban karena Risalah yang berat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian apa yang diminta oleh kaum Orientalis dan pemikir-pemikir Muslim dalam hal ini ialah bahwa peri hidup Muhammad adalah sifatnya manusia semata-mata dan bersifat peri kemanusiaan yang luhur. Dan untuk memperkuat kenabiannya itu memang tidak perlu ia harus bersandar kepada apa yang biasa dilakukan oleh mereka yang suka kepada yang ajaib-ajaib. Dengan demikian mereka beralasan sekali menolak tanggapan penulis-penulis Arab dan kaum Muslimin tentang peri hidup Nabi yang tidak masuk akal itu. Mereka berpendapat bahwa apa yang dikemukakan itu tidak sejalan dengan apa yang diminta oleh Qur'an supaya merenungkan ciptaan Tuhan, dan bahwa undang-undang Tuhan takkan ada yang berubah-ubah. Tidak sesuai dengan ekspresi Qur'an tentang kaum Musyrik yang tidak mau mendalami dan tidak mau mengerti juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tinggal pada Keluarga Sa'd sampai mencapai usia lima tahun, menghirup jiwa kebebasan dan kemerdekaan dalam udara sahara yang lepas itu. Dari kabilah ini ia belajar mempergunakan bahasa Arab yang murni, sehingga pernah ia mengatakan kepada teman-temannya kemudian: "Aku yang paling fasih di antara kamu sekalian. Aku dari Quraisy tapi diasuh di tengah-tengah Keluarga Sa'd bin Bakr." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun masa yang ditempuhnya itu telah memberikan kenangan yang indah sekali dan kekal dalam jiwanya. Demikian juga Ibu Halimah dan keluarganya tempat dia menumpahkan rasa kasih sayang dan hormat selama hidupnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk daerah itu pernah mengalami suatu masa paceklik sesudah perkawinan Muhammad dengan Khadijah. Bilamana Halimah kemudian mengunjunginya, sepulangnya ia dibekali dengan harta Khadijah berupa unta yang dimuati air dan empat puluh ekor kambing. Dan setiap dia datang dibentangkannya pakaiannya yang paling berharga untuk tempat duduk Ibu Halimah sebagai tanda penghormatan. Ketika Syaima, puterinya berada di bawah tawanan bersama-sama pihak Hawazin setelah Ta'if dikepung, kemudian dibawa kepada Muhammad, ia segera mengenalnya. Ia dihormati dan dikembalikan kepada keluarganya sesuai dengan keinginan wanita itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah lima tahun, kemudian Muhammad kembali kepada ibunya. Dikatakan juga, bahwa Halimah pernah mencari tatkala ia sedang membawanya pulang ketempat keluarganya tapi tidak menjumpainya. Ia mendatangi Abd'l-Muttalib dan memberitahukan bahwa Muhammad telah sesat jalan ketika berada di hulu kota Mekah. Lalu Abd'l-Muttalibpun menyuruh orang mencarinya, yang akhirnya dikembalikan oleh Waraqa bin Naufal, demikian setengah orang berkata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bawah Asuhan Abd'l-Muttalib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abd'l-Muttalib yang bertindak mengasuh cucunya itu. Ia memeliharanya sungguh-sungguh dan mencurahkan segala kasih-sayangnya kepada cucu ini. Biasanya buat orang tua itu - pemimpin seluruh Quraisy dan pemimpin Mekah - diletakkannya hamparan tempat dia duduk di bawah naungan Ka'bah, dan anak-anaknya lalu duduk pula sekeliling hamparan itu sebagai penghormatan kepada orang tua. Tetapi apabila Muhammad yang datang maka didudukkannya ia di sampingnya diatas hamparan itu sambil ia mengelus-ngelus punggungnya. Melihat betapa besarnya rasa cintanya itu paman-paman Muhammad tidak mau membiarkannya di belakang dari tempat mereka duduk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih lagi kecintaan kakek itu kepada cucunya ketika Aminah kemudian membawa anaknya itu ke Medinah untuk diperkenalkan kepada saudara-saudara kakeknya dari pihak Keluarga Najjar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan itu dibawanya juga Umm Aiman, budak perempuan yang ditinggalkan ayahnya dulu. Sesampai mereka di Medinah kepada anak itu diperlihatkan rumah tempat ayahnya meninggal dulu serta tempat ia dikuburkan. Itu adalah yang pertama kali ia merasakan sebagai anak yatim. Dan barangkali juga ibunya pernah menceritakan dengan panjang lebar tentang ayah tercinta itu, yang setelah beberapa waktu tinggal bersama-sama, kemudian meninggal dunia di tengah-tengah pamannya dari pihak ibu. Sesudah Hijrah pernah juga Nabi menceritakan kepada sahabat-sahabatnya kisah perjalanannya yang pertama ke Medinah dengan ibunya itu. Kisah yang penuh cinta pada Medinah, kisah yang penuh duka pada orang yang ditinggalkan keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminah Wafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah cukup sebulan mereka tinggal di Medinah, Aminah sudah bersiap-siap akan pulang. Ia dan rombongan kembali pulang dengan dua ekor unta yang membawa mereka dari Mekah. Tetapi di tengah perjalanan, ketika mereka sampai di Abwa'2 ibunda Aminah menderita sakit, yang kemudian meninggal dan dikuburkan pula di tempat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu oleh Umm Aiman dibawa pulang ke Mekah, pulang menangis dengan hati yang pilu, sebatang kara. Ia makin merasa kehilangan; sudah ditakdirkan menjadi anak yatim. Terasa olehnya hidup yang makin sunyi, makin sedih. Baru beberapa hari yang lalu ia mendengar dari Ibunda keluhan duka kehilangan Ayahanda semasa ia masih dalam kandungan. Kini ia melihat sendiri dihadapannya, ibu pergi untuk tidak kembali lagi, seperti ayah dulu. Tubuh yang masih kecil itu kini dibiarkan memikul beban hidup yang berat, sebagai yatim-piatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih lagi kecintaan Abd'l-Muttalib kepadanya. Tetapi sungguhpun begitu, kenangan sedih sebagai anak yatim-piatu itu bekasnya masih mendalam sekali dalam jiwanya sehingga di dalam Qur'anpun disebutkan, ketika Allah mengingatkan Nabi akan nikmat yang dianugerahkan kepadanya itu: "Bukankah engkau dalam keadaan yatim-piatu? Lalu diadakanNya orang yang akan melindungimu? Dan menemukan kau kehilangan pedoman, lalu ditunjukkanNya jalan itu?" (Qur'an, 93: 6-7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abd'l-Muttalib Wafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan yang memilukan hati ini barangkali akan terasa agak meringankan juga sedikit, sekiranya Abd'l-Muttalib masih dapat hidup lebih lama lagi. Tetapi orang tua itu juga meninggal, dalam usia delapanpuluh tahun, sedang Muhammad waktu itu baru berumur delapan tahun. Sekali lagi Muhammad dirundung kesedihan karena kematian kakeknya itu, seperti yang sudah dialaminya ketika ibunya meninggal. Begitu sedihnya dia, sehingga selalu ia menangis sambil mengantarkan keranda jenazah sampai ketempat peraduan terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sesudah itupun ia masih tetap mengenangkannya sekalipun sesudah itu, di bawah asuhan Abu Talib pamannya ia mendapat perhatian dan pemeliharaan yang baik sekali, mendapat perlindungan sampai masa kenabiannya, yang terus demikian sampai pamannya itupun akhirnya meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kematian Abd'l-Muttalib ini merupakan pukulan berat bagi Keluarga Hasyim semua. Di antara anak-anaknya itu tak ada yang seperti dia: mempunyai keteguhan hati, kewibawaan, pandangan yang tajam, terhormat dan berpengaruh di kalangan Arab semua. Dia menyediakan makanan dan minuman bagi mereka yang datang berziarah, memberikan bantuan kepada penduduk Mekah bila mereka mendapat bencana. Sekarang ternyata tak ada lagi dari anak-anaknya itu yang akan dapat meneruskan. Yang dalam keadaan miskin, tidak mampu melakukan itu, sedang yang kaya hidupnya kikir sekali. Oleh karena itu maka Keluarga Umaya yang lalu tampil ke depan akan mengambil tampuk pimpinan yang memang sejak dulu diinginkan itu, tanpa menghiraukan ancaman yang datang dari pihak Keluarga Hasyim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bawah Asuhan Abu Talib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuhan Muhammad di pegang oleh Abu Talib, sekalipun dia bukan yang tertua di antara saudara-saudaranya. Saudara tertua adalah Harith, tapi dia tidak seberapa mampu. Sebaliknya Abbas yang mampu, tapi dia kikir sekali dengan hartanya. Oleh karena itu ia hanya memegang urusan siqaya (pengairan) tanpa mengurus rifada (makanan). Sekalipun dalam kemiskinannya itu, tapi Abu Talib mempunyai perasaan paling halus dan terhormat di kalangan Quraisy. Dan tidak pula mengherankan kalau Abd'l-Muttalib menyerahkan asuhan Muhammad kemudian kepada Abu Talib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Talib mencintai kemenakannya itu sama seperti Abd'l-Muttalib juga. Karena kecintaannya itu ia mendahulukan kemenakan daripada anak-anaknya sendiri. Budi pekerti Muhammad yang luhur, cerdas, suka berbakti dan baik hati, itulah yang lebih menarik hati pamannya. Pernah pada suatu ketika ia akan pergi ke Syam membawa dagangan - ketika itu usia Muhammad baru duabelas tahun - mengingat sulitnya perjalanan menyeberangi padang pasir, tak terpikirkan olehnya akan membawa Muhammad. Akan tetapi Muhammad yang dengan ikhlas menyatakan akan menemani pamannya itu, itu juga yang menghilangkan sikap ragu-ragu dalam hati Abu Talib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi Ke Suria Dalam Usia Duabelas Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu lalu turut serta dalam rombongan kafilah, hingga sampai di Bushra di sebelah selatan Syam. Dalam buku-buku riwayat hidup Muhammad diceritakan, bahwa dalam perjalanan inilah ia bertemu dengan rahib Bahira, dan bahwa rahib itu telah melihat tanda-tanda kenabian padanya sesuai dengan petunjuk cerita-cerita Kristen. Sebagian sumber menceritakan, bahwa rahib itu menasehatkan keluarganya supaya jangan terlampau dalam memasuki daerah Syam, sebab dikuatirkan orang-orang Yahudi yang mengetahui tanda-tanda itu akan berbuat jahat terhadap dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan itulah sepasang mata Muhammad yang indah itu melihat luasnya padang pasir, menatap bintang-bintang yang berkilauan di langit yang jernih cemerlang. Dilaluinya daerah-daerah Madyan, Wadit'l-Qura serta peninggalan bangunan-bangunan Thamud. Didengarnya dengan telinganya yang tajam segala cerita orang-orang Arab dan penduduk pedalaman tentang bangunan-bangunan itu, tentang sejarahnya masa lampau. Dalam perjalanan ke daerah Syam ini ia berhenti di kebun-kebun yang lebat dengan buab-buahan yang sudah masak, yang akan membuat ia lupa akan kebun-kebun di Ta'if serta segala cerita orang tentang itu. Taman-taman yang dilihatnya dibandingkannya dengan dataran pasir yang gersang dan gunung-gunung tandus di sekeliling Mekah itu. Di Syam ini juga Muhammad mengetahui berita-berita tentang Kerajaan Rumawi dan agama Kristennya, didengarnya berita tentang Kitab Suci mereka serta oposisi Persia dari penyembah api terhadap mereka dan persiapannya menghadapi perang dengan Persia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun usianya baru dua belas tahun, tapi dia sudah mempunyai persiapan kebesaran jiwa, kecerdasan dan ketajaman otak, sudah mempunyai tinjauan yang begitu dalam dan ingatan yang cukup kuat serta segala sifat-sifat semacam itu yang diberikan alam kepadanya sebagai suatu persiapan akan menerima risalah (misi) maha besar yang sedang menantinya. Ia melihat ke sekeliling, dengan sikap menyelidiki, meneliti. Ia tidak puas terhadap segala yang didengar dan dilihatnya. Ia bertanya kepada diri sendiri: Di manakah kebenaran dari semua itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Abu Talib tidak banyak membawa harta dari perjalanannya itu. Ia tidak lagi mengadakan perjalanan demikian. Malah sudah merasa cukup dengan yang sudah diperolehnya itu. Ia menetap di Mekah mengasuh anak-anaknya yang banyak sekalipun dengan harta yang tidak seberapa. Muhammad juga tinggal dengan pamannya, menerima apa yang ada. Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang seusia dia. Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Mekah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dengan 'Ukaz, Majanna dan Dhu'l-Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu'allaqat3. Pendengarannya terpesona oleh sajak-sajak yang fasih melukiskan lagu cinta dan puisi-puisi kebanggaan, melukiskan nenek moyang mereka, peperangan mereka, kemurahan hati dan jasa-jasa mereka. Didengarnya ahli-ahli pidato di antaranya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membenci paganisma Arab. Mereka bicara tentang Kitab-kitab Suci Isa dan Musa, dan mengajak kepada kebenaran menurut keyakinan mereka. Dinilainya semua itu dengan hati nuraninya, dilihatnya ini lebih baik daripada paganisma yang telah menghanyutkan keluarganya itu. Tetapi tidak sepenuhnya ia merasa lega. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sejak muda-belia takdir telah mengantarkannya ke jurusan yang akan membawanya ke suatu saat bersejarah, saat mula pertama datangnya wahyu, tatkala Tuhan memerintahkan ia menyampaikan risalahNya itu. Yakni risalah kebenaran dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Fijar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Muhammad sudah mengenal seluk-beluk jalan padang pasir dengan pamannya Abu Talib, sudah mendengar para penyair, ahli-ahli pidato membacakan sajak-sajak dan pidato-pidato dengan keluarganya dulu di pekan sekitar Mekah selama bulan-bulan suci, maka ia juga telah mengenal arti memanggul senjata, ketika ia mendampingi paman-pamannya dalam Perang Fijar. Dan Perang Fijar itulah di antaranya yang telah menimbulkan dan ada sangkut-pautnya dengan peperangan di kalangan kabilah-kabilah Arab. Dinamakan Al-Fijar4 ini karena ia terjadi dalam bulan-bulan suci, pada waktu kabilah-kabilah seharusnya tidak boleh berperang. Pada waktu itulah pekan-pekan dagang diadakan di 'Ukaz, yang terletak antara Ta'if dengan Nakhla dan antara Majanna dengan Dhu'l-Majaz, tidak jauh dari 'Arafat. Mereka di sana saling tukar menukar perdagangan, berlumba dan berdiskusi, sesudah itu kemudian berziarah ke tempat berhala-berhala mereka di Ka'bah. Pekan 'Ukaz adalah pekan yang paling terkenal di antara pekan-pekan Arab lainnya. Di tempat itu penyair-penyair terkemuka membacakan sajak-sajaknya yang terbaik, di tempat itu Quss (bin Sa'ida) berpidato dan di tempat itu pula orang-orang Yahudi, Nasrani dan penyembah-penyembah berhala masing-masing mengemukakan pandangan dengan bebas, sebab bulan itu bulan suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Barradz bin Qais dari kabilah Kinana tidak lagi menghormati bulan suci itu dengan mengambil kesempatan membunuh 'Urwa ar-Rahhal bin 'Utba dari kabilah Hawazin. Kejadian ini disebabkan oleh karena Nu'man bin'l-Mundhir setiap tahun mengirimkan sebuah kafilah dari Hira ke 'Ukaz membawa muskus, dan sebagai gantinya akan kembali dengan membawa kulit hewan, tali, kain tenun sulam Yaman. Tiba-tiba Barradz tampil sendiri dan membawa kafilah itu ke bawah pengawasan kabilah Kinana. Demikian juga 'Urwa lalu tampil pula sendiri dengan melintasi jalan Najd menuju Hijaz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pilihan Nu'man terhadap 'Urwa (Hawazin) ini telah menimbulkan kejengkelan Barradz (Kinana), yang kemudian mengikutinya dari belakang, lalu membunuhnya dan mengambil kabilah itu. Sesudah itu kemudian Barradz memberitahukan kepada Basyar bin Abi Hazim, bahwa pihak Hawazin akan menuntut balas kepada Quraisy. Fihak Hawazin segera menyusul Quraisy sebelum masuknya bulan suci. Maka terjadilah perang antara mereka itu. Pihak Quraisy mundur dan menggabungkan diri dengan pihak yang menang di Mekah. Pihak Hawazin memberi peringatan bahwa tahun depan perang akan diadakan di 'Ukaz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang demikian ini berlangsung antara kedua belah pihak selama empat tahun terus-menerus dan berakhir dengan suatu perdamaian model pedalaman, yaitu yang menderita korban manusia lebih kecil harus membayar ganti sebanyak jumlah kelebihan korban itu kepada pihak lain. Maka dengan demikian Quraisy telah membayar kompensasi sebanyak duapuluh orang Hawazin. Nama Barradz ini kemudian menjadi peribahasa yang menggambarkan kemalangan. Sejarah tidak memberikan kepastian mengenai umur Muhammad pada waktu Perang Fijar itu terjadi. Ada yang mengatakan umurnya limabelas tahun, ada juga yang mengatakan duapuluh tahun. Mungkin sebab perbedaan ini karena perang tersebut berlangsung selama empat tahun. Pada tahun permulaan ia berumur limabelas tahun dan pada tahun berakhirnya perang itu ia sudah memasuki umur duapuluh tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga orang berselisih pendapat mengenai tugas yang dipegang Muhammad dalam perang itu. Ada yang mengatakan tugasnya mengumpulkan anak-anak panah yang datang dari pihak Hawazin lalu di berikan kepada paman-pamannya untuk dibalikkan kembali kepada pihak lawan. Yang lain lagi berpendapat, bahwa dia sendiri yang ikut melemparkan panah. Tetapi, selama peperangan tersebut telah berlangsung sampai empat tahun, maka kebenaran kedua pendapat itu dapat saja diterima. Mungkin pada mulanya ia mengumpulkan anak-anak panah itu untuk pamannya dan kemudian dia sendiripun ikut melemparkan. Beberapa tahun sesudah kenabiannya Rasulullah menyebutkan tentang Perang Fijar itu dengan berkata: "Aku mengikutinya bersama dengan paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam perang itu; sebab aku tidak suka kalau tidak juga aku ikut melaksanakan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Perang Fijar Quraisy merasakan sekali bencana yang menimpa mereka dan menimpa Mekah seluruhnya, yang disebabkan oleh perpecahan, sesudah Hasyim dan 'Abd'l-Muttalib wafat, dan masing-masing pihak berkeras mau jadi yang berkuasa. Kalau tadinya orang-orang Arab itu menjauhi, sekarang mereka berebut mau berkuasa. Atas anjuran Zubair bin 'Abd'l-Muttalib di rumah Abdullah bin Jud'an diadakan pertemuan dengan mengadakan jamuan makan, dihadiri oleh keluarga-keluarga Hasyim, Zuhra dan Taym. Mereka sepakat dan berjanji atas nama Tuhan Maha Pembalas, bahwa Tuhan akan berada di pihak yang teraniaya sampai orang itu tertolong. Muhammad menghadiri pertemuan itu yang oleh mereka disebut Hilf'l-Fudzul. Ia mengatakan, "Aku tidak suka mengganti fakta yang kuhadiri di rumah Ibn Jud'an itu dengan jenis unta yang baik. Kalau sekarang aku diajak pasti kukabulkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita lihat, Perang Fijar itu berlangsung hanya beberapa hari saja tiap tahun. Sedang selebihnya masyarakat Arab kembali ke pekerjaannya masing-masing. Pahit-getirnya peperangan yang tergores dalam hati mereka tidak akan menghalangi mereka dari kegiatan perdagangan, menjalankan riba, minum minuman keras serta pelbagai macam kesenangan dan hiburan sepuas-puasnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah juga Muhammad ikut serta dengan mereka dalam hal ini? Ataukah sebaliknya perasaannya yang halus, kemampuannya yang terbatas serta asuhan pamannya membuatnya jadi menjauhi semua itu, dan melihat segala kemewahan dengan mata bernafsu tapi tidak mampu? Bahwasanya dia telah menjauhi semua itu, sejarah cukup menjadi saksi. Yang terang ia menjauhi itu bukan karena tidak mampu mencapainya. Mereka yang tinggal di pinggiran Mekah, yang tidak mempunyai mata pencarian, hidup dalam kemiskinan dan kekurangan, ikut hanyut juga dalam hiburan itu. Bahkan di antaranya lebih gila lagi dari pemuka-pemuka Mekah dan bangsawan-bangsawan Quraisy dalam menghanyutkan diri ke dalam kesenangan demikian itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jiwa Muhammad adalah jiwa yang ingin melihat, ingin mendengar, ingin mengetahui. Dan seolah tidak ikut sertanya ia belajar seperti yang dilakukan teman-temannya dari anak-anak bangsawan menyebabkan ia lebih keras lagi ingin memiliki pengetahuan. Karena jiwanya yang besar, yang kemudian pengaruhnya tampak berkilauan menerangi dunia, jiwa besar yang selalu mendambakan kesempurnaan, itu jugalah yang menyebabkan dia menjauhi foya-foya, yang biasa menjadi sasaran utama pemduduk Mekah. Ia mendambakan cahaya hidup yang akan lahir dalam segala manifestasi kehidupan, dan yang akan dicapainya hanya dengan dasar kebenaran. Kenyataan ini dibuktikan oleh julukan yang diberikan orang kepadanya dan bawaan yang ada dalam dirinya. Itu sebabnya, sejak masa ia kanak-kanak gejala kesempurnaan, kedewasaan dan kejujuran hati sudah tampak, sehingga penduduk Mekah semua memanggilnya Al-Amin (artinya 'yang dapat dipercaya'). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggembala Kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berpikir, ialah pekerjaannya menggembalakan kambing sejak dalam masa mudanya itu. Dia menggembalakan kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di antaranya ia berkata: "Nabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing." Dan katanya lagi: "Musa diutus, dia gembala kambing, Daud diutus, dia gembala kambing, aku diutus, juga gembala kambing keluargaku di Ajyad." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam demikian itu, karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua itu. Dalam pelbagai manifestasi alam ia mencari suatu penafsiran tentang penciptaan semesta ini. Ia melihat dirinya sendiri. Karena hatinya yang terang, jantungnya yang hidup, ia melihat dirinya tidak terpisah dari alam semesta itu. Bukankah juga ia menghirup udaranya, dan kalau tidak demikian berarti kematian? Bukankah ia dihidupkan oleh sinar matahari, bermandikan cahaya bulan dan kehadirannya berhubungan dengan bintang-bintang dan dengan seluruh alam? Bintang-bintang dan semesta alam yang tampak membentang di depannya, berhubungan satu dengan yang lain dalam susunan yang sudah ditentukan, matahari tiada seharusnya dapat mengejar bulan atau malam akan mendahului siang. Apabila kelompok kambing yang ada di depan Muhammad itu memintakan kesadaran dan perhatiannya supaya jangan ada serigala yang akan menerkam domba itu, jangan sampai - selama tugasnya di pedalaman itu - ada domba yang sesat, maka kesadaran dan kekuatan apakah yang menjaga susunan alam yang begitu kuat ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan permenungan demikian membuat ia jauh dari segala pemikiran nafsu manusia duniawi. Ia berada lebih tinggi dari itu sehingga adanya hidup palsu yang sia-sia akan tampak jelas di hadapannya. Oleh karena itu, dalam perbuatan dan tingkah-lakunya Muhammad terhindar dari segala penodaan nama yang sudah diberikan kepadanya oleh penduduk Mekah, dan memang begitu adanya: Al-Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini dibuktikan oleh keterangan yang diceritakannya kemudian, bahwa ketika itu ia sedang menggembala kambing dengan seorang kawannya. Pada suatu hari hatinya berkata, bahwa ia ingin bermain-main seperti pemuda-pemuda lain. Hal ini dikatakannya kepada kawannya pada suatu senja, bahwa ia ingin turun ke Mekah, bermain-main seperti para pemuda di gelap malam, dan dimintanya kawannya menjagakan kambing ternaknya itu. Tetapi sesampainya di ujung Mekah, perhatiannya tertarik pada suatu pesta perkawinan dan dia hadir di tempat itu. Tetapi tiba-tiba ia tertidur. Pada malam berikutnya datang lagi ia ke Mekah, dengan maksud yang sama. Terdengar olehnya irama musik yang indah, seolah turun dari langit. Ia duduk mendengarkan. Lalu tertidur lagi sampai pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah gerangan pengaruh segala daya penarik Mekah itu terhadap kalbu dan jiwa yang begitu padat oleh pikiran dan renungan? Gerangan apa pula artinya segala daya penarik yang kita gambarkan itu yang juga tidak disenangi oleh mereka yang martabatnya jauh di bawah Muhammad? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ia terhindar dari cacat. Yang sangat terasa benar nikmatnya, ialah bila ia sedang berpikir atau merenung. Dan kehidupan berpikir dan merenung serta kesenangan bekerja sekadarnya seperti menggembalakan kambing, bukanlah suatu cara hidup yang membawa kekayaan berlimpah-limpah baginya. Dan memang tidak pernah Muhammad mempedulikan hal itu. Dalam hidupnya ia memang menjauhkan diri dari segala pengaruh materi. Apa gunanya ia mengejar itu padahal sudah menjadi bawaannya ia tidak pernah tertarik? Yang diperlukannya dalam hidup ini asal dia masih dapat menyambung hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dia juga yang pernah berkata: "Kami adalah golongan yang hanya makan bila merasa lapar, dan bila sudah makan tidak sampai kenyang?" Bukankah dia juga yang sudah dikenal orang hidup dalam kekurangan selalu dan minta supaya orang bergembira menghadapi penderitaan hidup? Cara orang mengejar harta dengan serakah hendak memenuhi hawa nafsunya, sama sekali tidak pernah dikenal Muhammad selama hidupnya. Kenikmatan jiwa yang paling besar, ialah merasakan adanya keindahan alam ini dan mengajak orang merenungkannya. Suatu kenikmatan besar, yang hanya sedikit saja dikenal orang. Kenikmatan yang dirasakan Muhammad sejak masa pertumbuhannya yang mula-mula yang telah diperlihatkan dunia sejak masa mudanya adalah kenangan yang selalu hidup dalam jiwanya, yang mengajak orang hidup tidak hanya mementingkan dunia. Ini dimulai sejak kematian ayahnya ketika ia masih dalam kandungan, kemudian kematian ibunya, kemudian kematian kakeknya. Kenikmatan demikian ini tidak memerlukan harta kekayaan yang besar, tetapi memerlukan suatu kekayaan jiwa yang kuat. sehingga orang dapat mengetahui: bagaimana ia memelihara diri dan menyesuaikannya dengan kehidupan batin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata pada waktu itu Muhammad dibiarkan saja begitu, tentu takkan tertarik ia kepada harta. Dengan keadaannya itu ia akan tetap bahagia, seperti halnya dengan gembala-gembala pemikir, yang telah menggabungkan alam ke dalam diri mereka dan telah pula mereka berada dalam pelukan kalbu alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Abu Talib pamannya - seperti sudah kita sebutkan tadi -hidup miskin dan banyak anak. Dari kemenakannya itu ia mengharapkan akan dapat memberikan tambahan rejeki yang akan diperoleh dari pemilik-pemilik kambing yang kambingnya digembalakan. Suatu waktu ia mendengar berita, bahwa Khadijah binti Khuwailid mengupah orang-orang Quraisy untuk menjalankan perdagangannya. Khadijah adalah seorang wanita pedagang yang kaya dan dihormati, mengupah orang yang akan memperdagangkan hartanya itu. Berasal dari Keluarga (Banu) Asad, ia bertambah kaya setelah dua kali ia kawin dengan keluarga Makhzum, sehingga dia menjadi seorang penduduk Mekah yang terkaya. Ia menjalankan dagangannya itu dengan bantuan ayahnya Khuwailid dan beberapa orang kepercayaannya. Beberapa pemuka Quraisy pernah melamarnya, tetapi ditolaknya. Ia yakin mereka itu melamar hanya karena memandang hartanya. Sungguhpun begitu usahanya itu terus dikembangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke Suria Membawa Dagangan Khadijah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Abu Talib mengetahui, bahwa Khadijah sedang menyiapkan perdagangan yang akan dibawa dengan kafilah ke Syam, ia memanggil kemenakannya - yang ketika itu sudah berumur duapuluh lima tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku," kata Abu Talib, "aku bukan orang berpunya. Keadaan makin menekan kita juga. Aku mendengar, bahwa Khadijah mengupah orang dengan dua ekor anak unta. Tapi aku tidak setuju kalau akan mendapat upah semacam itu juga. Setujukah kau kalau hal ini kubicarakan dengan dia?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terserah paman," jawab Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Talibpun pergi mengunjungi Khadijah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khadijah, setujukah kau mengupah Muhammad?" tanya Abu Talib. "Aku mendengar engkau mengupah orang dengan dua ekor anak unta Tapi buat Muhammad aku tidak setuju kurang dari empat ekor." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau permintaanmu itu buat orang yang jauh dan tidak kusukai, akan kukabulkan, apalagi buat orang yang dekat dan kusukai." Demikian jawab Khadijah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah sang paman kepada kemenakannya dengan menceritakan peristiwa itu. "Ini adalah rejeki yang dilimpahkan Tuhan kepadamu," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat nasehat paman-pamannya Muhammad pergi dengan Maisara, budak Khadijah. Dengan mengambil jalan padang pasir kafilah itupun berangkat menuju Syam, dengan melalui Wadi'l-Qura, Madyan dan Diar Thamud serta daerah-daerah yang dulu pernah dilalui Muhammad dengan pamannya Abu Talib tatkala umurnya baru duabelas tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan sekali ini telah menghidupkan kembali kenangannya tentang perjalanan yang pertama dulu itu. Hal ini menambah dia lebih banyak bermenung, lebih banyak berpikir tentang segala yang pernah dilihat, yang pernah didengar sebelumnya: tentang peribadatan dan kepercayaan-kepercayaan di Syam atau di pasar-pasar sekeliling Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di Bushra ia bertemu dengan agama Nasrani Syam. Ia bicara dengan rahib-rahib dan pendeta-pendeta agama itu, dan seorang rahib Nestoria juga mengajaknya bicara. Barangkali dia atau rahib-rahib lain pernah juga mengajak Muhammad berdebat tentang agama Isa, agama yang waktu itu sudah berpecah-belah menjadi beberapa golongan dan sekta-sekta - seperti sudah kita uraikan di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kejujuran dan kemampuannya ternyata Muhammad mampu benar memperdagangkan barang-barang Khadijah, dengan cara perdagangan yang lebih banyak menguntungkan daripada yang dilakukan orang lain sebelumnya. Demikian juga dengan karakter yang manis dan perasaannya yang luhur ia dapat menarik kecintaan dan penghormatan Maisara kepadanya. Setelah tiba waktunya mereka akan kembali, mereka membeli segala barang dagangan dari Syam yang kira-kira akan disukai oleh Khadijah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan kembali kafilah itu singgah di Marr'-z-Zahran. Ketika itu Maisara berkata: "Muhammad, cepat-cepatlah kau menemui Khadijah dan ceritakan pengalamanmu. Dia akan mengerti hal itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad berangkat dan tengah hari sudah sampai di Mekah. Ketika itu Khadijah sedang berada di ruang atas. Bila dilihatnya Muhammad di atas unta dan sudah memasuki halaman rumahnya. ia turun dan menyambutnya. Didengarnya Muhammad bercerita dengan bahasa yang begitu fasih tentang perjalanannya serta laba yang diperolehnya, demikian juga mengenai barang-barang Syam yang dibawanya. Khadijah gembira dan tertarik sekali mendengarkan. Sesudah itu Maisarapun datang pula yang lalu bercerita juga tentang Muhammad, betapa halusnya wataknya, betapa tingginya budi-pekertinya. Hal ini menambah pengetahuan Khadijah di samping yang sudah diketahuinya sebagai pemuda Mekah yang besar jasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinannya Dengan Khadijah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat saja kegembiraan Khadijah ini telah berubah menjadi rasa cinta, sehingga dia - yang sudah berusia empatpuluh tahun, dan yang sebelum itu telah menolak lamaran pemuka-pemuka dan pembesar-pembesar Quraisy - tertarik juga hatinya mengawini pemuda ini, yang tutur kata dan pandangan matanya telah menembusi kalbunya. Pernah ia membicarakan hal itu kepada saudaranya yang perempuan - kata sebuah sumber, atau dengan sahabatnya, Nufaisa bint Mun-ya - kata sumber lain. Nufaisa pergi menjajagi Muhammad seraya berkata: "Kenapa kau tidak mau kawin?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak punya apa-apa sebagai persiapan perkawinan," jawab Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau itu disediakan dan yang melamarmu itu cantik, berharta, terhormat dan memenuhi syarat, tidakkah akan kauterima?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa itu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nufaisa menjawab hanya dengan sepatah kata: "Khadijah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan cara bagaimana?" tanya Muhammad. Sebenarnya ia sendiri berkenan kepada Khadijah sekalipun hati kecilnya belum lagi memikirkan soal perkawinan, mengingat Khadijah sudah menolak permintaan hartawan-hartawan dan bangsawan-bangsawan Quraisy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah atas pertanyaan itu Nufaisa mengatakan: "Serahkan hal itu kepadaku," maka iapun menyatakan persetujuannya. Tak lama kemudian Khadijah menentukan waktunya yang kelak akan dihadiri oleh paman-paman Muhammad supaya dapat bertemu dengan keluarga Khadijah guna menentukan hari perkawinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perkawinan itu berlangsung dengan diwakili oleh paman Khadijah, Umar bin Asad, sebab Khuwailid ayahnya sudah meninggal sebelum Perang Fijar. Hal ini dengan sendirinya telah membantah apa yang biasa dikatakan, bahwa ayahnya ada tapi tidak menyetujui perkawinan itu dan bahwa Khadijah telah memberikan minuman keras sehingga ia mabuk dan dengan begitu perkawinannya dengan Muhammad kemudian dilangsungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah dimulainya lembaran baru dalam kehidupan Muhammad. Dimulainya kehidupan itu sebagai suami-isteri dan ibu-bapa, suami-isteri yang harmonis dan sedap dari kedua belah pihak, dan sebagai ibu-bapa yang telah merasakan pedihnya kehilangan anak sebagaimana pernah dialami Muhammad yang telah kehilangan ibu-bapa semasa ia masih kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Muhammad atau Mahmud artinya yang terpuji (A). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Abwa' ialah sebuah desa antara Medinah dengan Juhfa, jaraknya 23 mil (37 km) dari Medinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Al-Mu'allaqat nama yang diberikan kepada tujuh buah kumpulan puisi Arab pra Islam yang dianggap terbaik, oleh tujuh penyair: Imr'l-Qais, Tarafa, Zuhair, Labid, 'Antara, 'Amr ibn Kulthum dan Harith ibn Hilizza. Mu'allaqat berarti 'yang digantungkan' yakni sajak-sajak yang ditulis dengan tinta emas (almudhahhab) di atas kain lina (A). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku (A).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DARI MASA KERASULAN SAMPAI ISLAMNYA UMAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan Khadijah dengan Waraqa b. Naufal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUHAMMAD sedang tidur. Khadijah menatapnya dengan hati penuh kasih dan harapan, kasih dan harapan terhadap orang yang tadi mengajaknya bicara itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilihatnya ia tidur nyenyak, nyenyak dan tenang sekali, ditinggalkannya orang itu perlahan-lahan. Ia keluar, dengan pikiran masih pada orang itu, orang yang pernah menggoncangkan hatinya. Pikirannya pada hari esok, pada hari yang akan memberikan harapan baik kepadanya. Harapannya, suami itu akan menjadi nabi atas umat, yang kini tengah hanyut dalam kesesatan. Ia akan membimbing mereka dengan ajaran agama yang benar serta akan membawa mereka ke jalan yang lurus. Tetapi, sungguhpun begitu, menghadapi masa yang akan datang, ia merasa kuatir sekali, kuatir akan nasib suami yang setia dan penuh kasih-sayang itu. Dibayangkannya dalam hatinya apa yang telah diceritakan kepadanya itu. Dibayangkannya itu malaikat yang begitu indah, yang memperlihatkan diri di angkasa, setelah menyampaikan wahyu Tuhan kepadanya dan yang kemudian memenuhi seluruh ruangan itu. Selalu ia melihat malaikat itu kemana saja ia mengalihkan muka. Khadijah masih mengulangi kata-kata yang dibacakan dan sudah terpateri dalam dada Muhammad itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dibentangkan kembali oleh Khadijah di depan mata hatinya. Kadang terkembang senyum di bibir, karena suatu harapan; kadang kecut juga rasanya, karena takut akan nasib yang mungkin akan menimpa diri Al-Amin kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahan ia tinggal seorang diri lama-lama. Pikirannya berpindah-pindah dari harapan yang manis sedap kepada kesangsian dan harap-harap cemas. Terpikir olehnya akan mencurahkan segala isi hatinya itu kepada orang yang sudah dikenalnya bijaksana dan akan dapat memberikan nasehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kemudian ia pergi menjumpai saudara sepupunya (anak paman), Waraqa b. Naufal. Seperti sudah disebutkan, Waraqa adalah seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bible dan sudah pula menterjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Ia menceritakan apa yang pernah dilihat dan didengar Muhammad dan menceritakan pula apa yang dikatakan Muhammad kepadanya, dengan menyebutkan juga rasa kasih dan harapan yang ada dalam dirinya. Waraqa menekur sebentar, kemudian katanya: "Maha Kudus Ia, Maha Kudus. Demi Dia yang memegang hidup Waraqa. Khadijah, percayalah, dia telah menerima Namus Besar1 seperti yang pernah diterima Musa. Dan sungguh dia adalah Nabi umat ini. Katakan kepadanya supaya tetap tabah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah pulang. Dilihatnya Muhammad masih tidur. Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas, bercampur harap dan cemas. Dalam tidur yang demikian itu, tiba-tiba ia menggigil, napasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Ia terbangun, manakala didengarnya malaikat datang membawakan wahyu kepadanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmupun bersihkan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu." (Qur'an 74: 1 - 7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandangnya ia oleh Khadijah, dengan rasa kasih yang lebih besar. Didekatinya ia perlahan-lahan seraya dimintanya, supaya kembali ia tidur dan beristirahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu tidur dan istirahat sudah tak ada lagi, Khadijah," jawabnya. "Jibril membawa perintah supaya aku memberi peringatan kepada umat manusia, mengajak mereka, dan supaya mereka beribadat hanya kepada Allah. Tapi siapa yang akan kuajak? Dan siapa pula yang akan mendengarkan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah berusaha menenteramkan hatinya. Cepat-cepat ia menceritakan apa yang didengarnya dari Waraqa tadi. Dengan penuh gairah dan bersemangat sekali kemudian ia menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu. Sudah sewajarnya apabila Khadijah cepat-cepat percaya kepadanya. Ia sudah mengenalnya benar. Selama hidupnya laki-laki itu selalu jujur, orang berjiwa besar ia dan selalu berbuat kebaikan dengan penuh rasa kasih-sayang. Selama dalam tahannuth, dilihatnya betapa besar kecenderungannya kepada kebenaran, dan hanya kebenaran semata-mata. Ia mencari kebenaran itu dengan persiapan jiwa, kalbu dan pikiran yang sudah begitu tinggi, membubung melampaui jangkauan yang akan dapat dibayangkan manusia, manusia yang menyembah patung dan membawakan kurban-kurban ke sana; mereka yang menganggap bahwa itu adalah tuhan yang dapat mendatangkan bencana dan keuntungan. Mereka membayangkan, bahwa itu patut disembah dan diagungkan. Wanita itu sudah melihatnya betapa benar ia pada tahun-tahun masa tahannuth itu. Juga ia melihatnya betapa benar keadaannya tatkala pertama kali ia kembali dari gua Hira', sesudah kerasulannya. Ia bingung sekali. Dimintanya oleh Khadijah, apabila malaikat itu nanti datang supaya diberitahukan kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana kemudian Muhammad melihat malaikat itu datang, didudukannya ia oleh Khadijah di paha kirinya, kemudian di paha kanan dan di pangkuannya. Malaikat itupun masih juga dilihatnya. Khadijah menghalau dan mencampakkan tutup mukanya. Waktu itu tiba-tiba Muhammad tidak lagi melihatnya. Khadijah tidak ragu lagi bahwa itu adalah malaikat, bukan setan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah peristiwa itu, pada suatu hari Muhammad pergi akan mengelilingi Ka'bah. Di tempat itu Waraqa b. Naufal menjumpainya. Sesudah Muhammad menceritakan keadaannya, Waraqa berkata: "Demi Dia Yang memegang hidup Waraqa. Engkau adalah Nabi atas umat ini. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pemah disampaikan kepada Musa. Pastilah kau akan didustakan orang, akan disiksa, akan diusir dan akan diperangi. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahuiNya pula." Lalu Waraqa mendekatkan kepalanya dan mencium ubun-ubun Muhammad. Muhammadpun segera merasakan adanya kejujuran dalam kata-kata Waraqa itu, dan merasakan pula betapa beratnya beban yang harus menjadi tanggungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ia jadi memikirkan, bagaimana akan mengajak Quraisy supaya turut beriman; padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. Mereka bersedia berperang dan mati untuk itu. Ditambah lagi mereka masih sekeluarga dan sanak famili yang dekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun begitu, tetapi mereka dalam kesesatan. Sedang apa yang dianjurkannya kepada mereka, itulah yang benar. Ia mengajak mereka, agar jiwa dan hati nurani mereka dapat lebih tinggi sehingga dapat berhubungan dengan Allah Yang telah menciptakan mereka dan menciptakan nenek-moyang mereka; agar mereka beribadat hanya kepadaNya, dengan penuh ikhlas, dengan jiwa yang bersih, untuk agama. Ia mengajak mereka supaya mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan yang baik, dengan memberikan kepada orang berdekatan, hak-hak mereka, begitu juga kepada orang yang dalam perjalanan; agar mereka menjauhkan diri dari menyembah batu-batu yang mereka buat jadi berhala yang menurut dugaan mereka akan mengampuni segala dosa mereka dari perbuatan angkara-murka yang mereka lakukan, dari menjalankan riba dan memakan harta anak piatu. Penyembahan mereka demikian itu membuat jiwa dan hati mereka lebih keras dan lebih membatu dari patung-patung itu. Ia memperingatkan mereka agar mereka mau melihat ciptaan Tuhan yang ada di langit dan di bumi; supaya semua itu menjadi tamsil dalam jiwa mereka serta kemudian menyadari betapa dahsyat dan agungnya semua itu. Dengan kesadaran demikian mereka akan memahami kebesaran undang-undang Ilahi yang berlaku di langit dan di bumi. Selanjutnya, dengan ibadatnya itu akan memahami pula kebesaran Al Khalik Pencipta alam semesta ini, Yang Tunggal, tiada bersekutu. Dengan demikian mereka akan lebih tinggi, akan lebih luhur Mereka akan diisi oleh rasa kasih-sayang terhadap mereka yang belum mendapat petunjuk Tuhan, dan akan berusaha ke arah itu. Mereka akan berlaku baik terhadap semua anak piatu, terhadap semua orang yang malang dan lemah. Ya! Ke arah itulah Tuhan memerintahkannya, supaya ia mengajak mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, itu jantung yang sudah begitu keras, jiwa yang sudah begitu kaku, sudah jadi kering dalam menyembah berhala seperti yang dilakukan oleh nenek-moyang mereka dahulu. Di tempat itu mereka berdagang, dan membuat Mekah menjadi pusat kunjungan penyembah berhala! Akan mereka tinggalkankah agama nenek-moyang mereka dan mereka lepaskan kedudukan kota mereka yang berarti suatu bahaya bilamana sudah tak ada lagi orang yang akan menyembah berhala? Lalu bagaimana pula akan membersihkan jiwa serupa itu dan melepaskan diri dari noda hawa-nafsu, hawa-nafsu yang akan menjerumuskan mereka, sampai kepada nafsu kebinatangannya, padahal dia sudah memperingatkan manusia supaya mengatasi nafsunya, menempatkan diri di atas berhala-berhala itu? Kalau mereka sudah tidak mau percaya kepadanya, apalagi yang harus ia lakukan? Inilah yang menjadi masalah besar itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Terhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sedang menantikan bimbingan wahyu dalam menghadapi masalahnya itu, menantikan adanya penyuluh yang akan menerangi jalannya. Tetapi, wahyu itu sekarang terputus! Jibrilpun tidak datang lagi kepadanya. Tempat di sekitarnya jadi sunyi, bisu. Ia merasa terasing dari orang, dan dari dirinya. Kembali ia merasa dalam ketakutan seperti sebelum turunnya wahyu. Konon Khadijah pernah mengatakan kepadanya: "Mungkin Tuhan tidak menyukai engkau." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih dalam ketakutan. Perasaan ini juga yang mendorongnya lagi akan pergi ke bukit-bukit dan menyendiri lagi dalam gua Hira'. Ia ingin membubung tinggi dengan seluruh jiwanya, menghadapkan diri kepada Tuhan, akan menanyakan: Kenapa ia lalu ditinggalkan sesudah dipilihNya? Kecemasan Khadijahpun tidak pula kurang rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengharap mati benar-benar kalau tidak karena merasakan adanya perintah yang telah diberikan kepadanya. Kembali lagi ia kepada dirinya, kemudian kepada Tuhannya. Konon katanya: Pernah terpikir olehnya akan membuang diri dari atas Hira' atau dari atas puncak gunung Abu Qubais. Apa gunanya lagi hidup kalau harapannya yang besar ini jadi kering lalu berakhir ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ia sedang dalam kekuatiran demikian itu - sesudah sekian lama terhenti - tiba-tiba datang wahyu membawa firman Tuhan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi pagi cerah yang gemilang. Dan demi malam bila senyap kelam. Tuhanmu tidak meninggalkan kau, juga tidak merasa benci. Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang. Dan akan segera ada pemberian dari Tuhan kepadamu. Maka engkaupun akan bersenang hati. Bukankah Ia mendapati kau seorang piatu, lalu diberiNya tempat berlindung? Dan Ia mendapati kau tak tahu jalan, lalu diberiNya kau petunjuk? Karena itu, terhadap anak piatu, jangan kau bersikap bengis. Dan tentang orang yang meminta, jangan kau tolak. Dan tentang kurnia Tuhanmu, hendaklah kau sebarkan."(Qur'an, 93: 1-11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Mulia Allah. Betapa damainya itu dalam jiwa. Betapa gembira dalam hati! Rasa cemas dan takut dalam diri Muhammad semuanya hilang sudah. Terbayang senyum di wajahnya. Bibirnyapun mengucapkan kata-kata syukur, kata-kata kudus dan penuh khidmat. Tidak lagi Khadijah merasa takut, bahwa Tuhan sudah tidak menyukai Muhammad dan iapun tidak lagi merasa takut dan gelisah. Bahkan Tuhan telah melindungi mereka berdua dengan rahmatNya. Segala rasa takut dan keraguan-raguan hilang sama sekali dari hatinya. Tak ada lagi bunuh diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada sekarang ialah hidup dan ajakan kepada Allah, dan hanya kepada Allah semata. Hanya kepada Allah Yang Maha Besar menundukkan kepala. Segala yang ada di langit dan di bumi bersujud belaka kepadaNya. Hanya Dialah Yang Hak, dan yang selain itu batil adanya. Hanya kepadaNya hati manusia dihadapkan, seluruh hidup kesana juga bergantung dan kepadaNya pula ruh akan kembali. "Sungguh, hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hari kemudian tempat berkumpulnya jiwa dengan segala bentuknya yang penuh, yang tidak lagi kenal ruang dan waktu, dan semua cara hidup pertama yang rendah ini akan terlupakan adanya. Hari kemudian yang akan disinari cahaya pagi, berkilauan, dan malam yang gelap dan kelam. Bintang-bintang di langit, bumi dan gunung-gunung, semua akan dihubungi oleh jiwa yang pasrah menyerah. Kehidupan inilah yang akan menjadi tujuan. Inilah kebenaran yang sesungguhnya. Di luar itu hanya bayangan belaka, yang tiada berguna. Kebenaran inilah yang cahayanya disinari oleh jiwa Muhammad, dan yang baru akan dipantulkan kembali guna memikirkan bagaimana mengajak orang ingat kepada Tuhan. Dan guna mengajak orang kepada Tuhan, ia harus membersihkan pakaiannya serta menjauhi perbuatan mungkar. Ia harus tabah menghadapi segala gangguan demi menjaga dakwah kepada Kebenaran. Ia harus menuntun umat kepada ilmu yang belum mereka ketahui; jangan menolak orang meminta, jangan berlaku bengis terhadap anak piatu. Cukuplah Tuhan telah memilihnya sebagai pengemban amanat. Maka katakanlah itu. Cukup sudah, bahwa Tuhan telah menemukannya sebagai seorang piatu, lalu dilindungiNya di bawah asuhan kakeknya Abd'l-Muttalib, dan pamannya, Abu Talib. Ia yang hidup miskin, telah diberi kekayaan dengan amanat Tuhan kepadanya. Dipermudah pula dengan Khadijah sebagai kawan semasa mudanya, kawan semasa dalam tahannuth, kawan semasa kerasulannya, kawan yang penuh cinta kasih, yang memberi nasehat dengan rasa kasih-sayangnya. Tuhan telah mendapatinya tak tahu jalan, lalu diberiNya petunjuk berupa risalah. Cukuplah semua itu. Hendaklah ia mengajak orang kepada Kebenaran, berusaha sedapat mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ketentuan Tuhan terhadap seorang nabi yang telah dipilihNya. Ia tidak ditinggalkanNya, juga tidak dibenciNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan telah mengajarkan Nabi bersembahyang, maka iapun bersembahyang, begitu juga Khadijah ikut pula sembahyang. Selain puteri-puterinya, tinggal bersama keluarga itu Ali bin Abi Talib sebagai anak muda yang belum balig. Pada waktu itu suku Quraisy sedang mengalami suatu krisis yang luarbiasa. Abu Talib adalah keluarga yang banyak anaknya. Muhammad sekali berkata kepada Abbas, pamannya - yang pada masa itu adalah yang paling mampu di antara Keluarga Hasyim: "Abu Talib saudaramu anaknya banyak. Seperti kaulihat, banyak orang yang mengalami krisis. Baiklah kita ringankan dia dari anak-anaknya itu. Aku akan mengambilnya seorang kaupun seorang untuk kemudian kita asuh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Abbas lalu mengasuh Ja'far dan Muhammad mengasuh Ali, yang tetap tinggal bersama sampai pada masa kerasulannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Muhammad dan Khadijah sedang sembahyang, tiba-tiba Ali menyeruak masuk. Dilihatnya kedua orang itu sedang ruku' dan sujud serta membaca beberapa ayat Qur'an yang sampai pada waktu itu sudah diwahyukan kepadanya. Anak ifu tertegun berdiri: "Kepada siapa kalian sujud?" tanyanya setelah sembahyang selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sujud kepada Allah," jawab Muhammad, "Yang mengutusku menjadi nabi dan memerintahkan aku mengajak manusia menyembah Allah" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Muhammadpun mengajak sepupunya itu beribadat kepada Allah semata tiada bersekutu serta menerima agama yang dibawa nabi utusanNya dengan meninggalkan berhala-berhala semacam Lat dan 'Uzza. Muhammad lalu membacakan beberapa ayat Qur'an. Ali sangat terpesona karena ayat-ayat itu luar biasa indahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia minta waktu akan berunding dengan ayahnya lebih dulu. Semalaman itu ia merasa gelisah. Tetapi besoknya ia memberi tahukan kepada suami-isteri itu, bahwa ia akan mengikuti mereka berdua, tidak perlu minta pendapat Abu Talib. "Tuhan menjadikan saya tanpa saya perlu berunding dengan Abu Talib. Apa gunanya saya harus berunding dengan dia untuk menyembah Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ali adalah anak pertama yang menerima Islam. Kemudian Zaid b. Haritha, bekas budak Nabi. Dengan demikian Islam masih terbatas hanya dalam lingkungan keluarga Muhammad: dia sendiri, isterinya, kemenakannya dan bekas budaknya. Masih juga ia berpikir-pikir, bagaimana akan mengajak kaum Quraisy itu. Tahu benar ia, betapa kerasnya mereka itu dan betapa pula kuatnya mereka berpegang pada berhala yang disembah-sembah nenek moyang mereka itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamnya Abu Bakr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu Abu Bakr b. Abi Quhafa dari kabilah Taim adalah teman akrab Muhammad. Ia senang sekali kepadanya, karena sudah diketahuinya benar ia sebagai orang yang bersih, jujur dan dapat dipercaya. Oleh karena itu orang dewasa pertama yang diajaknya menyembah Allah Yang Esa dan meninggalkan penyembahan berhala, adalah dia. Juga dia laki-laki pertama tempat dia membukakan isi hatinya akan segala yang dilihat serta wahyu yang diterimanya. Abu Bakr tidak ragu-ragu lagi memenuhi ajakan Muhammad dan beriman pula akan ajakannya itu. Jiwa yang mana lagi yang memang mendambakan kebenaran masih akan ragu-ragu meninggalkan penyembahan berhala dan untuk kemudian menyembah Allah Yang Esa! Jiwa yang mana lagi yang masih disebut jiwa besar di samping menyembah Allah masih mau menyembah batu yang bagaimanapun bentuknya! Jiwa yang mana lagi yang sudah bersih masih akan ragu-ragu membersihkan pakaian dan jiwanya, berderma kepada orang yang membutuhkan dan berbuat kebaikan kepada anak piatu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanannya kepada Allah dan kepada RasulNya itu segera diumumkan oleh Abu Bakr di kalangan teman-temannya. Ia memang seorang pria yang rupawan. "Menjadi kesayangan masyarakatnya dan amikal sekali. Dari kalangan Quraisy ia termasuk orang Quraisy yang berketurunan tinggi dan yang banyak mengetahui segala seluk-beluk bangsa itu, yang baik dan yang jahat. Sebagai pedagang dan orang yang berakhlak baik ia cukup terkenal. Kalangan masyarakatnya sendiri yang terkemuka mengenalnya dalam satu bidang saja. Mereka mengenalnya karena ilmunya, karena perdagangannya dan karena pergaulannya yang baik." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin yang Mula-mula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kalangan masyarakatnya yang dipercayai oleh Abu Bakr diajaknya mereka kepada Islam. Usman b. 'Affan, Abdurrahman b. 'Auf, Talha b. 'Ubaidillah, Sa'd b. Abi Waqqash dan Zubair bin'l-'Awwam mengikutinya pula menganut Islam. Kemudian menyusul pula Abu 'Ubaida bin'l-Djarrah, dan banyak lagi yang lain dari penduduk Mekah. Mereka yang sudah Islam itu lalu datang kepada Nabi menyatakan Islamnya, yang selanjutnya menerima ajaran-ajaran agama itu dari Nabi sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui adanya permusuhan yang begitu bengis dari pihak Quraisy terhadap segala sesuatu yang melanggar paganisma, maka kaum Muslimin yang mula-mula masih sembunyi-sembunyi. Apabila mereka akan melakukan salat, mereka pergi ke celah-celah gunung di Mekah. Keadaan serupa ini berjalan selama tiga tahun, sementara Islam tambah meluas juga di kalangan penduduk Mekah. Wahyu yang datang kepada Muhammad selama itu makin memperkuat iman kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menambah pula dakwah itu berkembang sebenarnya karena teladan yang diberikan Muhammad sangat baik sekali: ia penuh bakti dan penuh kasih-sayang, sangat rendah hati dan penuh kejantanan, tutur-katanya lemah-lembut dan selalu berlaku adil; hak setiap orang masing-masing ditunaikan. Pandangannya terhadap orang yang Iemah, terhadap piatu, orang yang sengsara dan miskin adalah pandangan seorang bapa yang penuh kasih, lemah-lembut dan mesra. Malam haripun, dalam ia bertahajud, malam ia tidak cepat tidur, membaca wahyu yang disampaikan kepadanya, renungannya selalu tentang langit dan bumi, mencari pertanda dari segenap wujud ini, permohonannya selalu dihadapkan hanya kepada Allah. Dia. yang menyerapkan hidup semesta ini ke dalam dirinya dan kedalam jantung kehidupannya sendiri, adalah suatu teladan yang membuat mereka yang sudah beriman dan menyatakan diri Islam itu, makin besar cintanya kepada Islam dan makin kukuh pula imannya. Mereka sudah berketetapan hati meninggalkan anutan nenek-moyang mereka dengan menanggung segala siksaan kaum musyrik yang hatinya belum lagi disentuh iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudagar-saudagar dan kaum bangsawan Mekah yang sudah mengenal arti kesucian, sudah menyadari arti kebenaran, pengampunan dan arti rahmat, mereka beriman kepada ajaran Muhammad. Semua kaum yang lemah, semua orang yang sengsara dan semua orang yang tidak punya, beriman kepadanya. Ajaran Muhammad sudah tersebar di Mekah, orang sudah berbondong-bondong memasuki Islam, pria dan wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang banyak bicara tentang Muhammad dan tentang ajaran-ajarannya. Akan tetapi penduduk Mekah yang masih berhati-hati, yang masih tertutup hatinya, pada mulanya tidak menghiraukannya. Mereka menduga, bahwa kata-katanya tidakkan lebih dari kata-kata pendeta atau ahli-ahli pikir semacam Quss, Umayya, Waraqa dan yang lain. Orang pasti akan kembali kepada kepercayaan nenek-moyangnya; yang akhirnya akan menang ialah Hubal, Lat dan 'Uzza, begitu juga Isaf dan Na'ila yang dibawai kurban. Mereka lupa bahwa iman yang murni tak dapat dikalahkan, dan bahwa kebenaran pasti akan mendapat kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan Muhammad Kepada Keluarganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian sesudah kerasulannya, perintah Allah datang supaya ia mengumumkan ajaran yang masih disembunyikan itu, perintah Allah supaya disampaikan. Ketika itu wahyu datang: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berilah peringatan kepada keluarga-keluargamu yang dekat. Limpahkanlah kasih-sayang kepada orang-orang beriman yang mengikut kau. Kalaupun mereka tidak mau juga mengikuti kau, katakanlah, 'Aku lepas tangan dari segala perbuatan kamu.'" (Qur'an 26: 214-216) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampaikanlah apa yang sudah diperintahkan kepadamu, dan tidak usah kauhiraukan orang-orang musyrik itu."(Qur'an 15: 94) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadpun mengundang makan keluarga-keluarga itu ke rumahnya, dicobanya bicara dengan mereka dan mengajak mereka kepada Allah. Tetapi Abu Talib, pamannya, lalu menyetop pembicaraan itu. Ia mengajak orang-orang pergi meninggalkan tempat. Keesokan harinya sekali lagi Muhammad mengundang mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, katanya kepada mereka: "Saya tidak melihat ada seorang manusia di kalangan Arab ini dapat membawakan sesuatu ke tengah-tengah mereka lebih baik dari yang saya bawakan kepada kamu sekalian ini. Kubawakan kepada kamu dunia dan akhirat yang terbaik. Tuhan telah menyuruh aku mengajak kamu sekalian. Siapa di antara kamu ini yang mau mendukungku dalam hal ini?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua menolak, dan sudah bersiap-siap akan meninggalkannya. Tetapi tiba-tiba Ali bangkit - ketika itu ia masih anak-anak, belum lagi balig. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah, saya akan membantumu," katanya. "Saya adalah lawan siapa saja yang kautentang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banu Hasyim tersenyum, dan ada pula yang tertawa terbahak-bahak. Mata mereka berpindah-pindah dari Abu Talib kepada anaknya. Kemudian mereka semua pergi meninggalkannya dengan ejekan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu Muhammad kemudian mengalihkan seruannya dari keluarga-keluarganya yang dekat kepada seluruh penduduk Mekah. Suatu hari ia naik ke Shafa2 dengan berseru: "Hai masyarakat Quraisy." Tetapi orang Quraisy itu lalu membalas: "Muhammad bicara dari atas Shafa." Mereka lalu datang berduyun-duyun sambil bertanya-tanya, "Ada apa?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana pendapatmu sekalian kalau kuberitahukan kamu, bahwa pada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda. Percayakah kamu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab mereka. "Engkau tidak pernah disangsikan. Belum pernah kami melihat engkau berdusta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mengingatkan kamu sekalian, sebelum menghadapi siksa yang sungguh berat," katanya, "Banu Abd'l-Muttalib, Banu Abd Manaf, Banu Zuhra, Banu Taim, Banu Makhzum dan Banu Asad Allah memerintahkan aku memberi peringatan kepada keluarga-keluargaku terdekat. Baik untuk kehidupan dunia atau akhirat. Tak ada sesuatu bahagian atau keuntungan yang dapat kuberikan kepada kamu, selain kamu ucapkan: Tak ada tuhan selain Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti dilaporkan: Abu Lahab - seorang laki-laki berbadan gemuk dan cepat naik darah - kemudian berdiri sambil meneriakkan: "Celaka kau hari ini. Untuk ini kau kumpulkan kami?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tak dapat bicara. Dilihatnya pamannya itu. Tetapi kemudian sesudah itu datang wahyu membawa firman Tuhan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan celakalah ia. Tak ada gunanya kekayaan dan usahanya itu. Api yang menjilat-jilat akan menggulungnya" (Qur'an 111: 1-5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan Abu Lahab dan sikap permusuhan kalangan Quraisy yang lain tidak dapat merintangi tersebarnya dakwah Islam di kalangan penduduk Mekah itu. Setiap hari niscaya akan ada saja orang yang Islam - menyerahkan diri kepada Allah. Lebih-lebih mereka yang tidak terpesona oleh pengaruh dunia perdagangan untuk sekedar melepaskan renungan akan apa yang telah diserukan kepada mereka. Mereka sudah melihat Muhammad yang berkecukupan, baik dari harta Khadijah atau hartanya sendiri. Tidak dipedulikannya harta itu, juga tidak akan memperbanyaknya lagi. Ia mengajak orang hidup dalam kasih-sayang, dengan lemah-lembut, dalam kemesraan dan tasamuh (lapang dada, toleransi). Ya, bahkan dia yang menerima wahyu menyebutkan, bahwa memupuk-mupuk kekayaan adalah suatu kutukan terhadap jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu telah dilalaikan oleh perlombaan saling memperbanyak. Sampai nanti kamu menuju kubur. Sekali lagi, jangan! Akan kamu ketahui juga nanti. Jangan. Kalau kamu mengetahui dengan meyakinkan. Niscaya akan kamu lihat neraka. Kemudian, tentu akan kamu lihat itu dengan mata yang meyakinkan. Hari itu kemudian baru kamu akan ditanyai tentang kesenangan itu." (Qur'an 102: 1-8) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi yang lebih baik daripada yang dianjurkan Muhammad itu! Bukankah ia menganjurkan kebebasan? Kebebasan mutlak yang tak ada batasnya. Kebebasan yang sungguh bernilai bagi setiap manusia Arab itu, sama dengan nilai hidupnya sendiri! Ya! Bukankah orang mau melepaskan diri dari belenggu dengan pengabdian yang bagaimanapun selain pengabdiannya kepada Allah? Bukankah setiap belenggu itu harus dihancurkan? Tak ada Hubal, tak ada Lat, 'Uzza. Tak ada api Majusi, matahari orang Mesir, tak ada bintang penyembah bintang, tak ada hawariyin (pengikut-pengikut Isa), tak ada seorang manusiapun, atau malaikat ataupun jin yang akan menjadi batas antara Allah dengan manusia. Di hadapan Allah, hanya di hadapanNya Yang Tunggal tak bersekutu, manusia akan dimintai pertanggung-jawabannya atas perbuatannya yang telah dilakukan, yang baik dan yang buruk. Hanya perbuatan manusia itu sajalah yang menjadi perantaranya. Hati kecilnya yang akan menimbang semua perbuatan. Hanya itulah yang berkuasa atas dirinya. Dengan itulah dipertanggungkan ketika setiap jiwa mendapat balasan sesuai dengan perbuatannya. Kebebasan mana lagi yang lebih luas daripada yang diajarkan Muhammad itu? Adakah Abu Lahab dan kawan-kawannya mengajarkan yang semacam itu - sedikit sekalipun? Ataukah mereka mengajarkan supaya manusia tetap dalam perhambaan, dalam perbudakan, yang sudah ditimbuni oleh kepercayaan-kepercayaan khurafat dan takhayul, yang sudah menutupi mereka dari segala cahaya kebenaran? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quraisy Menghasut Penyair-penyairnya Terhadap Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Abu Lahab, Abu Sufyan dan bangsawan-bangsawan Quraisy terkemuka lainnya, hartawan-hartawan yang gemar bersenang-senang, mulai merasakan, bahwa ajaran Muhammad itu merupakan bahaya besar bagi kedudukan mereka. Jadi yang mula-mula harus mereka lakukan ialah menyerangnya dengan cara mendiskreditkannya, dan mendustakan segala apa yang dinamakannya kenabian itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama yang mereka lakukan dalam hal ini ialah membujuk penyair-penyair mereka: Abu Sufyan bin'l-Harith, 'Amr bin'l-'Ash dan Abdullah ibn'z-Ziba'ra, supaya mengejek dan menyerangnya. Dalam pada itu penyair-penyair Muslimin juga tampil membalas serangan mereka tanpa Muhammad sendiri yang harus melayani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, selain penyair-penyair itu beberapa orang tampil pula meminta kepada Muhammad beberapa mujizat yang akan dapat membuktikan kerasulannya: mujizat-mujizat seperti pada Musa dan Isa. Kenapa bukit-bukit Shafa dan Marwa itu tidak disulapnya menjadi emas, dan kitab yang dibicarakannya itu dalam bentuk tertulis diturunkan dari langit? Dan kenapa Jibril yang banyak dibicarakan oleh Muhammad itu tidak muncul di hadapan mereka? Kenapa dia tidak menghidupkan orang-orang yang sudah mati, menghalau bukit-bukit yang selama ini membuat Mekah terkurung karenanya? Kenapa ia tidak memancarkan mata air yang lebih sedap dari air sumur Zamzam, padahal ia tahu betapa besar hajat penduduk negerinya itu akan air? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sampai disitu saja kaum musyrikin itu mau mengejeknya dalam soal-soal mujizat, malahan ejekan mereka makin menjadi-jadi, dengan menanyakan: kenapa Tuhannya itu tidak memberikan wahyu tentang harga barang-barang dagangan supaya mereka dapat mengadakan spekulasi buat hari depan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat mereka itu berkepanjangan. Tetapi wahyu yang datang kepada Muhammad menjawab debat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Aku tak berkuasa membawa kebaikan atau menolak bahaya untuk diriku sendiri, kalau tidak dengan kehendak Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib-gaib, niscaya kuperbanyak amal kebaikan itu dan bahayapun tidak menyentuhku. Tapi aku hanya memberi peringatan dan membawa berita gembira bagi mereka yang beriman." (Qur'an 7: 188) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Muhammad hanya mengingatkan dan membawa berita gembira. Bagaimana mereka akan menuntutnya dengan hal-hal yang tak masuk akal. Sedang dia tidak mengharapkan dari mereka kecuali yang masuk akal, bahkan yang diminta dan diharuskan oleh akal?! Bagaimana mereka menuntutnya dengan hal-hal yang bertentangan dengan kodrat jiwa yang tinggi padahal yang diharapkannya dari mereka agar mereka mau menerima suara yang sesuai dengan kodrat jiwa yang tinggi itu?! Bagaimana pula mereka masih menuntutnya dengan beberapa mujizat, padahal kitab yang diwahyukan kepadanya itu dan yang menunjukkan jalan yang benar itu adalah mujizat dari segala mujizat? Kenapa mereka masih menuntut supaya kerasulannya itu diperkuat lagi dengan keanehan-keanehan yang tak masuk akal, yang sesudah itu nanti merekapun akan ragu-ragu lagi, akan mengikutinyakah mereka atau tidak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini, yang mereka katakan tuhan-tuhan mereka itu, tidak lebih adalah batu-batu atau kayu yang disangga atau berhala-berhala yang tegak di tengah-tengah padang pasir, yang tidak dapat membawa kebaikan ataupun menolak bahaya. Sungguhpun begitu mereka menyembahnya juga, tanpa menuntut pembuktian sifat-sifat ketuhanannya. Dan kalaupun itu yang dituntut, pasti ia akan tetap batu atau kayu, tanpa hidup, tanpa gerak; untuk dirinyapun ia tak dapat menolak bahaya atau membawa kebaikan. Dan jika ada yang datang menghancurkannya iapun takkan dapat mempertahankan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Menista Dewa-dewa Quraisy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadpun sudah terang-terangan menyebut berhala-berhala mereka, yang sebelum itu tidak pernah disebut-sebutnya. Ia mencelanya, yang juga sebelum itu tidak pernah dilakukan demikian. Hal ini menjadi soal besar bagi Quraisy dan dirasakan menusuk hati mereka. Tentang laki-laki itu, serta apa yang dihadapinya dari mereka dan dihadapi mereka dari dia, sekarang mulai sungguh-sungguh menjadi perhatian mereka. Sampai sebegitu jauh mereka baru sampai memperolok kata-katanya. Apabila mereka duduk-duduk di Dar'n Nadwa3, atau disekitar Ka'bah dengan berhala-berhala yang ada, membuallah mereka dengan sikap tidak lebih dari senyuman mengejek dan berolok-olok. Akan tetapi, jika yang dihina dan diejek itu sekarang dewa-dewa mereka yang mereka sembah dan disembah nenek-moyang mereka, termasuk Hubal, Lat, 'Uzza dan semua berhala, maka tidak lagi soalnya soal olok-olok dan cemoohan, melainkan sudah menjadi soal yang serius dan menentukan. Atau, andaikata orang itu sampai dapat menghasut penduduk Mekah melawan mereka dan meninggalkan berhala-berhala mereka, hasil apa yang akan diperolehnya dari perdagangan Mekah itu? Dan bagaimana pula kedudukan mereka dalam arti agama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Talib pamannya belum lagi menganut Islam. Tetapi tetap ia sebagai pelindung dan penjaga kemenakannya itu. Ia sudah menyatakan kesediaannya akan membelanya. Atas dasar itu pemuka-pemuka bangsawan Quraisy - dengan diketahui oleh Abu Sufyan b. Harb - pergi menemui Abu Talib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Talib," kata mereka, "kemenakanmu itu sudah memaki berhala-berhala kita, mencela agama kita, tidak menghargai harapan-harapan kita dan menganggap sesat nenek-moyang kita. Soalnya sekarang, harus kauhentikan dia; kalau tidak biarlah kami sendiri yang akan menghadapinya. Oleh karena engkau juga seperti kami tidak sejalan, maka cukuplah engkau dari pihak kami menghadapi dia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Abu Talib menjawab mereka dengan baik sekali. Sementara itu Muhammad juga tetap gigih menjalankan tugas dakwahnya dan dakwa itupun mendapat pengikut bertambah banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quraisy segera berkomplot menghadapi Muhammad itu. Sekali lagi mereka pergi menemui Abu Talib. Sekali ini disertai 'Umara bin'l-Walid bin'l-Mughira, seorang pemuda yang gagah dan rupawan, yang akan diberikan kepadanya sebagai anak angkat, dan sebagai gantinya supaya Muhammad diserahkan kepada mereka. Tetapi inipun ditolak. Muhammad terus juga berdakwah, dan Quraisypun terus juga berkomplot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ketiga kalinya mereka mendatangi lagi Abu Talib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Talib'" kata mereka, "Engkau sebagai orang yang terhormat, terpandang di kalangan kami. Kami telah minta supaya menghentikan kemenakanmu itu, tapi tidak juga kaulakukan. Kami tidak akan tinggal diam terhadap orang yang memaki nenek-moyang kita, tidak menghargai harapan-harapan kita dan mencela berhala-berhala kita - sebelum kausuruh dia diam atau sama-sama kita lawan dia hingga salah satu pihak nanti binasa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat sekali bagi Abu Talib akan berpisah atau bermusuhan dengan masyarakatnya. Juga tak sampai hati ia menyerahkan atau membuat kemenakannya itu kecewa. Gerangan apa yang harus dilakukannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimintanya Muhammad datang dan diceritakannya maksud seruan Quraisy. Lalu katanya: "Jagalah aku, begitu juga dirimu. Jangan aku dibebani hal-hal yang tak dapat kupikul." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad menekur sejenak, menekur berhadapan dengan sebuah sejarah alam wujud ini, sejarah yang sedang tertegun tak tahu hendak ke mana tujuannya. Dalam kata-kata yang kemudian menguntai dari bibir laki-laki itu adalah suatu keputusan bagi dunia: adakah dunia ini akan dalam kesesatan selalu dan terus dijerumuskan, lalu datang Majusi menekan Kristen yang sudah gagal dan kacau, dan dengan demikian paganisma dengan kebatilannya itu akan mengangkat kepala yang sudah rapuk dan busuk? Atau ia harus memancarkan terus sinar kebenaran itu, memproklamirkan kata-kata Tauhid, membebaskan pikiran manusia dari belenggu perbudakan, membebaskannya dari rantai ilusi dan mengangkatnya kemartabat yang lebih tinggi, sehingga jiwa manusia itu dapat mencapai hubungan dengan Zat Maha Tinggi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan Quraisy Kepada Abu Talib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamannya, ini pamannya seolah sudah tak berdaya lagi membela dan memeliharanya. Ia sudah mau meninggalkan dan melepaskannya. Sedang kaum Muslimin masih lemah, mereka tak berdaya akan berperang, tidak dapat mereka melawan Quraisy yang punya kekuasaan, punya harta, punya persiapan dan jumlah manusia. Sebaliknya dia tidak punya apa-apa selain kebenaran. Dan atas nama kebenaran sebagai pembelanya ia mengajak orang. Tak punya apa-apa ia selain imannya kepada kebenaran itu sebagai perlengkapan. Terserahlah apa jadinya! Hari kemudian itu baginya lebih baik daripada yang sekarang. Ia akan meneruskan misinya, akan mengajak orang seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Lebih baik mati ia membawa iman kebenaran yang telah diwahyukan kepadanya daripada menyerah atau ragu-ragu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dengan jiwa yang penuh kekuatan dan kemauan, ia menoleh kepada pamannya seraya berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman, demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku, dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan, biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu di tanganku, atau aku binasa karenanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, demikian besarnya kebenaran itu, demikian dahsyatnya iman itu! Gemetar orang tua ini mendengar jawaban Muhammad, tertegun ia. Ternyata ia berdiri di hadapan tenaga kudus dan kemauan yang begitu tinggi, di atas segala kemampuan tenaga hidup yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad berdiri. Air matanya terasa menyumbat karena sikap pamannya yang tiba-tiba itu, sekalipun tak terlintas kesangsian dalam hatinya sedikitpun akan jalan yang ditempuhnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika lamanya Abu Talib masih dalam keadaan terpesona. Ia masih dalam kebingungan antara tekanan masyarakatnya dengan sikap kemanakannya itu. Tetapi kemudian dimintanya Muhammad datang lagi, yang lalu katanya: "Anakku, katakanlah sekehendakmu. Aku tidak akan menyerahkan engkau bagaimanapun juga!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan Muhammad Terhadap Pamannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan kata-kata kemenakannya itu oleh Abu Talib disampaikan kepada Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. Pembicaranya tentang Muhammad itu terpengaruh oleh suasana yang dilihat dan dirasakannya ketika itu. Dimintanya supaya Muhammad dilindungi dari tindakan Quraisy. Mereka semua menerima usul ini, kecuali Abu Lahab. Terang-terangan ia menyatakan permusuhannya. Ia menggabungkan diri pada pihak lawan mereka. Permintaan mereka supaya ia dilindungi itu sudah tentu karena terpengaruh oleh fanatisma golongan dan permusuhan lama antara Banu Hasyim dan Banu Umayya. Tetapi bukan fanatisma itu saja yang mendorong Quraisy bersikap demikian. Ajarannya itu sungguh berbahaya bagi kepercayaan yang biasa dilakukan oleh leluhur mereka. Kedudukan Muhammad di tengah-tengah mereka, pendiriannya yang teguh serta ajarannya pada kebaikan supaya orang hanya menyembah Zat Yang Tunggal, yang pada waktu itu memang sudah meluas juga di kalangan kabilah-kabilah Arab, bahwa agama Allah itu bukanlah seperti yang ada pada mereka sekarang, membuat mereka dapat membenarkan juga sikap kemenakan mereka itu, Muhammad, dalam menyatakan pendiriannya, seperti yang pernah dilakukan oleh Umayya b. Abi'sh-Shalt dan Waraqa b. Naufal dan yang lain. Kalau Muhammad memang benar - dan ini yang tidak dapat mereka pastikan - maka kebenaran itu akan tampak juga dan merekapun akan merasakan pula kemegahannya. Sebaliknya, kalau tidak atas dasar kebenaran, maka orangpun akan meninggalkannya seperti yang sudah terjadi sebelum itu. Akhirnya ajaran demikian ini tidak akan meninggalkan bekas dalam mengeluarkan mereka dari tradisi yang ada dan dia sendiripun akan diserahkan kepada musuh supaya dibunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quraisy Menyiksa Kaum Muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap gangguan Quraisy ia dapat berlindung kepada goIongannya, seperti kepada Khadijah bila ia mengalami kesedihan. Baginya - dengan imannya yang sungguh-sungguh dan cinta-kasihnya yang besar - Khadijah adalah lambang kejujuran yang dapat menghilangkan segala kesedihan hatinya, yang dapat menguatkan kembali setiap ciri kelemahan yang mungkin timbul karena siksaan musuh-musuhnya yang begitu keras menentangnya serta melakukan penyiksaan terus-menerus terhadap pengikut-pengikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum itu sebenarnya Quraisy memang tidak pernah mengenal hidup tenteram. Bahkan setiap kabilah itu langsung menyerbu kaum Muslimin yang ada di kalangan mereka: disiksa dan dipaksa melepaskan agamanya; sehingga di antara mereka ada yang mencampakkan budaknya, Bilal, ke atas pasir di bawah terik matahari yang membakar, dadanya ditindih dengan batu dan akan dibiarkan mati. Soalnya karena ia teguh bertahan dalam Islam! Dalam kekerasan semacam itu Bilal hanya berkata: "Ahad, Ahad, Hanya Yang Tunggal!" Ia memikul semua siksaan itu demi agamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pada suatu hari oleh Abu Bakr dilihatnya Bilal mengalami siksaan begitu rupa, ia dibelinya lalu dibebaskan. Tidak sedikit budak-budak yang mengalami kekerasan serupa itu oleh Abu Bakr dibeli - diantaranya budak perempuan Umar bin'l-Khattab, dibelinya dari Umar (sebelum masuk Islam). Ada pula seorang wanita yang disiksa sampai mati karena ia tidak mau meninggalkan Islam kembali kepada kepercayaan leluhurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin di luar budak-budak itu, dipukuli dan dihina dengan berbagai cara. Muhammad juga tidak terkecuali mengalami gangguan-gangguan - meskipun sudah dilindungi oleh Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. Umm Jamil, isteri Abu Jahl, melemparkan najis ke depan rumahnya. Tetapi cukup Muhammad hanya membuangnya saja. Dan pada waktu sembayang, Abu Jahl melemparinya dengan isi perut kambing yang sudah disembelih untuk sesajen kepada berhala-berhala. Ditanggungnya gangguan demikian itu dan ia pergi kepada Fatimah, puterinya, supaya mencucikan dan membersihkannya kembali. Ditambah lagi, di samping semua itu, kaum Muslimin harus menerima kata-kata biadab dan keji kemana saja mereka pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama hal serupa itu berjalan. Tetapi kaum Muslimin tambah teguh terhadap agama mereka. Dengan dada terbuka mereka menerima siksaan dan kekerasan itu - demi akidah dan iman mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perioda yang telah dilalui dalam hidup Muhammad a.s. ini adalah perioda yang paling dahsyat yang pernah dialami oleh sejarah umat manusia. Baik Muhammad atau mereka yang menjadi pengikutnya, bukanlah orang-orang yang menuntut harta kekayaan, kedudukan atau kekuasaan, melainkan orang-orang yang menuntut kebenaran serta keyakinannya akan kebenaran itu. Muhammad adalah orang yang mengharapkan bimbingan bagi mereka yang mengalami penderitaan, dan membebaskan mereka dari belenggu paganisma yang rendah, yang menyusup kedalam jiwa manusia sampai ke lembah kehinaan yang sangat memalukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi tujuan rohani yang luhur itulah - tidak untuk tujuan yang lain - ia mengalami siksaan. Penyair-penyair memakinya, orang-orang Quraisy berkomplot hendak membunuhnya di Ka'bah. Rumahnya dilempari batu, keluarga dan pengikut-pengikutnya diancam. Tetapi dengan semua itu malah ia makin tabah, makin gigih meneruskan dakwah. Jiwa kaum mukmin yang mengikutinya itu sudah padat oleh ucapannya: "Demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku, dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan, biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu; di tanganku atau aku binasa karenanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala pengorbanan yang besar-besar itu tak ada artinya bagi mereka, mautpun sudah tak berarti lagi demi kebenaran, dan membimbing Quraisy ke arah itu. Kadang orang heran, iman sudah begitu mempersonakan jiwa penduduk Mekah pada waktu agama ini belum lengkap, pada waktu ayat-ayat Qur'an yang turun masih sedikit. Kadang juga orang mengira, bahwa pribadi Muhammad, sifatnya yang lemah-lembut, keindahan akhlaknya serta kejujurannya yang sudah cukup dikenal, di samping kemauan yang keras dan pendiriannya yang teguh, adalah sebab dari semua itu. Sudah tentu ini juga ada pengaruhnya. Akan tetapi ada sebab-sebab lain yang juga patut diperhatikan yang tidak sedikit pula ikut memegang peranan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tinggal dalam suatu daerah yang merdeka mirip-mirip sebuah republik. Dari segi keturunan ia menempati puncak yang tinggi. Hartapun sudah cukup seperti yang dikehendakinya. Ia dari Keluarga Hasyim pula, juru kunci Ka'bah dan penguasa urusan air. Gelar-gelar keagamaan yang tinggi-tinggi ada pada mereka. Jadi dalam keadaan itu ia tidak lagi membutuhkan harta kekayaan, pangkat atau sesuatu kedudukan politik atau agama. Dalam hal ini ia berbeda pula dengan para rasul dan nabi-nabi sebelumnya. Musa yang dilahirkan di Mesir bertemu dengan Firaun yang oleh penduduk sudah dituhankan, dan Firaun juga yang berkata: "Aku adalah tuhanmu yang tertinggi," yang dibantu pula oleh pemuka-pemuka agama melakukan tekanan kepada orang dengan pelbagai macam kekejaman, pemerasan dan pemaksaan. Revolusi yang dilakukan Musa atas perintah Tuhan adalah revolusi dalam struktur politik dan agama sekaligus. Bukankah keinginannya supaya Firaun dan orang yang menimba air dengan syaduf dari sungai Nil itu dihadapan Tuhan sama sederajat? Jadi dimana ketuhanan Firaun itu dan dimana pula ketentuan yang berlaku! Harus dihancurkan semua itu dan revolusi itupun terlebih dulu harus bersifat politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dari semula ajaran Musa itu sudah mendapat perlawanan hebat dari Firaun. Dengan demikian, supaya orang menerima seruannya itu, ia diperkuat oleh mujizat-mujizat. Ia melemparkan tongkatnya, dan tongkat itu menjadi seekor ular yang bergerak-gerak, menelan semua hasil pekerjaan tukang tukang sihir Firaun itu. Itupun tidak memberi hasil apa-apa buat Musa. Terpaksa ia meninggalkan Mesir tanah airnya. Dalam hijrahnya itupun diperkuat pula ia dengan sebuah mujizat yaitu terbelahnya jalan di tengah-tengah air lautan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Isa, yang dilahirkan di Nazareth di bilangan Palestina, yang pada waktu itu merupakan wilayah Rumawi yang berada di bawah kekuasaan kaisar-kaisar dengan segala kekejamannya sebagai pihak penjajah dan kekuasaan dewa-dewa Rumawi, mengajak orang supaya sabar menghadapi kekejaman itu dan bertobat bagi yang menyesal dan macam-macam perasaan belaskasih lagi, yang oleh pihak penguasa justru dianggap pemberontakan terhadap kekuasaan mereka. Maka Isa juga diperkuat dengan mujizat-mujizat: menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit; dan yang lain diperkuat oleh Ruh Kudus. Memang benar, bahwa inti ajaran-ajaran mereka itu pada dasarnya bertemu dengan inti ajaran-ajaran Muhammad juga, lepas dari detail yang bukan tempatnya untuk dijelaskan di sini. Akan tetapi motif yang berbagai macam ini, dan yang terutama motif politik, adalah yang menjadi tujuannya juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Muhammad, keadaannya seperti yang kita sebutkan di atas, sifat ajarannya adalah intelektual dan spiritual. Dasarnya adalah mengajak kepada kebenaran, kebaikan dan keindahan. Suatu ajakan yang berdiri sendiri dari mula sampai akhir. Karena jauhnya dari segala pertentangan politik, struktur republik yang sudah ada di Mekah itu tidak pernah mengalami sesuatu kekacauan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pembaca akan terkejut bila saya katakan, bahwa antara dakwah Muhammad dengan metoda ilmiah modern mempunyai persamaan yang besar sekali. Metoda ilmiah ini ialah mengharuskan kita - apabila kita hendak mengadakan suatu penyelidikan - terlebih dulu membebaskan diri dari segala prasangka, pandangan hidup dan kepercayaan yang sudah ada pada diri kita yang berhubungan dengan penyelidikan itu. Di situlah kita memulai dengan mengadakan observasi dan eksperimen, mengadakan perbandingan yang sistematis, kemudian baru dengan silogisma yang sudah didasarkan kepada premisa-premisa tadi. Apabila semua itu sudah dapat disimpulkan, maka kesimpulan demikian itu dengan sendirinya masih perlu dibahas dan diselidiki lagi. Tetapi bagaimanapun juga ini sudah merupakan suatu data ilmiah selama penyelidikan tersebut belum memperlihatkan kekeliruan. Metoda ilmiah demikian ini ialah yang terbaik yang pernah dicapai umat manusia demi kemerdekaan berpikir. Metoda dan dasar-dasar dakwah demikian inilah pula yang menjadi pegangan Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula mereka yang menjadi pengikutnya itu puas dan beriman sungguh-sungguh akan ajarannya? Segala kepercayaan lama terkikis habis dari jiwa mereka, dan sekarang mereka mulai memikirkan masa depan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu setiap kabilah Arab mempunyai berhala sendiri-sendiri. Mana pula gerangan berhala yang benar dan mana yang sesat? Di negeri-negeri Arab dan negeri-negeri sekitarnya ketika itu memang sudah ada penganut-penganut Sabian dan Majusi penyembah api, juga ada yang menyembah matahari. Mana diantara mereka itu yang benar dan mana pula yang sesat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah kita kesampingkan dulu semua ini, kita hapuskan jejaknya dari jiwa kita. Kita bebaskan dulu diri kita dari segala konsepsi dan kepercayaan lama. Baiklah kita renungkan. Merenungkan dan meninjau pada dasarnya sama. Yang pasti ialah bahwa seluruh alam ini satu sama lain saling berhubungan. Manusia, puak-puak dan bangsa-bangsa saling berhubungan. Manusia berhubungan juga dengan hewan dan dengan benda, bumi kita berhubungan dengan matahari, dengan bulan dan tata-surya lainnya. Dan semua itupun berhubungan pula dengan undang-undang yang sudah tali-temali, tak dapat ditukar-tukar atau diubah-ubah lagi. Matahari tidak seharusnya akan mengejar bulan, malampun takkan dapat mendahului siang. Andaikata di antara isi alam ini ada yang berubah atau berganti, niscaya akan berganti pulalah segala yang ada dalam alam ini. Andaikata matahari tidak lagi menyinari dan memanasi bumi, menurut undang-undang yang sudah berjalan sejak jutaan tahun yang lalu, niscaya bumi dan langit ini sudah akan berubah pula. Dan oleh karena yang demikian ini tidak terjadi, maka atas semua itu sudah tentu ada zat yang menguasainya. Dari situ ia tumbuh, dengan itu ia berkembang dan ke situ pula ia kembali. Hanya kepada Zat ini sajalah semata manusia menyerah. Demikian juga, segala yang ada dalam alam ini menyerah semata kepada Zat ini, persis seperti manusia. Baik manusia, alam, ruang dan waktu adalah suatu kesatuan. Maka Zat itulah inti dan sumbernya. Jadi, hanya kepada Zat itu sajalah semata ibadat dilakukan. Hanya kepada Zat itu sajalah jantung dan jiwa manusia dihadapkan. Ke dalam alam itu juga kita harus melihat dan merenungkan undang-undang alam yang kekal abadi itu. Jadi segala yang disembah manusia selain Allah berupa berhala-berhala, raja-raja, firaun-firaun, api dan matahari, hanyalah suatu ilusi batil saja, tidak sesuai dengan martabat dan kehormatan manusia, tidak sesuai dengan akal pikiran manusia serta dengan kemampuan yang ada dalam dirinya; yang dapat membuat kesimpulan atas undang-undang Tuhan terhadap ciptaanNya itu, dengan jalan merenungkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah rasanya esensi ajaran Muhammad seperti yang diketahui kaum Muslimin yang mula-mula itu. Ajaran yang disampaikan wahyu kepada mereka melalui Muhammad itu adalah puncak dari bahasa sastra yang telah menjadi mujizat dan akan terus berlaku demikian. Terpadunya kebenaran dan cara melukiskannya dengan keindahan yang luar biasa itu kini tampak di hadapan mereka. Di sini jiwa dan kalbu mereka meningkat lebih tinggi, berhubungan dengan Zat Yang Maha Mulia. Lalu datang Muhammad menuntun mereka bahwa kebaikan itulah jalan yang akan sampai ke tujuan. Mereka akan mendapat balasan atas kebaikan itu bilamana mereka sudah menunaikan kewajiban dalam hidup dengan tekun. Setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan perbuatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa berbuat kebaikan seberat atompun akan dilihatnya; dan barangsiapa berbuat kejahatan seberat atompun akan dilihatnya pula." (Qur'an 99: 7-8) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjunjung pikiran manusia ke tempat yang lebih tinggi kiranya tak ada yang lebih tinggi dari ini! Juga menghancurkan belenggu yang senantiasa mengikatnya itu! Terserah kepada manusia. Ia mau memahami ini, mau beriman dan mengerjakannya untuk mencapai puncak ketinggian martabat manusia itu! Demi mencapai tujuan, segala pengorbanan terasa ringan bagi orang yang sudah beriman itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena posisi Muhammad dan pengikut-pengikutnya yang begitu agung, Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib tambah ketat menjaganya dari setiap gangguan. Pada suatu hari Abu Jahl bertemu dengan Muhammad, ia mengganggunya, memaki-makinya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dialamatkan kepada agama ini. Tetapi Muhammad tidak melayaninya. Ditinggalkannya ia tanpa diajak bicara. Hamzah, pamannya dan saudaranya sesusu, yang masih berpegang pada kepercayaan Quraisy, adalah seorang laki-laki yang kuat dan ditakuti. Ia mempunyai kegemaran berburu. Bila ia kembali dan berburu, terlebih dulu mengelilingi Ka'bah sebelum langsung pulang ke rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itulah, bilamana ia datang dan mengetahui bahwa kemenakannya itu mendapat gangguan Abu Jahl, ia meluap marah. Ia pergi ke Ka'bah, tidak lagi ia memberi salam kepada yang hadir di tempat itu seperti biasanya, melainkan terus masuk kedalam mesjid menemui Abu Jahl. Setelah dijumpainya, diangkatnya busurnya lalu dipukulkannya keras-keras di kepalanya. Beberapa orang dan Banu Makhzum mencoba mau membela Abu Jahl. Tapi tidak jadi. Kuatir mereka akan timbul bencana dan membahayakan sekali, dengan mengakui bahwa ia memang mencaci maki Muhammad dengan tidak semena-mena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itulah kemudian Hamzah menyatakan masuk Islam. Ia berjanji kepada Muhammad akan membelanya dan akan berkurban di jalan Allah sampai akhir hayatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Quraisy merasa sesak dada melihat Muhammad dan kawan-kawannya makin hari makin kuat. Di samping itu, gangguan dan siksaan yang dialamatkan kepada mereka, tidak dapat mengurangi iman mereka dan menyatakannya terus-terang, tidak dapat menghalangi mereka melakukan kewajiban agama. Terpikir oleh Quraisy akan membebaskan diri dari Muhammad, dengan cara seperti yang mereka bayangkan, memberikan segala keinginannya. Mereka rupanya lupa bahwa keagungan dakwah Islam, kemurnian esensi ajaran rohaninya yang begitu tinggi, berada di atas segala pertentangan ambisi politik. 'Utba b. Rabi'a, seorang bangsawan Arab terkemuka, mencoba membujuk Quraisy ketika mereka dalam tempat pertemuan dengan mengatakan bahwa ia akan bicara dengan Muhammad dan akan menawarkan kepadanya hal-hal yang barangkali mau menerimanya. Mereka mau memberikan apa saja kehendaknya, asal ia dapat dibungkam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah 'Utba bicara dengan Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku," katanya, "seperti kau ketahui, dari segi keturunan, engkau mempunyai tempat di kalangan kami. Engkau telah membawa soal besar ke tengah-tengah masyarakatmu, sehingga mereka cerai-berai karenanya. Sekarang, dengarkanlah, kami akan menawarkan beberapa masalah, kalau-kalau sebagian dapat kauterima Kalau dalam hal ini yang kauinginkan adalah harta, kamipun siap mengumpulkan harta kami, sehingga hartamu akan menjadi yang terbanyak di antara kami. Kalau kau menghendaki pangkat, kami angkat engkau di atas kami semua; kami takkan memutuskan suatu perkara tanpa ada persetujuanmu. Kalau kedudukan raja yang kauinginkan, kami nobatkan kau sebagai raja kami. Jika engkau dihinggapi penyakit saraf4 yang tak dapat kautolak sendiri, akan kami usahakan pengobatannya dengan harta-benda kami sampai kau sembuh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai ia bicara, Muhammad membacakan Surah as-Sajda (32 = Ha Mim). 'Utba diam mendengarkan kata-kata yang begitu indah itu. Dilihatnya sekarang yang berdiri di hadapannya itu bukanlah seorang laki-laki yang didorong oleh ambisi harta, ingin kedudukan atau kerajaan, juga bukan orang yang sakit, melainkan orang yang mau menunjukkan kebenaran, mengajak orang kepada kebaikan. Ia mempertahankan sesuatu dengan cara yang baik, dengan kata-kata penuh mujizat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai Muhammad membacakan itu 'Utba pergi kembali kepada Quraisy. Apa yang dilihat dan didengarnya itu sangat mempesonakan dirinya. Ia terpesona karena kebesaran orang itu. Penjelasannya sangat menarik sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya 'Utba ini tidak menyenangkan pihak Quraisy, juga pendapatnya supaya Muhammad dibiarkan saja, tidak menggembirakan mereka, sebaliknya kalau mengikutinya, maka kebanggaannya buat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kembali lagilah mereka memusuhi Muhammad dan sahabat-sahabatnya dengan menimpakan bermacam-macam bencana, yang selama ini dalam kedudukannya itu ia berada dalam perlindungan golongannya dan dalam penjagaan Abu Talib, Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin Hijrah ke Abisinia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan terhadap kaum Muslimin makin menjadi-jadi, sampai-sampai ada yang dibunuh, disiksa dan semacamnya. Waktu itu Muhammad menyarankan supaya mereka terpencar-pencar. Ketika mereka bertanya kepadanya kemana mereka akan pergi, mereka diberi nasehat supaya pergi ke Abisinia yang rakyatnya menganut agama Kristen. "Tempat itu diperintah seorang raja dan tak ada orang yang dianiaya disitu. Itu bumi jujur; sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kaum Muslimin ketika itu lalu berangkat ke Abisinia guna menghindari fitnah dan tetap berlindung kepada Tuhan dengan mempertahankan agama. Mereka berangkat dengan melakukan dua kali hijrah. Yang pertama terdiri dari sebelas orang pria dan empat wanita. Dengan sembunyi-sembunyi mereka keluar dari Mekah mencari perlindungan. Kemudian mereka mendapat tempat yang baik di bawah Najasyi5. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana kemudian tersiar berita bahwa kaum Muslimin di Mekah sudah selamat dari gangguan Quraisy, merekapun lalu kembali pulang, seperti yang akan diceritakan nanti. Tetapi setelah ternyata kemudian mereka mengalami kekerasan lagi dari Quraisy melebihi yang sudah-sudah, kembali lagi mereka ke Abisinia. Sekali ini terdiri dari delapan puluh orang pria tanpa kaum isteri dan anak-anak. Mereka tinggal di Abisinia sampai sesudah hijrah Nabi ke Yathrib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah ke Abisinia ini adalah hijrah pertama dalam Islam6. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pada tempatnya bagi setiap penulis sejarah Muhammad akan bertanya: Adakah tujuan hijrah yang dilakukan kaum Muslimin atas saran dan anjurannya itu karena akan melarikan diri dari orang-orang kafir Mekah beserta gangguan yang mereka lakukan, ataukah karena suatu tujuan politik Islam, yang di balik itu dimaksudkan oleh Muhammad dengan tujuan yang lebih luhur? Sudah pada tempatnya pula apabila penulis sejarah Muhammad itu akan bertanya tentang hal ini, setelah terbukti dari sejarah Nabi berbangsa Arab ini dalam seluruh fase kehidupannya, bahwa dia seorang politikus yang berpandangan jauh, seorang pembawa risalah dan moral jiwa yang begitu luhur, sublim dan agung yang tak ada taranya. Dan yang menjadi alasan dalam hal ini ialah apa yang disebutkan dalam sejarah, bahwa penduduk Mekah tidak suka hati ada kaum Muslimin yang pergi ke Abisinia. Bahkan mereka kemudian mengutus dua orang menemui Najasyi. Mereka membawa hadiah-hadiah berharga guna meyakinkan raja supaya dapat mengembalikan kaum Muslimin itu ke tanah air mereka. Pada waktu itu penduduk Abisinia dan penguasanya adalah orang-orang Nasrani. Dari segi agama orang-orang Quraisy tidak kuatir bahwa mereka akan ikut Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh rasa kegelisahan terhadap peristiwa itukah maka mereka lalu mengutus orang, meminta supaya kaum Muslimin itu dikembalikan? Mereka menganggap, bahwa perlindungan Najasyi terhadap mereka setelah mendengar keterangan mereka itu akan membawa pengaruh juga kepada penduduk jazirah Arab sehingga mereka akan mau menerima agama Muhammad dan mau menjadi pengikutnya. Ataukah mereka kuatir, kalau kaum Muslimin menetap di Abisinia, mereka akan bertambah kuat, sehingga bila kelak mereka pulang kembali membantu Muhammad, mereka kembali dengan kekuatan, harta dan tenaga? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang utusan itu ialah 'Amr bin'l-'Ash dan Abdullah bin Abi Rabi'a. Kepada Najasyi dan kepada para pembesar istana mereka mempersembahkan hadiah-hadiah dengan maksud supaya mereka sudi mengembalikan orang-orang yang hijrah dari Mekah itu kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paduka Raja," kata mereka, "mereka datang ke negeri paduka ini adalah budak-budak kami yang tidak punya malu. Mereka meninggalkan agama bangsanya dan tidak pula menganut agama paduka; mereka membawa agama yang mereka ciptakan sendiri, yang tidak kami kenal dan tidak juga paduka. Kami diutus kepada paduka oleh pemimpin-pemimpin masyarakat mereka, oleh orang-orang tua, paman mereka dan keluarga mereka sendiri, supaya paduka sudi mengembalikan orang-orang itu kepada mereka. Mereka lebih mengetahui betapa orang-orang itu mencemarkan dan memaki-maki." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kedua utusan itu telah mengadakan persetujuan dengan pembesar-pembesar istana kerajaan, setelah mereka menerima hadiah-hadiah dari penduduk Mekah, bahwa mereka akan membantu usaha mengembalikan kaum Muslimin itu kepada pihak Quraisy. Pembicaraan mereka ini tidak sampai diketahui raja. Tetapi baginda menolak sebelum mendengar sendiri keterangan dari pihak Muslimin. Lalu dimintanya mereka itu datang menghadap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agama apa ini yang sampai membuat tuan-tuan meninggalkan masyarakat tuan-tuan sendiri, tetapi tidak juga tuan-tuan menganut agamaku, atau agama lain?" tanya Najasyi setelah mereka datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diajak bicara ketika itu ialah Ja'far b. Abi Talib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paduka Raja," katanya, "ketika itu kami masyarakat yang bodoh, kami menyembah berhala, bangkaipun kami makan, segala kejahatan kami lakukan, memutuskan hubungan dengan kerabat, dengan tetanggapun kami tidak baik; yang kuat menindas yang lemah. Demikian keadaan kami, sampai Tuhan mengutus seorang rasul dari kalangan kami yang sudah kami kenal asal-usulnya, dia jujur, dapat dipercaya dan bersih pula. Ia mengajak kami menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa, dan meninggalkan batu-batu dan patung-patung yang selama itu kami dan nenek-moyang kami menyembahnya. Ia menganjurkan kami untuk tidak berdusta untuk berlaku jujur serta mengadakan hubungan keluarga dan tetangga yang baik, serta menyudahi pertumpahan darah dan perbuatan terlarang lainnya. Ia melarang kami melakukan segala kejahatan dan menggunakan kata-kata dusta, memakan harta anak piatu atau mencemarkan wanita-wanita yang bersih. Ia minta kami menyembah Allah dan tidak mempersekutukanNya. Selanjutnya disuruhnya kami melakukan salat, zakat dan puasa. (Lalu disebutnya beberapa ketentuan Islam). Kami pun membenarkannya. Kami turut segala yang diperintahkan Allah. Lalu yang kami sembah hanya Allah Yang Tunggal, tidak mempersekutukan-Nya dengan apa dan siapa pun juga. Segala yang diharamkan kami jauhi dan yang dihalalkan kami lakukan. Karena itulah, masyarakat kami memusuhi kami, menyiksa kami dan menghasut supaya kami meninggalkan agama kami dan kembali menyembah berhala; supaya kami membenarkan segala keburukan yang pernah kami lakukan dulu. Oleh karena mereka memaksa kami, menganiaya dan menekan kami, mereka menghalang-halangi kami dari agama kami, maka kamipun keluar pergi ke negeri tuan ini. Tuan jugalah yang menjadi pilihan kami. Senang sekali kami berada di dekat tuan, dengan harapan di sini takkan ada penganiayaan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adakah ajaran Tuhan yang dibawanya itu yang dapat tuan-tuan bacakan kepada kami?" tanya Raja itu lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab Ja'far; lalu ia membacakan Surah Mariam dari pertama sampai pada firman Allah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu ia memberi isyarat menunjuk kepadanya. Kata mereka: Bagaimana kami akan bicara dengan anak yang masih muda belia? Dia (Isa) berkata: 'Aku adalah hamba Allah, diberiNya aku Kitab dan dijadikanNya aku seorang nabi. DijadikanNya aku pembawa berkah dimana saja aku berada, dan dipesankanNya kepadaku melakukan sembahyang dan zakat selama hidupku. Dan berbaktilah aku kepada ibuku, bukan dijadikanNya aku orang congkak yang celaka. Bahagialah aku tatkala aku dilahirkan, tatkala aku mati dan tatkala aku hidup kembali!'" (Qur'an 19: 29-33) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar bahwa keterangan itu membenarkan apa yang tersebut dalam Injil, pemuka-pemuka istana itu terkejut: "Kata-kata yang keluar dari sumber yang mengeluarkan kata-kata Yesus Kristus'" kata mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najasyi lalu berkata: "Kata-kata ini dan yang dibawa oleh Musa, keluar dari sumber cahaya yang sama. Tuan-tuan (kepada kedua orang utusan Quraisy) pergilah. Kami takkan menyerahkan mereka kepada tuan-tuan!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya 'Amr bin'l-'Ash kembali menghadap Raja dengan mengatakan, bahwa kaum Muslimin mengeluarkan tuduhan yang luar biasa terhadap Isa anak Mariam. "Panggillah mereka dan tanyakan apa yang mereka katakan itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka datang, Ja'far berkata: "Tentang dia pendapat kami seperti yang dikatakan Nabi kami: 'Dia adalah hamba Allah dan UtusanNya, RuhNya dan FirmanNya yang disampaikan kepada Perawan Mariam.'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najasyi lalu mengambil sebatang tongkat dan menggoreskannya di tanah. Dan dengan gembira sekali baginda berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Antara agama tuan-tuan dan agama kami sebenarnya tidak lebih dari garis ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari kedua belah pihak itu didengarnya, ternyatalah oleh Najasyi, bahwa kaum Muslimin itu mengakui Isa, mengenal adanya Kristen dan menyembah Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di Abisinia itu kaum Muslimin merasa aman dan tenteram. Ketika kemudian disampaikan kepada mereka, bahwa permusuhan pihak Quraisy sudah berangsur reda, mereka lalu kembali ke Mekah untuk pertama kalinya - dan Muhammadpun masih di Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, setelah kemudian ternyata, bahwa penduduk Mekah masih juga mengganggunya dan mengganggu sahabat-sahabatnya, merekapun kembali lagi ke Abisinia. Mereka terdiri dari delapan puluh orang tanpa wanita dan anak-anak. Adakah kedua kali hijrah mereka itu hanya semata-mata melarikan diri dari gangguan ataukah meskipun dalam perencanaan Muhammad sendiri - mereka mempunyai tujuan politik? Sebaiknya ahli sejarah akan dapat mengungkapkan hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pada tempatnya bagi penulis sejarah hidup Muhammad akan bertanya: bagaimana Muhammad dapat tenang membiarkan sahabat-sahabatnya pergi ke Abisinia, padahal agama penduduk itu adalah agama Nasrani, agama ahli kitab, Nabi mereka Isa yang diakui kerasulannya oleh Islam? Lalu ia tidak kuatir mereka akan tergoda seperti yang dilakukan oleh Quraisy walaupun dengan cara lain? Bagaimana pula ia akan merasa tenang terhadap godaan itu, mengingat Abisinia adalah negeri makmur; yang tidak sama dengan Mekah; dan lebih dapat mempengaruhi daripada Quraisy? Kenyataannya, dari kalangan Muslimin yang pergi ke Abisinia itu sudah ada seorang yang masuk Kristen. Kenyataan ini menunjukkan, bahwa kekuatiran akan adanya godaan ini seharusnya selalu ada pada Muhammad mengingat keadaannya yang masih lemah dan mereka yang menjadi pengikutnya masih menyangsikan kemampuannya melindungi diri mereka sendiri atau akan dapat mengalahkan musuh mereka. Besar sekali dugaan bahwa hal demikian memang sudah terlintas dalam pikiran Muhammad, melihat tingkat kecerdasannya yang begitu tinggi dengan ketajaman pikiran dan pandangannya yang jauh, yang semuanya itu seimbang dengan jiwa besarnya, dengan kemurnian rohaninya, budi pekerti yang luhur serta perasaannya yang halus sekali itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sungguhpun begitu, dari segi ini ia yakin dan tenang sekali. Pada waktu itu - dan sampai pada waktu pembawa risalah itu wafat - inti ajaran Islam masih bersih sekali, kemurniannya masih belum ternodakan. Seperti ajaran Nasrani di Najran, Hira dan Syam, begitu juga paham Nasrani di Abisinia sudah dijangkiti oleh noda, perselisihan antara mereka yang menuhankan Ibu Mariam dengan mereka yang menuhankan Isa. Di samping ada lagi yang berlainan dengan kedua golongan itu, mereka yang masih mengambil dari sumber ajaran yang murni, yang tidak perlu dikuatirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kebanyakan agama-agama itu sesudah beberapa generasi saja berjalan, sudah dijangkiti oleh semacam paganisma, meskipun bukan dari jenis rendahan, yang waktu itu berkembang di negeri-negeri Arab; tetapi bagaimanapun paganisma juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Islam merupakan musuh berat buat paganisma dalam segala bentuk dan coraknya. Ditambah lagi, bahwa agama Nasrani waktu itu sudah mengakui adanya suatu golongan klas khusus di kalangan pemuka-pemuka agama - yang oleh Islam samasekali tidak dikenal - yang pada waktu itu merupakan golongan tertinggi dan paling suci. Juga pada waktu itu - dan dasar ini tetap berlaku - Islam merupakan agama yang menjunjung jiwa manusia ke puncak tertinggi. Tak ada peluang yang akan dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya selain daripada baktinya dan perbuatan yang baik, dan orang harus mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya. Tidak ada berhala-berhala, tidak ada pendeta-pendeta, tidak ada dukun-dukun dan tidak ada apapun yang akan merintangi jiwa manusia itu untuk berhubungan dengan seluruh wujud ini dengan perbuatan dan kelakuan yang baik. Allah juga yang akan membalas segala perbuatan itu dengan berlipat ganda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ruh! Soal ruh adalah urusan Tuhan. Ruh yang berhubungan dengan kekekalan dan keabadian zaman. Segala perbuatan baik bagi ruh ini tak ada tabir yang akan menutupinya dari Tuhan, dan tak ada kekuasaan apapun selain Allah. Orang-orang yang kaya, yang kuat atau yang jahat dapat saja menyiksa jasad ini, dapat saja memisahkannya dari segala kesenangan dan hawa nafsu dan dapat saja menghancurkan semua itu, tetapi ruh atau jiwa itu takkan dapat mereka kuasai selama yang bersangkutan mau menempatkannya lebih tinggi di atas segala kekuasaan materi dan waktu, dan tetap berhubungan dengan seluruh alam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu akan mendapat balasan atas segala perbuatannya bilamana kelak setiap jiwa menerima balasan menurut apa yang telah dikerjakannya. Ketika itu seorang ayah takkan dapat menolong anaknya, dan seorang anak takkan pula dapat menolong ayahnya sedikitpun. Ketika itu harta si kaya. sudah tak berguna lagi, tidak juga si kuat dengan kekuatannya, atau ahli-ahli teologi itu dengan ilmu ketuhanannya. Tetapi yang penting hanyalah perbuatan mereka, yang nanti akan menjadi saksi. Ketika itulah seluruh alam wujud berpadu semua dalam kekekalan dan keabadiannya. Tuhan tidak akan memperlakukan tidak adil terhadap siapapun. "Dan balasan yang kamu terima hanya menurut apa yang kamu perbuat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Muhammad akan merasa kuatir akan adanya godaan terhadap mereka yang sudah diajarkan semua arti ini, sudah ditanamkan ke dalam jiwa mereka dan sudah pula akidah dan iman itu terpateri dalam lubuk hati mereka! Bagaimana pula ia akan merasa kuatir akan adanya godaan, sedang teladan yang diberikannya itu hidup dihadapan mereka, dengan pribadinya yang begitu dicintai, sehingga kecintaan mereka kepadanya melebihi cintanya kepada diri sendiri kepada anak keluarganya! Pribadi, yang telah menempatkan akidah itu di atas semua raja di muka bumi ini, di langit, dengan matahari dan bulan, tatkala ia mengatakan kepada pamannya: "Demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku, dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan, biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu di tanganku, atau aku binasa karenanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi inilah, pribadi yang telah disinari cahaya iman kebijaksanaan dan keadilan, kebaikan, kebenaran serta keindahan; di samping itu adalah pribadi yang penuh rasa rendah hati, rasa kesetiaan serta keakraban dan kasih-sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, sedikitpun tidak goyah hatinya melepaskan sahabat-sahabatnya berangkat hijrah ke Abisinia. Keadaan mereka yang sudah merasa aman di dekat Najasyi, merasa tenang dengan agama mereka di tengah-tengah masyarakat yang tidak punya hubungan famili atau pertalian batin itu, membuat pihak Quraisy lebih menyadari, bahwa gangguan mereka terhadap kaum Muslimin - sebagai masyarakat dari sesama mereka, dari keluarga mereka dan seketurunan pula - adalah suatu penganiayaan, suatu perbuatan kekerasan dan demoralisasi yang tak berkesudahan. Itu semua adalah suatu tekanan dengan pelbagai macam siksaan kepada mereka yang sudah begitu kuat jiwanya untuk menerima siksaan demikian itu. Tetapi mereka sekarang sudah tidak lagi mendapat sesuatu gangguan. Mereka sudah menganggap, bahwa ketabahan menghadapi segala penderitaan itu adalah suatu pendekatan kepada Tuhan, dan suatu ampunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamnya Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu 'Umar ibn'l-Khattab adalah pemuda yang gagah perkasa, berusia antara tiga puluh dan tiga puluh lima tahun. Tubuhnya kuat dan tegap, penuh emosi dan cepat naik darah. Kesenangannya foya-foya dan minum-minuman keras. Tetapi terhadap keluarga ia bijaksana dan lemah-lembut. Dari kalangan Quraisy dialah yang paling keras memusuhi kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sesudah ia mengetahui, bahwa mereka sudah hijrah ke Abisinia dan mengetahui pula rajanya memberikan perlindungan kepada mereka, iapun merasa kesepian berpisah dengan mereka itu. Ia merasakan betapa pedihnya hati, betapa pilunya perasaan mereka berpisah dengan tanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala itu Muhammad sedang berkumpul dengan sahabat-sahabatnya yang tidak ikut hijrah, dalam sebuah rumah di Shafa. Di antara mereka ada Hamzah pamannya, Ali bin Abi Talib sepupunya, Abu Bakr b. Abi Quhafa dan Muslimin yang lain. Pertemuan mereka ini diketahui 'Umar. Iapun pergi ketempat mereka, ia mau membunuh Muhammad. Dengan demikian bebaslah Quraisy dan kembali mereka bersatu, setelah mengalami perpecahan, sesudah harapan dan berhala-berhala mereka hina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jalan ia bertemu dengan Nu'aim b. Abdullah. Setelah mengetahui maksudnya, Nuiaim berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umar, engkau menipu diri sendiri. Kaukira keluarga 'Abd Manaf. akan membiarkan kau merajalela begini sesudah engkau membunuh Muhammad? Tidak lebih baik kau pulang saja ke rumah dan perbaiki keluargamu sendiri?!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu Fatimah, saudaranya, beserta Sa'id b. Zaid suami Fatimah sudah masuk Islam. Tetapi setelah mengetahui hal ini dari Nu'aim, Umar cepat-cepat pulang dan langsung menemui mereka. Di tempat itu ia mendengar ada orang membaca Qur'an. Setelah mereka merasa ada orang yang sedang mendekati, orang yang membaca itu sembunyi dan Fatimah menyembunyikan kitabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mendengar suara bisik-bisik apa itu?!" tanya Umar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka tidak mengakui, Umar membentak lagi dengan suara lantang: "Aku sudah mengetahui, kamu menjadi pengikut Muhammad dan menganut agamanya!" katanya sambil menghantam Sa'id keras-keras. Fatimah, yang berusaha hendak melindungi suaminya, juga mendapat pukulan keras. Kedua suami isteri itu jadi panas hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, kami sudah Islam! Sekarang lakukan apa saja," kata mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Umar jadi gelisah sendiri setelah melihat darah di muka saudaranya itu. Ketika itu juga lalu timbul rasa iba dalam hatinya. Ia menyesal. Dimintanya kepada saudaranya supaya kitab yang mereka baca itu diberikan kepadanya. Setelah dibacanya, wajahnya tiba-tiba berubah. Ia merasa menyesal sekali atas perbuatannya itu. Menggetar rasanya ia setelah membaca isi kitab itu. Ada sesuatu yang luarbiasa dan agung dirasakan, ada suatu seruan yang begitu luhur. Sikapnya jadi lebih bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia keluar membawa hati yang sudah lembut dengan jiwa yang tenang sekali. Ia langsung menuju ke tempat Muhammad dan sahabat-sahabatnya itu sedang berkumpul di Shafa. Ia minta ijin akan masuk, lalu menyatakan dirinya masuk Islam. Dengan adanya Umar dan Hamzah dalam Islam, maka kaum Muslimin telah mendapat benteng dan perisai yang lebih kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Islamnya Umar ini kedudukan Quraisy jadi lemah sekali. Sekali lagi mereka mengadakan pertemuan guna menentukan langkah lebih lanjut. Sebenarnya peristiwa ini telah memperkuat kedudukan kaum Muslimin, telah memberikan unsur baru berupa kekuatan yang luarbiasa yang menyebabkan kedudukan Quraisy terhadap kaum Muslimin dan kedudukan mereka terhadap Quraisy sudah tidak seperti dulu lagi. Keadaan kedua belah pihak ini kemudian diteruskan oleh suatu perkembangan politik baru, penuh dengan peristiwa-peristiwa, dengan pengorbanan-pengorbanan dan kekerasan-kekerasan baru lagi, yang sampai menyebabkan terjadinya hijrah dan munculnya Muhammad sebagai politikus di samping Muhammad sebagai Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Pada umumnya kata 'namus besar' (an-namus'l-akbar) oleh beberapa penulis yang datang kemudian diberi anotasi, bahwa kata namus berarti 'Jibril.' Mungkin ini didasarkan kepada (N) dan (LA) yang juga mengartikan demikian. Mengenai kata-kata ini Dr. Haekal tidak memberikan catatan. Demikian juga Ibn Ishaq dan ibn Hisyam. Salah seorang Orientalis - Montgomery Watt misalnya - memberikan catatan bahwa kata namus biasanya diambil dan bahasa Yunani nomos, dan ini berarti undang-undang atau kitab suci yang diwahyukan, (Muhammad at Mecca, p. 51). Sebaliknya pemakaian kata namus bukan istilah Qur'an, sebab Qur'an menggunakan kata Taurat apabila yang dimaksud dengan namus itu undang-undang Nabi Musa (A). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Ash-Shafa ialah sebuah bukit dekat Mekah (A). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Semacam gedung pertemuan (A). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Menurut kepercayaan mereka penyakit yang disebabkan oleh gangguan jin, aslinya ra'i (A). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Dalam literatur Barat umumnya disebut Negus (A)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Peristiwa ini terjadi dalam tahun 615 Masehi (tahun kelima sesudah kerasulan) (A).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-3015867198841619634?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/3015867198841619634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=3015867198841619634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3015867198841619634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3015867198841619634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/03/maulid-nabi-muhammad-saw.html' title='Maulid Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SbTL7NBMUQI/AAAAAAAAA1I/lAZHFY5fGYM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-9196393643500814209</id><published>2009-02-20T19:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T19:52:40.202-08:00</updated><title type='text'>Jangan Golput, Pilihlah Pemimpin yang Amanah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SZ95vy0PgWI/AAAAAAAAA0w/luqwH-ZEPnM/s1600-h/q.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 117px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SZ95vy0PgWI/AAAAAAAAA0w/luqwH-ZEPnM/s320/q.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305092748067438946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jangan Golput, Pilihlah Pemimpin yang Amanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilu bulan april mendatang, kita sebagai warga negara RI harus memilih dan jangan golput, kecuali dulu yang partainya hanya tiga macam karena pilihannya sedikit dan tidak transparan sehingga golput pun waktu itu tidak menjadi masalah karena yang menjadi presiden itu-itu juga, berbeda dengan kondisi sekarang pilihannya sudah banyak dan beraneka macam, masa dari sekian banyak wakil kita dari berbagai macam parpol tidak ada orang baik sedikitpun, saya yakin masih banyak orang yang baik dan amanah untuk kondisi sekarang, caranya kita cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai wakil kita. Jika ada orang yang mengajak untuk golput maka katakan saja kepada dia :” kamu jangan tinggal di Indonesia, lebih baik kamu keluar negeri saja. Atau jangan-jangan kamu dari partai komunis atau memang kamu punya kepentingan lain agar umat islam di Indonesia tidak memilih sehingga suara umat Islam tidak terakomodasi ”.&lt;br /&gt;Jadi pada pemilu april nanti sesuai dengan fatwa MUI bahwa golput haram maka saya sangat mendukung sekali fatwa MUI tersebut karena sekarang pilihannya sudah banyak dan transparansi sudah jelas. Jangan menganggap masyarakat kita bodoh karena masyarakt kita sekarang sudah kritis dan pintar-pintar. Kalau ada yang mengatakan : ” justru pilihannya banyak  kita pada bingung.” katakan saja pada dia :” justru pilihannya banyak sehingga kita bisa pilih sesuai dengan hati nurani (tapi saya bukan dari partai hanura lo..., saya non partai tapi kalau nyoblos, insya Alloh saya akan memberikan hak pilih saya pada pemilu nanti, he.......hee...) masa dari sekian banyak wakil yang mencalonkan atau dicalonkan tidak ada informasi sedikit pun mengenai profil mereka, sekarang kan internet dan media massa sudah sampai ke desa-desa.”&lt;br /&gt;Jadi kalau ada yang mengajak golput katakan saja :” kamu kalau mau golput jangan ngajak orang lain, kamu aja sendiri yang golput dan jangan bawa orang lain. Emanganya kamu bukan orang Indonesia ya.......”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-9196393643500814209?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/9196393643500814209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=9196393643500814209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/9196393643500814209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/9196393643500814209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/02/jangan-golput-pilihlah-pemimpin-yang.html' title='Jangan Golput, Pilihlah Pemimpin yang Amanah'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SZ95vy0PgWI/AAAAAAAAA0w/luqwH-ZEPnM/s72-c/q.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-733436624619527903</id><published>2009-02-20T19:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T19:42:39.033-08:00</updated><title type='text'>Indahnya Perjalanan Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SZ93IuR4-lI/AAAAAAAAA0o/zL98VBWd0Ac/s1600-h/s.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SZ93IuR4-lI/AAAAAAAAA0o/zL98VBWd0Ac/s320/s.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305089877811460690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indahnya Perjalanan Hidup&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama saya tidak posting di web blog saya. dikarenakan hampir sebulan ini banyak pekerjaan rumah dan kantor yang menguras tenaga dan pikiran, ditambah lagi dengan kesibukan akhir pekan, saya pakai untuk kuliah sabtu minggu sehingga menambah daftar catatan kesibukan saya, sehingga kenapa tahun 2008 kemarin saya cepat-cepat melangsungkan pernikahan, salah satunya karena insya Alloh dengan adanya pendamping hidup   bisa termotivasi bagaimana perjalanan hidup saya bisa lebih tertata dengan baik, selain menyempurnakan setengah agama tetapi bisa juga menundukan pandangan saya terhadap dunia ini. &lt;br /&gt; Menjalani hidup akan terasa indah tergantung cara pandang kita dalam memahami kehidupan  dan cara pandang tergantung dari keyakinan kita dalam memahami hidup itu sendiri. Banyak orang yang mengeluh tentang kehidupan ini karena hidup semakin banyak masalah, bukan semakin berkurang. Sehingga banyak orang yang lari dari permasalahan hidup dan kalau bisa tidak ada masalah sama sekali. Tetapi kenapa ada orang yang begitu tenang bahkan indah dalam menjalani kehidupannya, berarti ia semakin yakin akan kebesaran dan kekuasaan Alloh swt bahwa Alloh swt menciptakan segala sesuatu itu tidak tanpa sebab melainkan ada jawabannya. Kenapa kita begitu banyak diberikan permasalahan hidup? Karena Alloh swt mengetahui kapasitas kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah. Coba kalau kita mau menggunakan akal pikiran, bukankah di Al-Quran Alloh swt menegaskan dalam ayat-Nya  ”laa yukalifulloha nafsan illa wus ’aha laha makasabat..............” jadi Alloh itu membebani kehidupan setiap manusia sesuai dengan kadar kemampuannya. Jadi kalau hidup anda semakin berat dalam menjalaninya berarti memang anda layak memikulnya dan kalau anda tidak sanggup untuk memikul beban-beban hidup yang berat maka berdo’a lah kepada Alloh swt karena Alloh swt yang mengetahui kapasitas kemampuan kita dalam menerima setiap masalah. Dan kita harus yakin setiap masalah ada solusinya kalau kita mau mengadu kepada Alloh. Dengan mengakui segala kelemahan bahwa kita manusia tiada daya dan upaya sedikitpun kecuali semuanya itu atas pertolongan Alloh swt. ”la haula wala quwwata illa billahil ’aliyyil ’adzim..”&lt;br /&gt; Insya Alloh setiap masalah ada solusinya karena jawaban Alloh seperti itu : ”innama’al ’usri yusro fa innama’al ’usri yusro”. (Q.S Al- Insyiroh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-733436624619527903?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/733436624619527903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=733436624619527903' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/733436624619527903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/733436624619527903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/02/indahnya-perjalanan-hidup.html' title='Indahnya Perjalanan Hidup'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SZ93IuR4-lI/AAAAAAAAA0o/zL98VBWd0Ac/s72-c/s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5472426974310874293</id><published>2009-02-20T19:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T19:35:30.035-08:00</updated><title type='text'>Selama sebulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SZ92ZLU1mUI/AAAAAAAAA0g/DTU7SXIJErw/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 92px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SZ92ZLU1mUI/AAAAAAAAA0g/DTU7SXIJErw/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305089060974729538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selama sebulan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sebulan dikeluarga kami diuji dengan kesabaran dan keihklasan, karena saya masih tinggal di rumah orang tua istri (mertua) maka hampir sebulan ini saya membantu permasalahan dikeluarga istri saya. Memang Alloh swt akan menguji apakah kita benar-benar beriman kepada-Nya atau tidak, kejadian pertama dialami keluarga saya sendiri dari tanggal 22 januari 2009 istri saya sempat dirawat di RS Sari Asih dua hari harus bedrest karena kandungannya kontraksi dan kalau tidak bedrest total dikhawatirkan jabang bayi yang baru usia lima bulan lahir prematur. Setelah istri sembuh dan selang satu hari ada kejadian menarik yaitu istri dari kaka ipar saya terkena gangguan makhluk halus (karena istri kaka ipar saya waktu itu dalam kondisi menstruasi dan imannya sedang lemah) kita harus percaya terhadap gangguan makhlus halus karena di Al-Quran itu sendiri Alloh swt menegaskan. ”... wama kholaktul jinna wal insya illa liya’ buduun...” tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku, begitulah kata Alloh swt. Dan di surat Al-Baqoroh ;...”alladjina yu’ minuna bil ghoibi wayuqimunasholati……” yaitu orang-orang yang percaya atau iman lepada yang ghoib. Karena Alloh swt juga ghoib. Soal gangguan jin atau syetan sebenarnya setiap manusia mempunyai sifat keduanya namun tergantung kecenderungannya lebih besar kemana. Begitupun dengan jin. Ada jin islam dan jin kafir. Kalau jin islam bisa bersahabat dengan manusia namun kita jangan meminta pertolongan atau bantuan kepadanya. Mungkin kalau menurut saya, gangguan yang menimpa istri kaka ipar saya adalah jin kafir karena kalau jin kafir tidak mau beribadah kepada Alloh dan ia tugasnya untuk mencari teman di neraka sebanyak-banyak maka kita harus memohon perlindungan kepada Alloh swt yang menguasai setiap makhluk-Nya.&lt;br /&gt; Alhamdulillah kondisi sekarang lebih baik setelah dibawa berobat dan di Ruqyah syariyah (pengobatan rukyah sesuai syari) sama ketika dijaman nabi yang terkena gangguan makhlus halus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5472426974310874293?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5472426974310874293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5472426974310874293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5472426974310874293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5472426974310874293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/02/selama-sebulan.html' title='Selama sebulan'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SZ92ZLU1mUI/AAAAAAAAA0g/DTU7SXIJErw/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-246778230398771716</id><published>2009-01-27T03:19:00.001-08:00</published><updated>2009-01-27T03:22:26.485-08:00</updated><title type='text'>Doa untuk rakyat Palestina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SX7uT-yqNhI/AAAAAAAAA0U/QGBzaIGFY7g/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 123px; height: 98px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SX7uT-yqNhI/AAAAAAAAA0U/QGBzaIGFY7g/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295932238874686994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Doa untuk rakyat Palestina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ditengah gempuran serangan agresi militer Israel di jalur gaza maka kita Bantu do’a untuk rakyat palestina, semoga Allah swt menguatkan rakyat palestina dan umat muslim didunia wajib mendo’akan karena do’a kita adalah senjata untuk melemahkan dan melumpuhkan kekuatan zhalim Israel, kita disini hanya bisa membantu dengan  do’a. bayangkan !! jika seluruh umat islam diseluruh dunia berdo’a maka akan menggetarkan dunia dan isinya.&lt;br /&gt; “…..ya Alloh sebagaimana Engkau mengantar burung-burung ababil menghancurkan tentara bergajah musyrikin, maka kami memohon kepada-Mu ya Alloh turunkanlah….”&lt;br /&gt; “…Ya Alloh, janganlah engkau biarkan seorangpun diantara orang-orang kafir itu tinggal diatas bumi, sesungguhnya jika engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan meyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir…(QS. Nuh : 26-27)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-246778230398771716?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/246778230398771716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=246778230398771716' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/246778230398771716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/246778230398771716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/01/doa-untuk-rakyat-palestina.html' title='Doa untuk rakyat Palestina'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SX7uT-yqNhI/AAAAAAAAA0U/QGBzaIGFY7g/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5822473923231165605</id><published>2009-01-17T23:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T23:59:22.090-08:00</updated><title type='text'>Saatnya Kembali Ke Prinsip Syariah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SXLhTB68xTI/AAAAAAAAAz8/p0ryX0jgZl4/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 67px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SXLhTB68xTI/AAAAAAAAAz8/p0ryX0jgZl4/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292540229163205938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saatnya Kembali Ke Prinsip Syariah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan Pembaca blog, maaf saya lama gak update blog ini. Ini tulisan yang saya buat pesanan dari buletin Yayasan Rumah Ilmu di Bandung.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini perekonomian dunia sedang bergolak. Dimana-mana sedang menjadi pembicaraan luas tentang krisis global keuangan. Krisis yang bermula di Amerika Serikat ini ternyata imbasnya ke berbagai penjuru dunia termasuk ke negara kita Indonesia. Nilai rupiah yang terus menurun, harga saham yang terus berjatuhan, dan suku bunga bank yang kian melonjak berdampak pada kelesuan perekonomian kita. Bahkan harian terkemuka Kompas pun menuliskan dalam salah satu headlinenya beberapa hari lagi akan ada PHK 126.000 karyawan dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa perekonomian AS memang cukup mengendalikan ekonomi dunia karena memang 30% transaksi dan perputaran uang secara internasional dikendalikan oleh negara adidaya tersebut. Negara dengan slogan kapitalisme dan super power kini terpuruk dan tidak berdaya. Satu demi persatu pelaku bisnis raksasa di AS bertumbangan seperti Lehman Brother, AIG group, Merryl Lynch, dan bank-bank besar berjatuhan satu persatu. Inikah tanda keruntuhan kapitalisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih penyebab krisis global di Amerika Serikat khususnya maupun didunia pada umumnya? Awalnya sih pemberian kredit perumahan rakyat yang dinamakan subprime mortgage dengan iming-iming harga rumah akan naik terus. Kredit rumah dengan bunga tinggi laris manis di kalangan masyarakat AS karena bisa dijaminkan lagi dan jaminan ini diperjual belikan ke investor. Tetapi pada akhirnya harga rumah tidak sesuai dengan yang diinginkan sementara tunggakan kredit dengan bunga tinggi makin membelit debitur. Ditambah lagi asset yang dijaminkan untuk mengajukan pinjaman itu tidak memadai karena banyak kemudahan kredit tanpa didukung jaminan yang cukup. Intinya penyebab krisis ini tidak lepas dari sifat rakus , kapitalis dan ketidak jujuran yang mewarnai perekonomian dunia. Sebagaimana tagline kapitalisme adalah kepuasan individu yang maksimum, mengejar keuntungan semata, dan memisahkan kehidupan ekonomi dari nilai-nilai agama sehingga banyak terjadi moral hazard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ini membuktikan bahwa sistem perekonomian kapitalis telah diujung kehancuran. Sistem yang memperbolehkan pelaku bisnis melakukan kegiatan-kegiatan spekulatif tinggal puing-puing yang menyisakan kesengsaraan. Praktek spekulatif dalam transaksi di pasar modal dan pasar valas ini membuat sektor moneter menggelembung atau dikenal dengan bubble economi, tetapi tidak didukung sektor riil yang kuat. Tengok saja transaksi uang yang beredar sekitar 7 trilyun dollar AS per tahun, tetapi volume perdagangan barang hanya berkisar 7 triliun dollar AS. Inilah akar dari segala krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa solusi yang jitu untuk mengatasi guncangan krisis ini? Kita punya aturan syariah yang ditetapkan Allah SWT dan telah teruji di jaman Rasul dalam mengatasi problema ekonomi umat. Lembaga keuangan syariah terbukti rentan terhadap krisis karena transaksi pinjaman didukung asset yang jelas. Selain itu lembaga keuangan syariah juga tidak menerapkan sistem ribawi dalam berbagai transaksi pembiayaan, sehingga tidak ada yang dirugikan baik kreditur maupun debitur. Transaksi di lembaga keuangan syariah juga berbasis sektor riil, karena ketika kita mengajukan pinjaman ke bank syariah peruntukannya jelas yakni untuk membiayai pembelian asset tertentu sehingga tidak ada penyalahgunaan pinjaman. Tentu saja bila ekonomi syariah dihidupkan akan terjadi keseimbangan sektor moneter dan sektor riil karena tidak ada praktek spekulatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Nabi Muhammad jarang sekali terjadi resesi. Zaman khalifah yang empat juga begitu. Di zaman Umar bin Khattab (khalifah kedua) dan Utsman (khalifah ketiga) , malah APBN mengalami surplus. Pernah dalam zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, tak dijumpai lagi satu orang miskinpun. Apa rahasianya? Kebijakan moneter Rasulullah Saw -- yang kemudian diikuti oleh para khalifah -- selalu terkait dengan sektor riil perekonomian berupa perdagangan . Hasilnya adalah pertumbuhan sekaligus stabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu solusi praktis apa yang perlu dilakukan dalam mengatasi krisis ini ? Secara sistem sudah jelas harus menggantikan bunga dengan konsep bagi hasil, hilangkan praktek spekulasi, dan fokus pada sektor riil untuk menyeimbangkan dengan sektor keuangan. Dalam tataran praktek jangka pendek lebih optimalkan penggalangan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sadaqah, dan Wakaf) untuk memberdayakan masyarakat kalangan bawah. Sekali lagi solusi syariah ini sangat efektif untuk diterapkan pada kondisi sekarang ini. Dan satu hal yang perlu ditekankan lagi adalah perkuat ekonomi domestik, hilangkan ketergantungan impor, dan perkuat Usaha Kecil Menengah sebagai bemper penyerapan tenaga kerja karena ancaman PHK di depan mata justru banyak menimpa perusahaan-perusahaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan umat Islam dewasa ini adalah menunjukkan keagungan dan keampuhan ekonomi syariah. Islam ternyata mewariskan sistem perekonomian yang tepat, fair, adil, manusiawi, untuk menciptakan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup, tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Maka “back to syariah” adalah satu-satunya katup penyelamat dari hancurnya perekonomian dunia. Dan sebagai makhluk beriman kita harus tetap optimis bahwa krisis akan segera berlalu dan kita bisa survive menghadapinya. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuisan ini &lt;br /&gt;bersumber dari &lt;br /&gt;http://srikhurniatun.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==============================================&lt;br /&gt;Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui http://klinikhati.blogspot.com atau sms 021 689 52 278 (Telkom flexi)&lt;br /&gt;==============================================&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5822473923231165605?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5822473923231165605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5822473923231165605' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5822473923231165605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5822473923231165605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/01/saatnya-kembali-ke-prinsip-syariah.html' title='Saatnya Kembali Ke Prinsip Syariah'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SXLhTB68xTI/AAAAAAAAAz8/p0ryX0jgZl4/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-6950825285356807106</id><published>2009-01-10T03:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T23:53:05.468-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SWiOWOE_sjI/AAAAAAAAAz0/B6LXoLoqIoU/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 83px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SWiOWOE_sjI/AAAAAAAAAz0/B6LXoLoqIoU/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289634274733961778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syukur kunci keikhlasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan terasa ringan kalau kita menjalaninya dengan penuh keikhlasan, hidup terasa berat karena kita tidak pernah  mensyukuri nikmat yang Allah swt berikan kepada kita, berapa banyak ayat al-quran yang menjelaskan dalam surat-Nya :  ”sedikit saja dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur”, (QS. Saba : 13).  apakah kamu tidak bersyukur?. Hidup akan terasa indah jika kita menikmati setiap detik dan episode dengan bersyukur, bersyukur dan bersabar tidak mengenal kaya atau miskin orang tersebut, bersyukur dan bersabar adalah karakter pribadi orang. Bahkan imam Al-Ghazali dalam kitabnya ’al-ihya ’ulumuddin dalam babnya tersendiri tentang sabar dan syukur dikategorikan sebagai dua bagian iman, ada juga yang menyebutkan sabar separuh agama dan separuhnya lagi terdapat pada rasa bersyukur. &lt;br /&gt;Saya sangat bersyukur diamanati dan dikaruniai seorang istri yang bersabar, karena isteri bagi saya perhiasan dunia. Mungkin anda sering mendengar kata-kata :” kenapa ya isteri saya tidak solehah, dulu saya mengenalnya tidak seperti itu”. Isteri soleha atau tidak sebenarnya tergantung suami mendidiknya. Teringat dengan pesan guru di pengajian bahwa meraih sesuatu lebih mudah dan gampang dibandingkan dengan memelihara, merawat dan menjaga, karena ketiga perlakuan tadi sangat sedikit orang bisa menjalaninya, diperlukan kesabaran yang tiada henti dari pihak suami. Orang lebih sibuk mengenal pribadi orang lain dibandingkan dengan kepribadian sendiri, maka jangan heran kalau ada suami isteri yang sudah lama menikah tetapi tidak mengenal siapa pasangannya. Bagaimana kita mau mengenal orang banyak, mengenal satu manusia saja kita tidak pernah tahu, padahal kalau kita mau menggali ilmunya Allah swt itu terdapat pada diri pasangan kita, maka saat ini mari kita sempatkan untuk terus mengenal, mengeksplor, menggali siapa pasangan hidup kita. Kita sering terjebak pada idealisme-idealisme yang sebenarnya itu tidak ada. Mana ada didunia ini yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==============================================&lt;br /&gt;Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui http://klinikhati.blogspot.com atau sms 021 689 52 278 (Telkom flexi)&lt;br /&gt;==============================================&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-6950825285356807106?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/6950825285356807106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=6950825285356807106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6950825285356807106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6950825285356807106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/01/syukur-kunci-keikhlasan-hidup-akan.html' title=''/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SWiOWOE_sjI/AAAAAAAAAz0/B6LXoLoqIoU/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-3350441468966121355</id><published>2009-01-01T18:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T19:04:01.752-08:00</updated><title type='text'>Milis Klinik Hati Center</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SV2DLTCmUGI/AAAAAAAAAzs/KiUkJaK_Nz8/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 92px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SV2DLTCmUGI/AAAAAAAAAzs/KiUkJaK_Nz8/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286525767715803234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Milis Klinik Hati Center&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah hidup tidak akan pernah selesai jikalau sikap  kita tidak pernah mau menyelesaikan masalah, sekecil apapun masalahnya pasti tiap orang memilikinya. Dalam hidup pasti setiap orang punya masalah, baik besar maupun kecil. Kenapa Allah swt memberikan masalah kepada hamba-Nya, itulah bukti sayangnya Allah swt pada kita agar tetap bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya. Allah swt menjelaskan :“Sesungguhnya Allah swt tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’du : 11). Jadi kuncinya ada pada diri kita. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Klinik Hati Center merupakan sarana dalam bercermin kedalam hati dalam menyelesaikan setiap masalah dalam kehidupan sehari-hari. Selamat bergabung di Klinik Hati Center&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bergabung di : klinikhaticenter@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Moderator&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-3350441468966121355?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/3350441468966121355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=3350441468966121355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3350441468966121355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3350441468966121355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/01/milis-klinik-hati-center.html' title='Milis Klinik Hati Center'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SV2DLTCmUGI/AAAAAAAAAzs/KiUkJaK_Nz8/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8708482082011368443</id><published>2009-01-01T18:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T18:57:04.268-08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1430 H)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SV2CbiCS6PI/AAAAAAAAAzk/DzLU_12Y9BA/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SV2CbiCS6PI/AAAAAAAAAzk/DzLU_12Y9BA/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286524947107342578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1430 H)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi kita akan menyambut pergantian tahun baru hijriyah, seakan-akan kita diingatkan kembali kepada sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW yang melakukan perjalanan ke Yatsrib yang kemudian menjadi Madinatun Nabiy, kalau kita mau belajar kepada sejarah karena dari sejarahlah kita bisa mengambil hikmahnya. Ketika itu Rasulullah saw melihat tanda-tanda baik pada perkembangan islam di Yatsrib maka disuruhlah para sahabat untuk pindah kesana maka orang-orang quraisy sangat terperanjat ketika mendengar nabi saw dan sahabatnya akan pindah ke Yatsrib karena khawatir Nabi berkuasa di kota itu. Maka pemuka-pemuka kaum Quraisy di Darun Nadwah merencanakan akan membunuh nabi Muhammad saw. Rencana orang Quraisy untuk membunuh nabi akhirnya diketahui beliau dan akhirnya ketika hijrah beliau ditemani sahabatnya Abu Bakar. Pada saat malam hari pemuda-pemuda Quraisy mengepung rumah nabi maka beliau menyuruh Ali bin Abi Tahlib untuk menempati tempat tidur beliau supaya orang-orang quraisy mengira beliau masih tidur. Kemudian sambil sembunyi-sembunyi keluar dari pintu belakang rumah bersama Abu baker dan menuju ke sebuah gua di bukit Tsur dan beliau bersembunyi di gua  tersebut. Pemuda quraisy akhirnya mengetahui bahwa nabi sudah pergi dari rumahnya dan akhirnya mengejar sampai ke pelosok kota Mekkah dan akhirnya sampai juga di bukit Tsuur  tempat Nabi dan Abu Bakar bersembunyi. Dengan pertolongan Allah swt akhirnya mulut gua itu dipenuhi dengan sarang laba-laba yang berlapis-lapis. Selanjutnya Nabi dan Abu Bakar meneruskan perjalanannya menyusur Pantai laut Merah dan Ali bin Abi Thalib menyusul kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari tahun baru hijriyah adalah bahwa setiap manusia harus berhijrah baik fisik maupun non fisik bilamana kondisi keberimanan sudah tidak kondusif lagi, relevansi dengan keadaan sekarang adalah diri kita baik pribadi maupun keluarga harus berhijrah dari kejahiliyahan menuju ke akhlak yang terpuji. Kondisi ini berlaku dimanapun tempat kita tinggal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8708482082011368443?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8708482082011368443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8708482082011368443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8708482082011368443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8708482082011368443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2009/01/tahun-baru-hijriyah-1-muharram-1430-h.html' title='Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1430 H)'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SV2CbiCS6PI/AAAAAAAAAzk/DzLU_12Y9BA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8532443078988283041</id><published>2008-12-20T01:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T01:14:57.472-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SUy2Z_pT33I/AAAAAAAAAzU/mgtL33waLkE/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 87px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SUy2Z_pT33I/AAAAAAAAAzU/mgtL33waLkE/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281797020696436594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pegawai Swasta dan Pegawai Negri Sipil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya cuti tiga hari (09 sampai 11 desember 2008) ada kisah menarik dari kejadian yang saya alami selama berurusan dengan birokrasi pemerintah terutama yang berhubungan dengan oknum salah satu PNS, selama tiga hari itu pula saya mendatangi tiga kantor pemerintahan secara mendadak layaknya pejabat pemerintah yang melakukan inspeksi mendadak terhadap perilaku PNS, karena memang saya bukan orang terkenal ataupun pejabat pemerintah sungguhan maka kegiatan saya tiga hari itu memang disengaja ingin mengetahui seberapa jauh pelayanan PNS terhadap Publio (masyarakat umum). Kantor pertama yang saya datangi adalah kantor SAMSAT BSD Serpong karena waktu itu ada tunggakan pajak kendaraan maka saya mengurusi sendiri, hari kedua saya mendatangi kantor    kecamatan Kelapa Dua (Gading Serpong) untuk menanyakan prosedur pembuatan AJB sampai ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) wilayah kabupaten Tangerang di Tigaraksa, hari ketiga saya mendatangi cantor pelayanan pajak pratama (KPP Pratama) wilayah Tangerang Timur (Komplek kantor Walikota Tangerang) untuk mengurusi NPWP Pribadi. selama tiga hari itu pula saya gunakan untuk mengetahui birokrasi Pemerintah Daerah seperti apa, karena menurut Sarwono Kusuma Atmaja (Ketua DPD) beliau mengatakan di acara the candidat  Metro TV bahwasanya birokrasi pemerintah daerahlah yang paling lemah (banyak penyelewengan) karena memang DPD dibentuk belum lama, jadi sangat jauh dibandingkan dengan DPR. DPD seperti anak bayi maka  pemerintah harus menaruh perhatian besar terhadap perilaku pemerintah daerah. Yang saya alami ketika mengunjungi ketiga kantor tersebut memang sedikit ada perubahan meskipun yang terparah menurut saya ada dikantor kelurahan dan kecamatan. Agak geli ketika saya ingin mengetahui jalur administratif di kelurahan dan kecamatan (mungkin bagi mereka sudah terbiasa dengan kong-kaling-kong, pungutan liar, suap menyuap). Saya tidak menyalahkan PNS nya tetapi oknumnya yang masih belum mengerti dengan dinamika reformasi sekarang, akhirnya jangan heran ada oknum PNS yang sebelumnya bukan pengusaha setelah jadi PNS ingin punya sampingan sebagai pengusaha dan akhirnya mereka cari modal lewat uang-uang panas. Dalam bidang apapun, perilaku individu itu ada kecenderungan-kecenderungan kearah sana . Artinya kita jangan menyalahkan pengusaha yang tadinya memang mereka awalnya pengusaha kemudian pengusaha ini berbenturan dengan birokrasi pemerintah maka mau tidak mau mereka melakukan penyuapan karena birokrasi yang zhalim, akan tetapi  lebih parah lagi kalau semua mental PNS yang memang tugasnya adalah melayani masyarakat tiba-tiba mendadak ia ingin menjadi pengusaha dan akhirnya mereka melakukan penyelewengan  kekuasaan untuk usahanya, maka jangan heran jika ada oknum PNS yang baru tiba-tiba menjadi kaya yang sebelumnya memang ia bukan pengusaha tapi tiba-tiba kaya. Apapun bentuknya, dalam hukum islam semuanya ada batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh (halal dan haram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud untuk menyudutkan para PNS tetapi kenyataannya banyak oknum yang seperti itu, paradigma itu berlaku untuk semua bidang profesi termasuk saya sebagai pegawai swasta, karena kalau mau dibeberkan birokrasi swasta pun  lebih parah karena saya bekerja di swasta, semuanya tergantung individu diri kita, apakah kita mau meraba hati kita jika hal itu terjadi kedalam diri dan keluarga kita, seperti yang disinyalir dalam Al-Quran : ”jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam takzim&lt;br /&gt;&lt;a href="http://klinikhati.blogspot.com"&gt;Udin S&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8532443078988283041?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8532443078988283041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8532443078988283041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8532443078988283041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8532443078988283041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/12/pegawai-swasta-dan-pegawai-negri-sipil.html' title=''/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SUy2Z_pT33I/AAAAAAAAAzU/mgtL33waLkE/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5691240443237693688</id><published>2008-12-09T01:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T01:03:54.997-08:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Iedul Adha 1429 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ST40cECk5kI/AAAAAAAAAzM/I12ZPAUo0SQ/s1600-h/c.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 94px; height: 110px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ST40cECk5kI/AAAAAAAAAzM/I12ZPAUo0SQ/s320/c.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277713470050330178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat Hari Iedul Adha 1429 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sekeluarga mengucapkan selamat hari raya qurban, semoga kita bisa meneladani kisah Nabi Ibrahim a.s yang sangat luar biasa pengorbanannya, perjuangannya dan kita bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut, mari kita berbenah diri dengan selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt karena sebaik-baik bekal diakhirat nanti adalah taqwa. &lt;br /&gt;Allah swt menjelaskan dalam surat Al-Kautsar : 1-3 bahwasanya sholat dan berqurban adalah tanda bersyukur atas nikmat Allah swt yang diberikan kepada kita&lt;br /&gt;”sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah, sesungguhnya orang yang membencimu dialah orang yang terputus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5691240443237693688?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5691240443237693688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5691240443237693688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5691240443237693688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5691240443237693688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/12/selamat-hari-iedul-adha-1429-h.html' title='Selamat Hari Iedul Adha 1429 H'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ST40cECk5kI/AAAAAAAAAzM/I12ZPAUo0SQ/s72-c/c.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-4926319579399576059</id><published>2008-12-09T00:58:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T01:01:32.462-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ST4ztFtow-I/AAAAAAAAAzE/AHLV5XCj2gU/s1600-h/a.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ST4ztFtow-I/AAAAAAAAAzE/AHLV5XCj2gU/s320/a.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277712663045522402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Junaedi, Yatim yang rindu Bapaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Junaedi sudah lama meninggal ketika umur Junaedi 2 tahun, ibunya bercerita waktu itu bapak Junaedi terserang penyakit Liver yang sudah kronis dan tidak bisa diselamatkan, ibu Junaedi hanya seorang pedagang klontong didepan rumahnya untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari ketiga anaknya, Junaedi. Bocah anak ketiga dari tiga bersaudara ini sekarang duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tingkat pertama, Junaedi anak yang rajin. Setiap pulang sehabis sekolah ia bergegas membantu ibunya untuk membereskan dagangan, selain tergolong anak yang cerdas disekolahnya, Junaedi punya harapan dan cita-citanya yang tinggi yaitu ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, agar ia bisa membantu ibunya yang sudah tua, bisa menjadi tulang punggung dikeluarganya. Junaedi, mungkin salah satu cerminan dari ribuan anak yaitm yang mempunyai cita-cita besar, seorang anak yatim yang cerdas yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan sampai keperguruan tinggi. Selama ini memang ia selalu mendapat bantuan program beasiswa dari sekolahnya, semenjak SD sampai SMK ia hanya mengandalkan beasiswa dari almamaternya, setelah saya tanya ke anak tersebut, maka cita-citanya ingin menjadi engineer sekaligus bisa berdakwah. Semoga cita-cita Junaedi bisa tercapai karena masih banyak anak yatim seperti Junaedi yang harus kita bantu pendidikannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-4926319579399576059?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/4926319579399576059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=4926319579399576059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4926319579399576059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4926319579399576059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/12/junaedi-yatim-yang-rindu-bapaknya.html' title=''/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ST4ztFtow-I/AAAAAAAAAzE/AHLV5XCj2gU/s72-c/a.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5812367791554456720</id><published>2008-12-09T00:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T00:58:52.727-08:00</updated><title type='text'>Tukang Ojeg Yang Baik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ST4zPBCRdvI/AAAAAAAAAy8/ApKa_n8jzfs/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 78px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ST4zPBCRdvI/AAAAAAAAAy8/ApKa_n8jzfs/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277712146393822962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tukang Ojeg Yang Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah namanya bang Nawi, begitu setiap saya memanggil beliau. setiap hari pekerjaannya mengantar penumpang dengan motor Honda supra x nya. sudah menjadi kebiasaannya untuk mengawali pekerjaannya dipagi hari  mengantar anak perempuannya yang masih duduk dibangku  sekolah dasar (SDN Cihuni I, Serpong Tangerang). Bang Nawi biasa mangkal ojegnya di pertigaan Lampu Merah RS Islam Ass-Shobirin, Serpong Tangerang. Beliau sering bercerita kepada saya yang memang waktu itu saya sudah menjadi langganan penumpangnya mengantarkan saya pulang kerumah. Entah kenapa saya menjadi penasaran untuk terus bertanya dan bertanya. Ketika saya bertanya :”berapa penghasilan bang Nawi dari hasil mengojeg?, ia menjawab :” kadang-kadang ga pasti Pak, tetapi saya ikhlas menjalani pekerjaan ini karena sudah tidak ada pilihan lain, kalo ga gitu nanti anak isteri saya tidak makan. Saya mikirnya ibadah mengantarkan orang ke tempat tujuannya. Soal penghasilan seperti saya, ya tidak seberapa Pak. Pernah saya waktu mengantarkan penumpang, tiba-tiba motor saya di serempet mobil dari samping, untungnya penumpang saya tidak kenapa-kenapa?. Akhirnya penumpang saya suruh naik ojeg yang lain aja. Waktu mobil nyerempet motor saya memang ia turun dan minta maaf, tapi ia bilang ke saya lagi buru-buru dan bisa ngasih KTP aja ke saya, tau benar tau engga, masalahnya ia seperti ketakutan dan besok siang ia bakalan balik lagi untuk mengganti biaya motor saya yang rusak diserempetnya, ia tanya kesaya, Bapak biasa mangkal dimana? Nanti besok siang saya ke tempat bapak lagi, saya hanya menjawab bahwasanya saya biasa mangkal di pertigaan RSI Ass-Shobirin, Bapak itu menjawab ia ngantor di sekitar BSD City. Akhirnya saya percaya dan memang ia ngasih saya KTP, satu hari, dua hari, tiga hari saya tungguin ko tidak datang-datang, ya sudah akhirnya saya mencari alamat rumah yang ada di KTPnya, waktu saya datang ke rumahnya seolah-olah keluarga mereka sangat ketakutan karena dikirain saya mau meras mereka, tetapi saya datang dengan baik-baik dan menceritakan kejadian sesuai dengan semestinya. Ujung-ujungnya saya hanya dikasih uang sebesar Rp. 50.000 buat ganti spare part saya yang rusak, yang seharusnya harga spare part itu harganya Rp.200.000 maka saya harus nombok. Tetapi saya kadang-kadang heran lo Pak dengan si Bapak yang nyerempet saya tadi, padahal ia berdasi, kerja dikantoran, makan saja mungkin lebih dari harga yang ia kasih ke saya, dikira saya ini bodoh, bisa diakalin, tetapi saya ikhlas jalanin ini semua. Mungkin hidup saya seperti ini, jadi bahan permainan orang-orang berdasi, atau pejabat yang tidak memiliki hati nurani, mudah-mudahan Allah swt membalas kebaikannya untuk mengganti biaya yang diserempetnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak saya merenung kepada tukang ojeg ini, beliau ko ikhlas benar menjalani hidup ini, hanya bermodalkan keikhlasan ia rela menjalani pahit getirnya kehidupan dunia yang banyak problemnya. Akhirnya saya berkunjung ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya, kehidupan bang Nawi memang sangat sederhana, ia memiliki dua orang anak yang masih sekolah, bang Nawi tidak memikirkan yang lain kecuali anaknya bisa sekolah yang tinggi agar tidak seperti dirinya yang lulusan SD saja tidak selesai. Disini saya bisa menilai dan melihat kejernihan saat ia mempunyai tujuan yang besar utnuk mensukseskan anak-anaknya dari rezeki yang halal, ia punya semangat keikhlasan karena menurutnya cita-cita yang besar dan mulia hanya bisa dicapai dengan cara-cara yang besar dan mulia juga. Subhanallah, saya sangat kagum dengan keadaan orang-orang lemah yang mungkin menurut kita ia kelihatannya lemah dan hina, padahal diri kita yang hina karena terbiasa menghinakan orang lain, mengecilkan dan meremehkan orang lain dan akhirnya kitalah yang sebenarnya lemah dan hina.]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5812367791554456720?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5812367791554456720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5812367791554456720' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5812367791554456720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5812367791554456720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/12/tukang-ojeg-yang-baik.html' title='Tukang Ojeg Yang Baik'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/ST4zPBCRdvI/AAAAAAAAAy8/ApKa_n8jzfs/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-3895040236286167141</id><published>2008-11-29T04:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T04:27:31.607-08:00</updated><title type='text'>Bahaya Dengki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/STE1IJ8AxRI/AAAAAAAAAoU/2llEbsBygTI/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 92px; height: 92px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/STE1IJ8AxRI/AAAAAAAAAoU/2llEbsBygTI/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274055052850414866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahaya Dengki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul saw bersabda : ”sifat dengki memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu”. Hakikatnya adalah bila sesorang tidak menyukai nikmat Allah atas saudaranya sehingga ingin nikmat itu hilang darinya. Apabila ia tidak membenci  pada sudaranya dan tidak menginginkan lenyapnya, tetapi ingin seperti itu , maka inilah dinamakan iri, maka tidak heran kalau nabi mensinyalir lewat haditsnya dengan sabda : ”orang mukmin iri, sedang orang munafik mendengki”. Sifat iri, dengki ini ada pada setiap manusia namun kadarnya berbeda-beda sesuai dengan tingkat keimanan dan ketakwaan dirinya, iri dengki merupakan fitrah manusia, setiap manusia memilikinya. Untuk menghilangkan iri dengki obatnya harus dengan ilmu. Karena semua penyakit hati bisa diobati dengan ilmu. Tanpa ilmu manusia tidak akan selamat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-3895040236286167141?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/3895040236286167141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=3895040236286167141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3895040236286167141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3895040236286167141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/11/bahaya-dengki.html' title='Bahaya Dengki'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/STE1IJ8AxRI/AAAAAAAAAoU/2llEbsBygTI/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5450880249171805403</id><published>2008-11-29T04:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T04:25:44.190-08:00</updated><title type='text'>Orang-orang yang dicintai Allah swt (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/STE0pKARPLI/AAAAAAAAAoM/XVjOrgly9Jk/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 86px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/STE0pKARPLI/AAAAAAAAAoM/XVjOrgly9Jk/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274054520292326578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Orang-orang yang dicintai Allah swt (Bagian 2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, orang yang bertawakal.&lt;br /&gt;Dalam surat Ali-Imran : 159, Allah swt menegaskan kepada kita semua .”sesungguhnya Allah swt mencintai orang-orang yang bertawakal kepadaNya.” tawakkal berarti berpasrah diri setelah kita melakukan ikhtiar dengan semaksimal mungkin, kadang kita terjebak pada arti tawakkal dengan mengartikan pasrah dengan tidak melakukan apapun, kalau bahasa jawa ”nrimo”. Ada juga arti tawakkal dipakai sebagai alasan atau dalih karena ketidakmampuan diri kita untuk terus semangat merubah keadaan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, orang Adil.&lt;br /&gt;Dalam surat Al-Hujurat : 9, Allah swt menjelaskan ”sesungguhnya Allah swt menyukai orang-orang yang berlaku adil.” ada juga redaksi hadits rasul saw yang menyebutkan bahwa keadilan dekat kepada ketakwaan, Allah swt menyukai pemimpin yang adil.&lt;br /&gt;Namun kadang-kadng kata keadilan sering dipakai orang untuk menyudutkan orang lain sebagai alasan ketidakadilan dalam melakukan sesuatu, sehingga banyak orang berkata : ” Oo, dia orangnya tidak adil, dia orangnya zhalim, berat sebelah, ini ga adil.” padahal ukuran keadilan sangat relatif seperti seorang ayah yang memberikan uang satu juta rupiah kepada anak kuliahan tentunya akan sangat berbeda jikalau uang sebesar itu diberikan kepada anak TKnya, jadi kata-kata adil harus proporsional sesuai dengan kebutuhan. Begitupun Allah swt sangat mengetahui kebutuhan hambaNya, itulah sebagai bentuk keadilanNya. Allah swt akan membuktikan keadilanNya kelak diakhirat bahwa orang yang salah tetap salah dan harus dihukum, mungkin orang bisa lepas dari hukum dunia tetapi nanti diakhirat Allah swt akan membuktikan keadilanNya. Maka hati-hati jika kita dikasih titipan amanat terus kita tidak mampu berlaku adil maka pertanggung jawaban kelak diakhirat akan sangat berat. Jangan sampai kata-kata keadilan dipakai sebagai lipstik/ pemanis bibir untuk menarik simpatik orang atau untuk mengerahkan masa. Karena pada prakteknya keadilan agak berat diterapkan jika didalam hati orang itu  belum ada keimanan dan ketakwaan. Allah swt mencintai orang yang adil, maka minimal kita bisa berlaku adil terhadap diri kita untuk mau jujur menerima keburukan-keburukan yang ada didalam diri kita, kasarannya kalau kita belum mampu untuk berlaku adil maka jangan bermimpi untuk memimpin orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;, orang yang bersatu untuk berperang dijalan Allah swt &lt;br /&gt;Dalam surat Ash-shaff : 4 : ”sesungguhnya Allah swt menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. Maka diperlukan suatu komunitas, suatu golongan untuk terus memperjuangkan nilai ajaran Allah swt, dengan kata lain meneruskan perjuangan Rasulullah saw dan Allah swt akan melindungi orang-orang yang menjaga dan membelaNya. Jika umat ini bersatu maka seperti bangunan yang tersusun rapih dan kokoh, tapi sangat disayangkan kelemahan umat islam ini hanya satu yaitu mudah untuk di adu domba, difitnah yang akhirnya tercerai berai, salaing curiga mencurigai, hasud, iri dengki yang semuanya disulut oleh api yang namanya adu domba. Bayangkan saja di indonesia, umat islam terbesar didunia tetapi mudah diadu domba. Banyak kyai, ustadz, pemuka agama, tokoh-tokoh masyarakat tetapi tidak mau bersatu, mereka lebih senang dengan berkelompok-kelompok, bikin komunitas sendiri-sendiri, memfitnah saudaranya sendiri, yang semuanya itu berawal dari penyakit-penyakit hati yang ada pada mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5450880249171805403?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5450880249171805403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5450880249171805403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5450880249171805403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5450880249171805403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/11/orang-orang-yang-dicintai-allah-swt_29.html' title='Orang-orang yang dicintai Allah swt (Bagian 2)'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/STE0pKARPLI/AAAAAAAAAoM/XVjOrgly9Jk/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8077677019038304185</id><published>2008-11-15T19:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T19:43:12.839-08:00</updated><title type='text'>Orang-orang yang dicintai Allah swt</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SR-VeDGGW0I/AAAAAAAAAoE/w3bxsPnNXa4/s1600-h/IMGP3309.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SR-VeDGGW0I/AAAAAAAAAoE/w3bxsPnNXa4/s320/IMGP3309.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269094432506272578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SR-U-WhFXeI/AAAAAAAAAn8/xAS4VGZ3Kvs/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SR-U-WhFXeI/AAAAAAAAAn8/xAS4VGZ3Kvs/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269093887963913698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Orang-orang yang dicintai Allah swt&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin dicintai Allah swt maka kita harus mencintai Allah swt, karena rumusan dalam kehidupan ini hanya dua, mencintai maka akan dicintai. Menolong maka akan ditolong, seberapa besar kita mencintai maka seberapa besar pula kita akan mendapatkan cintanya Allah swt, semuanya tergantung diri kita. Ada enam orang yang akan dicintai Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, oang yang berbuat ikhsan (kebaikan)&lt;br /&gt;Dalam surat Al-Baqarah : 195, Allah swt menegaskan ”sesungguhnya Allah swt mencintai orang –orang yang berbuat baik”.&lt;br /&gt;Perbuatan baik sekecil apapun kalau niatnya ikhlas dan caranya benar maka insya Allah kita akan mendapatkan ridhonya Allah swt, termasuk perbuatan kecil menyingkirkan duri di pinggiran jalan sekalipun, bahkan saking cintanya Allah swt kepada manusia seorang pelacur sekalipun   memberi minum anjing yang kehausan dipadang pasir mendapat ampunan dari Allah swt.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; orang yang bertaqwa&lt;br /&gt;Dalam surat Al-Imran : 76. ditegaskan ”sesungguhnya Allah swt  mencintai orang –orang yang bertaqwa”. Semua orang pada dasarnya tahu definisi taqwa, karena disetiap ceramah-ceramah, khotbah jum’at dll, ada seruan untuk mengajak kepada ketaqwaan.&lt;br /&gt;Kalau mau diterjemahkan secara bebas kata taqwa itu mengandung tiga huruf yaitu huruf ’tho’, yang berarti taat, orang yang bertaqwa berarti taat kepada Allah dan rasul-Nya. Huruf kedua adalah huruf ”qof” yang berarti qanaah, orang yang bertaqwa berarti sikap hidupnya selalu qanaah yaitu menerima semua karunia apa-apa yang diberikan oleh Allah swt secara lapang dada, tidak rewel, dengan kata lain selalu mensyukuri yang diberikan Allah swt dalam hidupnya. Dan huruf yang ketiga adalah huruf ”wau” yang berarti wara’, orang yang bertaqwa berarti dirinya selalu wara’, rendah hati dan tidak sombong, wara’ juga bisa diartikan mengambil pertengahan atau tidak melebih-lebihkan dalam segala hal.&lt;br /&gt;Jadi orang yang bertaqwa dalam dirinya ada tiga sifat yang tercermin dalam hidupnya yaitu taat menjalankan perintah Allah swt dan rasul-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya. Kemudian sikap hidupnya selalu qanaah dan wara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; orang sabar&lt;br /&gt;Dalam surat ali-imran : 146, Allah swt menegaskan ”sesungguhnya Allah swt mencintai orang yang sabar”. Redaksi ayat lain juga Allah swt menjelaskan ”minta tolonglah kamu dengan sabar dan sholat”.dan saya pernah dengar hadits bahwasanya ”Allah swt mencukupkan pahala yang tak terbatas kepada orang yang mampu bersabar”. Ternyata hikmah sabar ini luar biasa. Kalau kita mau dan mampu bersabar saja kepada Allah swt maka kita akan mendapat hadiah yang luar biasa dari Allah swt, selain kita dicintai Allah swt maka kitapun akan mendapatkan pahala yang tidak terbatas, baik itu pahala diakhirat nanti maupun pahala yang kita dapatkan didunia ini berupa hadiah dari Allah swt. Karena hidup tanpa kesabaran sangat mustahil, semuanya akan berantakan, seorang ibu kalau tidak sabar mendidik anak-anaknya maka anaknya ketika masih kecil akan dibiarkan begitu saja, sholat pun kalau kita tidak sabar maka sholat itu akan ditinggalkan, masa sholat terus katanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersambung&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8077677019038304185?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8077677019038304185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8077677019038304185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8077677019038304185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8077677019038304185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/11/orang-orang-yang-dicintai-allah-swt.html' title='Orang-orang yang dicintai Allah swt'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SR-VeDGGW0I/AAAAAAAAAoE/w3bxsPnNXa4/s72-c/IMGP3309.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-130301577679517039</id><published>2008-11-15T19:29:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T19:31:10.498-08:00</updated><title type='text'>Keluarga merupakan cerminan masyarakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SR-T2YTQxsI/AAAAAAAAAn0/C5khQYYSblY/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 86px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SR-T2YTQxsI/AAAAAAAAAn0/C5khQYYSblY/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269092651492230850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keluarga merupakan cerminan masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh : Udin Syamsudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita yang menarik kalau kita mau mengambil hikmahnya seputar keluarga disekitar kita, karena keluarga adalah cerminan masyarakat. Posisi saya dan anda adalah bagaimana menciptakan keluarga sebagai barometer ketentraman dimasyarakat sekitar kita. Karena permasalahan bangsa yang besar ini berawal dari permasalahan keluarga yang ujung-ujungnya dibawa ke masyarakat, perilaku anak diluar bisa jadi perilaku ibunya didalam keluarga. Sehingga tidak heran kalau banyak pelajar yang tawuran, anak yang suka berbohong. Karena ibu merupakan madrasah pertama bagi anaknya, memang sering orang mengatakan banyak faktor kalau berbicara kasus perilaku anak yang kurang baik  diluar itu karena faktor lingkungan tetapi awal pendidikan dari seorang ibu adalah  dikeluarganya. Apakah selama ini tidak ada komunikasi dikeluarga itu, tidak ada ikatan batin yang kuat antara anak dan ibu lewat do’a misalnya, meskipun anak itu berada dilingkungan yang tidak kondusif sekalipun tetapi kalau do’a ibu selalu menyertainya maka insya Allah anak itu bisa bergaul dimanapun dan sianak nanti akan menemukan dan memilih pergaulan sesuai dengan dirinya, apakah selama ini ibu tidak mendo’akan anak-anaknya?. Memang penyakit yang menjangkiti masyarakat kita sekarang adalah penyakit ”cuek bebek”. Masa bodo dengan semuanya, kalau keadaan seperti ini sudah merebak kemana-mana maka tinggal menunggu kehancurannya. Bisa juga perilaku bapak diluar juga karena permasalahan dikeluarganya, maka tidak aneh kalau si bapak korupsi diluar sana sini, emosional. Seringkali kita tidak mengerti pemicu yang terjadi di masyarakat berawal dari keluarga dirumah. Benar kata nabi ketika beliau mau wafat yang iwasiatkan oleh beliau kepada sahabat adalah disuruh menjaga sholat, mendidik wanita dan umati (umatku). Begitu cintanya nabi kepada umatnya sampai-sampai ketika mau wafat saja masih menyebut umatku. Karena terbukti sampai sekarang umat ini banyak tetapi kualitasnya sedikit sekali dan peran wanita di keluarga harus bisa memperbaiki kualitas umat atau masyakat kita, dengan menjaga sholat insya Allah didalam keluarga itu ada ketentraman sehingga bisa mencerminkan ketentraman dimasyarakat, amiiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-130301577679517039?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/130301577679517039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=130301577679517039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/130301577679517039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/130301577679517039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/11/keluarga-merupakan-cerminan-masyarakat.html' title='Keluarga merupakan cerminan masyarakat'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SR-T2YTQxsI/AAAAAAAAAn0/C5khQYYSblY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-1276281750196057508</id><published>2008-11-11T05:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T05:33:57.364-08:00</updated><title type='text'>Belajar Keikhlasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SRmJu5x5MKI/AAAAAAAAAns/KMnuY2DfX5w/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 117px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SRmJu5x5MKI/AAAAAAAAAns/KMnuY2DfX5w/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267392678063583394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Belajar Keikhlasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara untuk belajar keikhlasan, bagi seorang pekerja atau karyawan diperusahaan, ia bisa belajar keikhlasan bekerja dengan baik, selain digaji tetapi ia bisa sambil belajar kehidupan yaitu bagaimana belajar caranya ikhlas, karena untuk ikhlas itu bukan perkara mudah, saya banyak menemukan tipe karyawan yang selalu mengeluh, selalu kurang, dan lain-lain. Bagaimana kita bisa mensyukuri yang besar kalau mensyukuri yang kecil aja belum bisa, padahal dengan kita bekerja ditempat orang lain berarti melatih keikhlasan kita, kenapa? Ibarat kita yang mempunyai perusahaan maka kita tidak mau menerima karyawan yang malas-malasan, banyak tokoh pengusaha yang belajar ikhlas terlebih dahulu untuk bekerja ditempat orang lain baru kemudian ia mendirikan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru belajar keikhlasan dengan cara mengajar siswa-siswanya dengan baik, orang tua belajar keikhlasan dengan menjaga dan merawat anak-anaknya dengan baik, semua profesi bisa dilatih bagaimana caranya untuk belajar ikhlas, (selain memang sudah menjadi kewajiban dirinya tetapi bisa diniatkan untuk melatih keikhlasan), karena semua peran dan episode dalam kehidupan ini akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar ikhlas membuat anda cerdas, amiiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-1276281750196057508?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/1276281750196057508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=1276281750196057508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/1276281750196057508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/1276281750196057508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/11/belajar-keikhlasan.html' title='Belajar Keikhlasan'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SRmJu5x5MKI/AAAAAAAAAns/KMnuY2DfX5w/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-2386293560629896040</id><published>2008-11-11T05:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T05:29:56.268-08:00</updated><title type='text'>Tips Semangat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SRmIylzFjuI/AAAAAAAAAnk/QedCeqWKr4g/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 102px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SRmIylzFjuI/AAAAAAAAAnk/QedCeqWKr4g/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267391641907728098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips Semangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda sedang tidak semangat, coba cari orang terdekat anda dan berikanlah ia semangat maka anda akan tertular semangatnya, kalau saya pribadi!!.teman terdekat saya adalah diri saya maka ketika saya lagi malas maka saya panggil diri saya dan saya mengajak bicara kedalam diri saya untuk terus semangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda ingin jadi orang besar maka besarkan orang lain, caranya cari orang lain dan besarkan ia maka anda akan jadi orang besar (misal dalam keluarga anda selalu menyantuni yatim piatu, anda pelihara anak yatim piatu dalam keluarga anda). Coba anda sering perhatikan orang besar, mereka semuanya membesarkan orang lain, sebesar apa anda tergantung sebesar apa anda dalam membesarkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda ingin menjadi orang kaya. Maka cari orang miskin atau orang yang dalam kondisi kesusahan maka ketika anda menolongnya anda akan disebut orang kaya, kenapa?karena semakin banyak anda menolong maka anda semakin disebut orang kaya, hakikatnya orang kaya itu adalah orang yang tidak membutuhkan apa-apa, makanya Alloh disebut yang maha kaya karena Alloh tidak membutuhkan semuanya, maka manusia disuruh berdoa ( doa itu harapan, kebutuhan manusia) orang yang yang tidak berdoa dikategorikan sombong oleh Alloh swt.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-2386293560629896040?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/2386293560629896040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=2386293560629896040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2386293560629896040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2386293560629896040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/11/tips-semangat.html' title='Tips Semangat'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SRmIylzFjuI/AAAAAAAAAnk/QedCeqWKr4g/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5425690648692319546</id><published>2008-11-08T20:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T20:54:30.513-08:00</updated><title type='text'>Award dari Budhe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SRZs2TV3mBI/AAAAAAAAAnU/fxDpxRnUh0Q/s1600-h/Award+Tyas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SRZs2TV3mBI/AAAAAAAAAnU/fxDpxRnUh0Q/s320/Award+Tyas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266516494417106962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Award dari Budhe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;assalamualaikum, wr. wb&lt;br /&gt;alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt, teriring salam serta sholawat ke baginda Rasulullah saw. semoga kita semua dipagi hari ini dalam kondisi sehat, sejahtera dan diberkahi Allah swt dalam setiap detik kehidupan kita, semoga Allah swt terus membimbing kita untuk terus menuntut ilmu, mengajarkan dan mengamalkannya sesuai sepengetahuan diri kita, terimakasih &lt;a href="http://happyindohaqatar.blogspot.com"&gt;budhe&lt;/a&gt; atas award blognya, salam buat keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam takzim,&lt;br /&gt;Udin Syamsudin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5425690648692319546?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5425690648692319546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5425690648692319546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5425690648692319546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5425690648692319546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/11/award-dari-budhe.html' title='Award dari Budhe'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SRZs2TV3mBI/AAAAAAAAAnU/fxDpxRnUh0Q/s72-c/Award+Tyas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-425817764438205803</id><published>2008-10-31T20:17:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T20:01:59.308-07:00</updated><title type='text'>Doa atau Sugesti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SQvKkGS1B5I/AAAAAAAAAmk/z3wFYzzdZJc/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 109px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SQvKkGS1B5I/AAAAAAAAAmk/z3wFYzzdZJc/s320/a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263523311026243474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Doa atau Sugesti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;oleh : Udin Syamsudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya setiap kata-kata baik adalah doa dan sebaik-baik doa adalah Alhamdulillah, itu kata Nabi saw, dan doa yang bagus adalah doa yang diambil dari redaksi Al-Qur’an karena mengandung hikmah dari setiap doanya. Doa ibarat magnet dalam diri seseorang karena seperti ditarik kepada satu tujuan yaitu mengharapkan kebaikan-kebaikan dan kesuksesan, sedangkan kesuksesan itu sendiri relatif. Setiap doa adalah baik karena anjuran dari Nabi saw sedangkan kata-kata sugesti tergantung kata apa yang ia sugestikan kedalam dirinya, misal ia mensugestikan dirinya dengan  kata-kata ”saya harus kaya” kedalam pikiran alam bawah sadarnya maka ia akan kaya betulan sehingga raga dan jiwanya mendorong dirinya untuk ”menjadi kaya”. Tetapi setelah ia kaya maka ia akan maksiat karena setelah ia kaya ia menjadi lupa sehingga ia maksiat, itulah yang dinamakan kata-kata sugesti, berbeda dengan ungkapan doa karena setiap doa adalah menganjurkan kepada kebaikan dan sudah menjadi kebutuhan orang mukmin sehingga meskipun ia berdoa ingin kaya maka ia akan selalu diingatkan dengan kata-kata doanya yaitu dengan semakin ia kaya maka ia akan semakin banyak menolong orang lain, banyak sahabat Rasul saw yang kaya seperti Abdurahman bin ’Auf, beliau seorang pedagang/pengusaha yang kaya raya tetapi ia juga banyak mendermakan kekayaannya. Alhasil beliau termasuk sepuluh dari salah satu sahabat Rasul saw yang dijamin masuk surga karena kedermawanannya. Jadi siapa bilang orang islam tidak boleh kaya, orang islam harus kaya karena dengan kekayaannya akan semakin banyak orang yang ditolongnya. Yang tidak boleh adalah mensugestikan dirinya dengan kata-kata ”saya harus kaya” entah itu dengan cara seperti apa yang penting ia bisa menggapai kekayaan yang di inginkannya, mungkin seperti sekarang inilah kondisi para pejabat kita yang sebelumnya bukan pengusaha tetapi setelah menjadi pejabat legislatif atau pemertintahan ia ingin menjadi kaya dan akhirnya banyak pejabat yang korupsi. Itulah sekelumit perbedaan antara Doa dan Sugesti, perbedaannya hanya pada kata, kalau kata-kata untuk doa isinya sudah menjadi sugesti bagi dia yang berdoa karena setiap kata-kata doa isinya adalah kebaikan tetapi kalau kata-kata sugesti isinya tergantung orang yang melafalkannya dan hasilnya tergantung kata-kata apa yang ia sugestikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau penjelasannya njelimet alias gak ngerti bisa bertanya ko? Atau penjelasannya muter-muter ya wajar namanya juga njelasin ya tok. Kalo ga ngerti ya wajar namanya juga wong indonesia pusing ngurusin harga-harga pada mahal, yang kasian rakyat bukan pejabat. Mudah-mudahan tulisan ini juga tidak dibaca masyarakat tetapi para pejabat yang gak ngerti kesulitan wong cilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam takzim,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://klinikhati.blogspot.com"&gt;Udin Syamsudin&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-425817764438205803?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/425817764438205803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=425817764438205803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/425817764438205803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/425817764438205803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/10/doa-atau-sugesti.html' title='Doa atau Sugesti'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SQvKkGS1B5I/AAAAAAAAAmk/z3wFYzzdZJc/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-526364717945718305</id><published>2008-10-31T20:14:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T20:16:55.038-07:00</updated><title type='text'>Senjata Orang Mukmin adalah Do’a</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SQvKEbcxa4I/AAAAAAAAAmc/AOPJpQ2YQY0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 83px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SQvKEbcxa4I/AAAAAAAAAmc/AOPJpQ2YQY0/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263522766949280642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senjata Orang Mukmin adalah Do’a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berdoa tetapi doanya tidak mempengaruhi perilakunya, doa pada hakikatnya adalah penuntun kita untuk mengubah diri. Kalau kita mau merenungkan lebih jauh dan dalam mengenai hakikat doa maka kita akan malu dengan perilaku kita, ada riwayat di ceritakan dari ibnu Husain yang harus kita renungkan. Isinya mengenai Firman Allah swt yang berbunyi :&lt;br /&gt;”Demi kemuliaan dan kebesaran-Kudan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas Arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan dimata manusia. Aku singkirkan ia dari dekat-Ku, lalu Kuputuskan hubunganKu dengannya.&lt;br /&gt;Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan. Padahal sesungguhnya kesulitan dan hanya Aku yang dapat menyingkirkan-Nya? Mengapa ia berharap kepada selain Akudengan mengetuk pintu-pintu lainpadahal pintu-pintu itu tertutup?, padahal hanya pintuKu yang terbuka bagi siapapun yang berdoamemohon pertolongan dariKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu Aku putuskan harapannya? Siapakah yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu akau tidak bukakan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi, mengapakah mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan segala harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih pada Ku, lalu Aku perintahkan kepada mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hambaKu. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firmanKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapapun yang ditimpa oleh bencana yang Aku turunkan tiada yang dapat menyingkirkannya Aku? Akan tetapi mengapa Aku melihat ia dengan segala angan-angan dan harapannya itu, selalu berpaling dariKu?mengapakah ia sampai tertipu kepada selain Aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah memberitakan kepadanya dengan segala kemurahanKu apa-apa yang tidak sampai harus ia minta. Ketika itu semua Aku cabut kembali darinya, lalu mengapa ia tidak lagi memintanya kepadaKu untuk segera mengembalikannya. Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika diminta tidak Aku berikan? Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hambaKu? Tidakkah dunia dan akhirat itu semua milikKu? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada ditanganKu? Tidakah dermawan dan kemurahan itu adalh sifatKu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan? Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya selain daripadaKu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, ’ mintalah kepadaKu!’ Akupun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya.&lt;br /&gt;Dan semua yang Ku berikan itu tidak akan mengurangi kekayaanKu meskipun sebesar debu. Bagaiman mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedang Aku mengawasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh alangkah celakanya orang yang terputus dari rahmatKu. Alangkah kecewanya orang yang berlaku maksiat kepadaKu dan tidak memperhatikan Aku, dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada malu kepadaKu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya untaian firman Allah swt diatas. Mengapa kita selalu berpaling dari jaminannya? Mengapa kita tidak menggunakan senjata kita sebagai seorang mukmin, berdoa itu bukan untuk orang yang lemah dan bodoh tetapi kebutuhan setiap manusia karena perjalanan hidup manusia yang berbeda setiap tingkat keimananannya dan Allah swt akan terus menguji setiap orang yang beriman maka Allah swt menyuruh kita untuk selalu berdo’a agar perjalanan hidup kita selalu mendapat petunjuk dariNya. Setiap orang punya masalah baik besar maupun kecil maka berdoa merupakan senjata bagi kita. &lt;br /&gt;Ada juga orang yang sudah berdoa tetapi doanya tidak bisa merubah perilakunya karena makna doa yang ia baca tidak bisa mengubah perilakunya yang masih buruk, seharusnya doa menjadi penuntun perubahan dalam dirinya. Jika mengharapkan kaya maka harus bekerja keras, selain kerja cerdas tetapi mungkin juga  masih belum bisa bekerja dengan ikhlas sehingga ada yang salah dengan perilaku kita. Kita mengaharapkan isteri kita sholehah sedangkan diri kita saja belum sholeh, kita mengharapkan anak kita rajin mengaji sedang orang tuanya sendiri malas mengaji.&lt;br /&gt;Saudaraku, seharusnya malu dengan perilaku kita. Kita hanya bisa menyuruh sedang diri kita tidak mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan berdoa bisa mengubah akhlak buruk kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-526364717945718305?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/526364717945718305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=526364717945718305' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/526364717945718305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/526364717945718305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/10/senjata-orang-mukmin-adalah-doa.html' title='Senjata Orang Mukmin adalah Do’a'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SQvKEbcxa4I/AAAAAAAAAmc/AOPJpQ2YQY0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7603605307296938228</id><published>2008-10-25T04:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-25T04:26:19.744-07:00</updated><title type='text'>Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SQMCUWP_ONI/AAAAAAAAAmU/xReg7E0MYss/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 115px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SQMCUWP_ONI/AAAAAAAAAmU/xReg7E0MYss/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261051338292148434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang seringkali mendambakan kesuksesan, padahal setelah ia diberikan kesuksesan cenderung menjadi lupa, ada juga yang menggapai kesuksesan dengan berbagai cara dan akhirnya ia bisa memperoleh kesuksesan yang ia harapkan tetapi kadangkala kesuksesan itu malahan berdampak buruk terhadap diri dan keluarganya, ajaran islam memandang kesuksesan mencakup dua dimensi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hablum minallah dan hablum minannas&lt;/span&gt;. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Kedua hubungan ini tidak bisa dipisahkan (saling berkaitan). Hubungan dengan Allah swt diwujudkan lewat bentuk ibadah yang kemudian nilai-nilainya di wujudkan dalam hubungan terhadap sesama manusia yang kemudian kita sebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hablum minannas&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kembali ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hablum minallah &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hablum minannas&lt;/span&gt;, kedua aspek ini masih bersifat umum yang sering kita dengar dari ceramah-ceramah pengajian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adapun indikator kesuksesan menurut pendapat pribadi saya mencakup lima hal yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertama &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;keseimbangan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalau kita mau sukses maka kita harus menerapkan faktor keseimbangan, karena segala sesuatu yang tidak seimbang maka dikatakan tidak adil sedang adil itu sendiri adalah sesuai proforsinya. Materi pelajaran siswa SD dengan siswa SMU berbeda maka seorang guru yang mengerti kata adil maka ia harus bisa memberikan materi sesuai dengan penerimaan siswanya. Keseimbangan merupakan hukum alam maka andaikata kita tidak bisa menerapkan keseimbangan dalam hidup kita maka dikatakan kita tidak sukses, misalnya ada waktu untuk bekerja, ada waktu untuk keluarga, ada waktu untuk belajar, ada waktu untuk bersosialisasi, ada waktu untuk istirahat dan itu semuanya sudah menjadi hukum alam dalam menjalani kehidupan di alam dunia ini. Segala sesuatu yang berlebihan pada dasarnya kurang baik. Dan ini merupakan nilai ajaran islam, ajaran yang mengajarkan untuk memahami alam termasuk diri manusia didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;. Memberikan manfaat kepada orang lain. Seperti yang dikatakan nabi ”sebaik-baik kamu adalah yang bermanfaat buat orang lain.” misalnya minimal dengan kehadiran diri kita tidak menjadi masalah baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;. Proses mencapai cita-cita mulia, setiap orang sukses tentunya memiliki cita-cita yang mulia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;. Menikmati kemenangan dengan syukur sebagai kunci kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, ”sukses adalah akhir yang baik” kalau meminjam bahasa agama artinya khusnul khotimah yaitu akhir kehidupan yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebaiknya kita banyak merenungkan kesuksesan yang selama ini kita capai apakah sudah sesuai apa belum, jawabannya ada di hati nurani anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;salam takzim&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-7603605307296938228?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/7603605307296938228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=7603605307296938228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7603605307296938228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7603605307296938228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/10/kesuksesan.html' title='Kesuksesan'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SQMCUWP_ONI/AAAAAAAAAmU/xReg7E0MYss/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-1006344018277752709</id><published>2008-10-18T21:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T21:11:06.789-07:00</updated><title type='text'>Membangun Keikhlasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SPqzRYkxWfI/AAAAAAAAAlw/PvVjEJFqhfw/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SPqzRYkxWfI/AAAAAAAAAlw/PvVjEJFqhfw/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258712626144303602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membangun Keikhlasan&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Banyak cara ketika kita akan membangun keikhlasan dalam diri, awalnya dibangun oleh niat yang tulus didalam hati nurani untuk mau menerima kenyataan yang Allah swt karuniakan ke diri kita, sekecil apapun karunia harus disyukuri dengan cara mengelolanya dengan baik, membangun keikhlasan dikeluarga dengan cara melakukan pekerjaan rumah secara gotong royong, tidak saling mengandalkan sehingga didalam keluarga itu ada kebersamaan dan rasa memiliki tanggung jawab bersama, membangun keikhlasan ditempat kerja dengan menanamkan bahwasanya bekerja itu ibadah, kita niatkan sebagai bentuk pelayanan tertinggi kepada sang Khalik, sehingga andaikata semua profesi ditekuni dengan baik dan benar maka Indonesia tidak akan terjadi krisis seperti sekarang, kita bangun keikhlasan dengan keyakinan tertinggi bahwa hidup kita adalah ibadah, insya Allah kalau kita mempunyai persepsi tentang hidup itu ibadah maka dalam kondisi apapun kita siap menerima kenyataan hidup terpahit sekalipun karena yang ada adalah rasa bersyukur dalam menjalani hidup ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-1006344018277752709?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/1006344018277752709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=1006344018277752709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/1006344018277752709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/1006344018277752709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/10/membangun-keikhlasan.html' title='Membangun Keikhlasan'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SPqzRYkxWfI/AAAAAAAAAlw/PvVjEJFqhfw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-956648081300386615</id><published>2008-09-27T00:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T00:56:58.997-07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SN3nIZB0UhI/AAAAAAAAAjM/bXoMbdV8d-E/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SN3nIZB0UhI/AAAAAAAAAjM/bXoMbdV8d-E/s320/a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250606871927345682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429 H&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk lisan yang tidak terjaga, janji yang tidak pernah terpenuhi dan hati yang kerap berprasangka. Dengan penuh keikhlasan mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari Raya Iedul Fitri 1429 H. Taqaballlahu minna waminkum taqaballahu ya kariim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya sekeluarga mengucapkan selamat hari raya iedul fitri 1429 H, semoga dihari yang fitri kita bisa lahir kembali layaknya bayi yang dilahirkan putih bersih tiada noda dan dosa dan kita buka lembaran hidup yang baru dengan mengisi dan menjalani kehidupan ini dengan amal sholeh yang lebih baik tentunya, saling bermaaf-maafan dengan hati yang tulus dan murni. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Salam Takzim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;a href="http://klinikhati.blogspot.com"&gt;Udin Syamsudin.&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-956648081300386615?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/956648081300386615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=956648081300386615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/956648081300386615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/956648081300386615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/09/selamat-hari-raya-iedul-fitri-1429-h.html' title='Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429 H'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SN3nIZB0UhI/AAAAAAAAAjM/bXoMbdV8d-E/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7858067032829989087</id><published>2008-09-27T00:39:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T00:49:51.647-07:00</updated><title type='text'>Masjid As-Salam.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SN3ljfQGDII/AAAAAAAAAi0/C0kJAXMY-fU/s1600-h/c.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SN3ljfQGDII/AAAAAAAAAi0/C0kJAXMY-fU/s320/c.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250605138431052930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masjid As-Salam.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sudimara Jaya Ciledug Tangerang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ramadhan Terindah dalam hidup saya adalah ketika saya bersama isteri bisa shalat tarawih berjamaah di Masjid As-Salam, Subhanallah ketika saya memasuki masjid ini terasa betul kedamaian, kejernihan dan ketenangan yang ada disekitar masjid. Masjid ini dibangun belum lama dan diresmikan sekitar sebulan yang lalu oleh walikota Tangerang. Bapak H. Wahidin Halim. Setelah saya bertanya dengan DKM masjid ini bahwasanya masjid ini dibangun diatas tanah wakaf, ada warga yang mewakafkan tanahnya untuk dibangun sebuah masjid dengan nama Masjid As-Salam, sesuai namanya yaitu As-salam, Keselamatan dan setiap kita memasuki masjid ini seakan-akan kita dido’akan agar kita bisa selamat dalam menjalani kehidupan didunia ini. Pada hakikatnya kita adalah musafir didunia ini dan hanya mampir sebentar untuk pulang kembali ke kampung halaman yaitu Akhirat. Semua manusia akan pulang kekampung akhirat baik cepat ataupun lambat, hanya kadangkala ada manusia yang ingin mempertahankan eksistensi dirinya bagaimana dirinya tetap hidup dan tidak mau mati padahal kaya ataupun miskin, tua maupun muda, sakit ataupun sehat semuanaya akan merasakan yang namanya kematian dan semuanya dipergilirkan tergantung waktunya. Ada yang baru lahir dan ada yang meninggal semuanya berpasang-pasangan. Semoga kita selalu diberikan keselamatan didunia ini agar sampai ditujuan yaitu kampung akhirat kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cobalah anda silaturahim ke masjid As-Salam, niscaya anda akan merasakan keselamatan dan ketentraman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-7858067032829989087?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/7858067032829989087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=7858067032829989087' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7858067032829989087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7858067032829989087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/09/masjid-as-salam.html' title='Masjid As-Salam.'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SN3ljfQGDII/AAAAAAAAAi0/C0kJAXMY-fU/s72-c/c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5422955474302608829</id><published>2008-09-27T00:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T00:53:01.685-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Keluarga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SN3mSD9RApI/AAAAAAAAAjE/SnPdBSmM9cs/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SN3mSD9RApI/AAAAAAAAAjE/SnPdBSmM9cs/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250605938558173842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bicara problem bangsa Indonesia seperti benang kusut yang tidak ketemu dimana ujungnya, semuanya saling menyalahkan dan tidak mau kembali ke diri masing-masing bahwasanya semua persoalan sebenarnya ada dalam diri pribadi kita. Kita jangan terlalu jauh berbicara permasalahan bangsa kalau diri kita belum merasa benar, bangsa ini akan bangkit jikalau diri dan keluarga mau memperbaiki dan saling mengingatkan. Itu semuanya akan terwujud jika pendidikan didalam keluarga diterapkan sejak dini, sejak memilih pasangan hidup,  begitupun ketika mau mempunyai anak bagaimana islam dengan indah mengajarkan suami untuk mendidiknya semenjak akan melakukan hubungan suami isteri. Anak adalah titipan atau amanat dari Allah swt maka pendidikan pertama didalam keluarga adalah bagaimana suami dan isteri bekerjasama saling mengingatkan kepada kebaikan dan kesabaran.&lt;br /&gt;Dalam surat 103 [Al-‘Ashr : 1-3]&lt;br /&gt;[103.1] Demi masa.&lt;br /&gt;[103.2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,&lt;br /&gt;[103.3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.&lt;br /&gt;Istri memberikan pendidikan akhlak kepada anak-anaknya, suami menerapkan kebijaksanan didalam keluarga sebagai pengambil keputusan. Maka  sedikit demi sedikit persoalan masyarakat, agama, bangsa dan negara akan bisa terselesaikan. jikalau bangsa ini mau bangkit maka harus dimulai dari diri kita dan pendidikan didalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita saling mengingatkan didalam keluarga dan menerapkan pendidikan keluarga semampu kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5422955474302608829?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5422955474302608829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5422955474302608829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5422955474302608829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5422955474302608829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/09/pendidikan-keluarga.html' title='Pendidikan Keluarga'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SN3mSD9RApI/AAAAAAAAAjE/SnPdBSmM9cs/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-6936817373666095949</id><published>2008-09-06T01:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T01:45:52.182-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Indah Bersama Pasangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJDM159f1I/AAAAAAAAAhc/TYqrHddrX9M/s1600-h/f.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJDM159f1I/AAAAAAAAAhc/TYqrHddrX9M/s320/f.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242826804120354642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ramadhan Indah Bersama Pasangan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terindah dalam hidup saya karena ditahun ini saya bisa melakukan aktivitas ibadah bersama isteri. Tahun 2008 ini merupakan tahun pernikahan saya dengan isteri tercinta, tanggal 02 Agustus 2008 adalah tanggal pernikahan saya dengan aini, bulan ini juga bulan kemerdekaan RI yang ke-63 tahun. Acara walimatul ’ursy berjalan dengan lancar dan berkah meskipun tentunya terdapat kekurangan disana – sini. Acara akad nikah jam 10:00 pagi karena waktu itu petugas KUA datangnya agak telat berhubung orderannya banyak. Awal pertemuan saya dengan isteri ketika kami ta’aruf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di pameran ICT 2008 (Information Comunication technology) di Jakarta Convention Center, Senayan. Waktu itu tanggal 10 Mei 2008 dan kami sedikit discuss mengenai perkembangan IT, pertemuan kedua saya langsung silaturahim kerumah orang tua beliau tanggal 20 Mei 2008, tepatnya hari rabu tanggal merah karena hari libur nasional yaitu hari kebangkitan nasional RI. Semua peristiwa itu sudah menjadi kehendak yang maha kuasa yaitu Allah swt, hingga akhirnya kami mempunyai niat untuk melangsungkan pernikahan ditanggal 2 Agustus 2008 bertepatan dengan bulannya kemerdekaan RI dan saya mengucapkan ijab kabul tepat jam 10:00 pagi layaknya pidato Bung Karno ketika membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI, saya pun mengucapkan Ijab Kabul dengan mempersunting Nur’aini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-6936817373666095949?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/6936817373666095949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=6936817373666095949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6936817373666095949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6936817373666095949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/09/ramadhan-indah-bersama-pasangan.html' title='Ramadhan Indah Bersama Pasangan'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJDM159f1I/AAAAAAAAAhc/TYqrHddrX9M/s72-c/f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-6937971616003390678</id><published>2008-09-06T01:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T01:44:08.544-07:00</updated><title type='text'>Mensinergikan Dua Karakter</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJCy9YGdVI/AAAAAAAAAhU/kboXYGfMeQM/s1600-h/v.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJCy9YGdVI/AAAAAAAAAhU/kboXYGfMeQM/s320/v.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242826359449220434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mensinergikan Dua Karakter&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keuntungan menikah adalah ketika kita bisa mensinergikan dua karakter yang berbeda, dari pola pikir yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, dari pola asuh keluarga pasangan kita yang berbeda dan keinginan-keinginan yang berbeda, anggaplah pasangan hidup kita maunya seperti ini sedangkan kita maunya juga seperti ini dan ternyata memang proses ta’aruf (saling mengenal) dengan pasangan hidup kita tidak mudah seperti yang saya bayangkan sehingga ta’aruf itu berlaku seumur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan sepanjang hidup berumah tangga. Karena menurut sebagian orang proses ta’aruf itu hanya berlaku ketika mencari pendamping hidup dan prosesnya berakhir setelah kejenjang pernikahan padahal ta’aruf itu dilakukan sepanjang proses berumah tangga dan berakhir sampai dengan maut yang memisahkan. Bahkan saya sering bertanya kepada orang yang sudah berumah tangga apakah selama ia berumah tangga sudah mengenal betul seperti apa karakter isri atau suaminya itu karena ada pasutri yang selama bertahun-tahun menikah tidak tahu karakter pendampingnya seperti apa, jadi selama ini kemana saja pasutri itu sehingga tak bisa mengenal karakter pasangannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah anda sudah mengenal betul sperti apa karakter pasangan anda maka kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih mudah untuk mensinergikan dua perbedaan, intinya adalah tidak ada pasangan hidup yang sempurna, semuanya ada kekurangan dan kelebihanannya. Tinggal bagaimana kita bisa memadukan dua perbedaan sehingga bisa efektif. Bayangkan jika anda memiliki pasangn hidup yang sempurna maka anda tidak akan ada perjuangan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam mendidik pasangan hidup kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mensinergiakan dua karakter tadi akan bermanfaat jika diantara berdua saling memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga hidup semakin bermakna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-6937971616003390678?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/6937971616003390678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=6937971616003390678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6937971616003390678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6937971616003390678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/09/mensinergikan-dua-karakter.html' title='Mensinergikan Dua Karakter'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJCy9YGdVI/AAAAAAAAAhU/kboXYGfMeQM/s72-c/v.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-4636763964429433152</id><published>2008-09-06T01:39:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T01:42:18.755-07:00</updated><title type='text'>Yakinlah Untuk Menikah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJCUrO_V1I/AAAAAAAAAhM/pOhgoFQ9X2E/s1600-h/d.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJCUrO_V1I/AAAAAAAAAhM/pOhgoFQ9X2E/s320/d.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242825839183091538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yakinlah Untuk Menikah&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Urusan menikah adalah soal keyakinan dan kemantapan hati, kalau kita sudah yakin dan hati mantap maka dengan ucapan bismillah semuanya akan berjalan lancar karena niat kita sudah benar dan cara kita sudah benar, soal hasil kita serahkan kepa da Allah swt. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada cerita dari teman saya ketika menikah banyak sekali rintangan dan godaannya karena memang dirinya membuat rumit apa yang ada dipikirannya, menikah dijadikan beban tetapi bukan karena faktor perintah agama sehingga yang dipikirkan menikah itu sangat sulit. Anda menikah atau pun anda tidak menikah tetap saja anda banyak godaannya , banyak rmasalahnya. Jadi lebih baik kita melakukan persiapan mental, spiritual dan finansial. Persiapan mental bisa dilatih dari tempaan-tempaan kehidupan sehingga dengan tempaan kehidupan maka orang tersembut bertambah dewasa, persiapan spiritual dengan cara banyak mengkaji diri sendiri dan memahami agama, memahami agama bukan sekedar tahu agama tetapi lebih kepada esensi dari kita beragama dan yang terakhir persiapan finansial bisa dilakukan dengan bekerja dengan ikhlas sehingga dengan bekerja anda bisa menabung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk biaya pernikahan kelak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sudahkah anda yakin untuk menikahi pasangan anda?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-4636763964429433152?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/4636763964429433152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=4636763964429433152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4636763964429433152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4636763964429433152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/09/yakinlah-untuk-menikah.html' title='Yakinlah Untuk Menikah'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJCUrO_V1I/AAAAAAAAAhM/pOhgoFQ9X2E/s72-c/d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-6673496488417546448</id><published>2008-09-06T01:37:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T01:39:54.903-07:00</updated><title type='text'>Sendirian Takut Nikah Khawatir (STNK)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJBvp6NPHI/AAAAAAAAAhE/g28tjtW2A_M/s1600-h/a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJBvp6NPHI/AAAAAAAAAhE/g28tjtW2A_M/s320/a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242825203172326514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sendirian Takut Nikah Khawatir (STNK)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hal tersulit dalam hidup adalah mengambil keputusan, keputusan diambil karena banyaknya pilihan-pilihan, sebenarnya dalam hidup berlaku hukum dualisme yaitu hukum berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada senang ada susah, ada laki ada perempuan, dst. Begitupun dalam diri saya ketika hidup sendirian ada semacam ketakutan dalam urusan mendapatkan pasangan hidup tetapi saya yakinkan dalam diri bahwa semuanya berpasang-pasangan dan pasti semua orang ada saatnya untuk berumah tangga. Kalau mau direnungkan ada benarnya juga istilah STNK cocok untuk saya, STNK bukan istilah untuk Surat Tanda Nomor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kendaraan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi STNK yang dimaksud adalah Sendirian Takut, Nikah Khawatir. gejala STNK seperti ini pernah saya alami dan akibatnya hidup kita terlalu banyak khawatir dan takut sehingga tidak berani melangkah, mencoba dan mengambil keputusan untuk menikah. Bisa anda bayangkan jikalau hidup kita serba ketakutan, takut tidak dapat pasangan hidup, takut tidak makan, khawatir jika setelah menikah tidak bisa bebas seperti layaknya ketika sendirian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memang rumit hidup ini jika pikiran kita tidak bisa mengarahkan ke hal-hal yang sederhana maka akan nampak berat semua permasalahan hidup karena dari pola pikir kita yang salah terhadap permasalahan itu, lain halnya ketika kita bisa membawa pikiran kita kehal-hal yang sederhana, semuanya bisa mengalir seperti air tanpa beban dan kita bisa menikmati dan mensyukuri kehidupan yang Allah swt karuniakan kepada kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi ketika kita hidup dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kekhawatiran dan ketakutan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka akan sangat sulit untuk melangkah dan maju, padahal ciri orang besar dan sukses adalah seberapa banyak kegagalannya dan ia mau belajar dari kegagalannya itu. Maka ada orang yang saking pintar dan briliannya seolah-olah ia tahu masa depan sehingga ia takut untuk melangkah karena ia sudah tahu kedepan seperti apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Masihkah anda menyimpan STNK dialam pikiran anda?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-6673496488417546448?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/6673496488417546448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=6673496488417546448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6673496488417546448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/6673496488417546448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/09/sendirian-takut-nikah-khawatir-stnk.html' title='Sendirian Takut Nikah Khawatir (STNK)'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJBvp6NPHI/AAAAAAAAAhE/g28tjtW2A_M/s72-c/a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-3382796689559612924</id><published>2008-09-06T01:34:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T01:48:02.155-07:00</updated><title type='text'>Bujangan Pusing Kawin Bingung (BPKB)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJBMSSsblI/AAAAAAAAAg8/Fe_TXYe3DNA/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJBMSSsblI/AAAAAAAAAg8/Fe_TXYe3DNA/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242824595537161810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Bujangan Pusing Kawin Bingung (BPKB)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Istilah BPKB sebenarnya bukan istilah yang dipakai untuk Buku Pemilik Kendaraan Bermotor tetapi BPKB yang saya maksud adalah Bujangan Pusing Kawin Bingung, istilah BPKB tersebut pernah saya alami ketika saya masih bujangan, kekawatiran banyak menyelimuti dalam diri seperti masalah biaya pernikahan, masalah kriteria pasangan hidup, masalah-masalah tersebut terakumulasi menjadi satu dan terbentuk didalam pikiran sehingga takut atau trauma untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menikah, belum lagi kalau orang tersebut memiliki latar belakang dalam keluarga orang tuanya yang bercerai atau melihat contoh keluarga saudaranya ada yang kurang harmonis ”sering berantem” maka menambah daftar catatan dibuku ”BPKB” kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk takut menikah, sebenarnya kalau kita kaji secara dalam masalah pernikahan tentunya bisa sangat rumit dan bahkan bisa juga sangat sederhana, apalagi islam memberikan kemudahan-kemudahan disamping kesulitan-kesulitannya, misalnya masalah biaya pernikahan dizaman sekarang yang sangat mahal sebenarnya tidak dicontohkan dalam ajaran Rasul saw, Rasul saw mengajarkan prinsip kesederhanaan dalam hidup maka kenapa kita mesti ingin kelihatan ”wah” dimata orang lain, kenapa kita tidak bisa seperti apa adanya diri kita dengan segala keterbatasan dan kekurangan, kesederhanaan tidaklah hidup serba irit atau dibatasi,kesederhanaan itu sesuai proporsinya dan sifatnya kondisional artinya disesuaikan dengan kebutuhan diri kita, jadi kenapa kita harus pusing-pusing memikirkan yang tidak ada sedangkan yang ada saja tidak kita fungsikan sesuai dengan adanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masalah menikah tau tidak sebenarnya urusan kita tetap berjalan terus, kebutuhan hidup kita pun berjalan terus, mau menikah atau tidak menikah sekalipun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetap harus mencari nafkah untuk menopang kehidupan. Lantas kalau kita tidak menikah semua urusan akan selesai padahal setiap manusia memiliki urusan dan problem hidup masing-masing. Ada juga alasan yang tidak mau menikah karena begitu beratnya tanggung jawab berkeluarga sehingga ia tidak mau kelak ditanya diakhirat berbelit-belit, seperti perkataan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Imam Al-Ghazali bahwa yang paling berat adalah amanat sehingga saking beratnya amanat maka ia tidak mau menikah atau berkeluarga. Sesuci-sucinya orang atau bahkan para sufi yang tidak mau menikah karena khawatir tidak bisa beribadah kepada Allah swt dengan sempurna padahal ibadah yang paling sempurna adalah ibadahnya Rasul saw dan Rasul saw pun menikah, berdagang, bermasyarakat dan melakukan aktivitas seperti layaknya manusia pada umumnya maka Rasul dijadikan ”uswatun hasanah” suri tauladan yang baik buat umatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada juga alasan yang katanya khawatir tentang kurangnya ilmu dalam berkeluarga padahal kewajiban manusia itu adalah menuntut ilmu (thalabul ’ilmu) karena Allah swt menganjurkan agar terus mencari ilmu dari buaian ibu sampai liang lahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi intinya adalah mau bujangan terus pun kita akan tetap pusing dengan banyak masalah dan kawin pun kita juga akan tetap bingung dengan banyaknya problem-problem kehidupan berumah tangga, jadi terserah anda karena hidup memang pilihan-pilihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-3382796689559612924?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/3382796689559612924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=3382796689559612924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3382796689559612924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3382796689559612924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/09/bujangan-pusing-kawin-bingung-bpkb.html' title='Bujangan Pusing Kawin Bingung (BPKB)'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SMJBMSSsblI/AAAAAAAAAg8/Fe_TXYe3DNA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-3208467475471349278</id><published>2008-08-30T07:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T18:21:41.236-07:00</updated><title type='text'>Marhaban ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://klinikhati.blogspot.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SLlT0JHtHgI/AAAAAAAAAgY/w7vmhvkJZQ0/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240311796688821762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Marhaban ya Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi kita akan menyambut tamu agung, tamu yang akan menyapa setiap orang yang beriman karena hanya orang beriman yang diseru untuk melaksanakan perintah sahum. Persiapan menyambut ramadhan kali ini adalah kebahagiaan bersama sang isteri tercinta untuk melakukan silaturahim kepada kedua orang tua dan ke makam nenek kakek yang sudah wafat. Sudah menjadi kebiasaan setiap awal ramadhan tiba, saya ketika itu masih sendiri  melakukan kebiasaan memohon maaf kepada kedua orang tua agar dido’akan untuk bisa menjalani aktivitas ibadah dibulan yang suci ini. Dan alhamdulillah di tahun ini kebiasaan itu akan terus dilakukan karena pahalanya akan berlipat ganda karena separuh agama telah saya sempurnakan dan menambah tali silaturahim yang banyak yang menghubungkan kasih sayang antara kedua orang tua istri dan kedua orang tua saya. Subhanallah, betapa banyak karunia yang Allah limpahkan kepada saya hingga setiap detik saya tidak mampu untuk selalu mensyukuri nikmat yang dikaruniakan-Nya. Marhaban ya Ramadhan, mari kita sambut bulan ramadhan dengan penuh cinta dan istimewa layaknya kita berjumpa dengan saudara kita yang sebelas bulan meninggalkan kita, layaknya seorang isteri yang merindukan suaminya dirantau sehingga kerinduannya begitu kuat untuk bertemu dengan suaminya. Bahkan sahabat Rasul lebih hebat lagi ketika menyambut ramadhan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://wisatahati.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Nikmati hidangan yang Allah berikan dibulan ramadhan yang suci ini,   amiiin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://klinikhati.blogspot.com"&gt;Udin Syamsudin&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-3208467475471349278?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/3208467475471349278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=3208467475471349278' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3208467475471349278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3208467475471349278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban ya Ramadhan'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SLlT0JHtHgI/AAAAAAAAAgY/w7vmhvkJZQ0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8521418843246267149</id><published>2008-08-30T06:49:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T18:23:41.213-07:00</updated><title type='text'>Saqinah, Mawaddah dan Warahmah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SLlSyo7NF0I/AAAAAAAAAgQ/093HarS4NBU/s1600-h/15-16.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 80px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SLlSyo7NF0I/AAAAAAAAAgQ/093HarS4NBU/s320/15-16.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240310671354959682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://klinikhati.blogspot.com/"&gt;&lt;span&gt;salam hangat: Udin Syamsudin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saqinah, Mawaddah dan Warahmah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semenjak saya menikah, banyak pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada saya  membahas hal-ikhwal  seputar pernikahan. Mulai awal ketika saya berjumpa dengan sang isteri dan pertanyaan sekitar cinta yang tumbuh diantara kami berdua. Saya katakan kepada  orang yang bertanya kepada saya bahwasanya pernikahan kami adalah pernikahan yang dilandasi oleh keimanan kepada Allah swt. Kami menikah dijalan Allah karena kami begitu cintanya kepada Allah. Kenapa saya menjawab seperti itu? Karena sebelum menikah dengan saya, saya  menemukan sinyal yang kuat didalam isteri saya bahwa beliau begitu cintanya kepada Allah. Saya yakin dalam teori ilmu kimia sekalipun dijelaskan bahwa unsur yang  senyawa akan dipertemukan dengan unsur yang senyawa lagi, begitupun dengan isteri saya ada semacam senyawa yang kuat yang melekat kedalam diri saya yaitu kecintaannya kepada Allah swt. Sehingga kalau kita sudah betul dan benar cintanya kepada Allah maka sinarnya akan terpantul kepada setiap orang yang mempunyai kesamaan yang sama yaitu mencintai Allah. Mungkin anda dan saya sering memperhatikan bahwa pasangan kita itu adalah cerminan siapa diri kita sesungguhnya, maka ketika kita berani mengambil keputusan untuk menikah maka kita sudah siap bercermin dengan diri kita yang sebenarnya, jadi nda usah malu kalau kita punya pasangan yang tidak sesuai dengan kriteria diri kita, ya mungkin diri kita juga masih banyak kekurangannya yang harus dibenahi dan diperbaiki, hubungannya dengan konteks saqinah, mawaddah dan warahmah dalam pernikahan adalah ketika didalam rumah tangga ada rasa ketenangan jiwa, ketentraman batin dan kesejukan hati maka disitulah timbul rasa mawaddah yaitu rasa cinta yang bergejolak, tetapi rasa cinta itu hanya sebatas kulit saja karena bisa jadi dimulut kita mengatakan cinta tetapi kenyataan bisa saja berbeda dan setelah cinta tumbuh maka ada benih-benih kasih sayang yang dalam (warahmah) diantara berdua. Begitulah tahapan orang berumah tangga, karena tujuan menikah adalah ketenangan, kemudian muncul rasa cinta dan rasa cinta pun masih kamuflase karena harus dibuktikan lewat pengorbanan-pengorbanan, kalau cintanya benar hanya karena Allah tetapi kalau cintanya bukan karena Allah yaitu cinta dunia misalnya maka yang terjadi bukannya ketenangan tetapi musibah yang semakin berlarut-larut, setelah cinta yang benar maka akan tumbuh rasa kasih sayang yang luar biasa yang meskipun usia sudah tua renta, kulit mulai keriput tetapi kasih sayangnya tidak akan luntur dimakan waktu, diterpa badai dan ombak bahkan meskipun berpisah didunia mereka akan tetap sayang diakherat kelak. Maka, saran saya adalah segera temukan siapa pasangan hidup anda, soal kecocokan itu tergantung persepsi anda karena cocok itu tergantung siapa diri anda, mungkin anda kecocokannya dalam hal mencari dan memburu materi, mungkin anda cocoknya dalam hal mengejar prestise dan banyak kecocokan-kecocokan lainnya dan itu semua tergantung kecocokan masing-masing pribadi anda, dalam teori ilmu kimia unsur yang senyawa akan bertemu dengan unsur yang senyawa lagi begitupun diri anda dan saya tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Terapkan saqinah, mawaddah dan warrahmah di diri kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8521418843246267149?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8521418843246267149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8521418843246267149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8521418843246267149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8521418843246267149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/08/saqinah-mawaddah-dan-warahmah.html' title='Saqinah, Mawaddah dan Warahmah'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SLlSyo7NF0I/AAAAAAAAAgQ/093HarS4NBU/s72-c/15-16.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8452082732023053502</id><published>2008-08-12T16:47:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T16:51:06.264-07:00</updated><title type='text'>Energi Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIht-vPLUI/AAAAAAAAAgE/CX7wqQPV0aw/s1600-h/f.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIht-vPLUI/AAAAAAAAAgE/CX7wqQPV0aw/s320/f.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233782790776892738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Energi Cinta&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Percaya ataupun tidak dengan saya ketika kita mencintai pasangan hidup kita maka ada semacam energi cinta yang luar biasa, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;cinta itu merupakan karunia Allah swt yang diikat lewat tali pernikahan. Ketika kita belum sah sebagai suami istri maka kata-kata cinta hanyalah rayuan nafsu belaka karena peranan syetan bermain disana, energi cinta akan sangat bermanfaat dalam menjalani kehidupan dunia karena dengan cintalah kita akan menghargai siapa diri kita, dengan cintalah kita tidak akan merugikan setiap orang, dengan cinta pula pedagang tidak akan mengurangi timbangannya, dengan cinta kita bisa menjalani kehidupan ini dengan ikhlas. Bayangkan betapa indahnya kalau disetiap diri manusia selalu menyala kata-kata cinta dalam dirinya, cinta lingkungan maka alam tidak akan rusak seperti sekarang ini, mencintai anak maka tidak akan banyak anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terlantar yang nongkrong di mall-mall, ditrotoar, dijalanan umum, tawuran. Cinta suami atau istri maka tidak akan banyak istri yang selingkuh atau suami yang selingkuh sedang praktek poligami selalu ditentang. Begitulah kalau disetiap diri manusia ada energi cinta yang selalu menyala-nyala sehingga menjadi indah kehidupan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sedang bagi seorang mukmin, kebahagiaan yang tertinggi adalah ketika berjumpa dengan Allah dengan wajah yang berbinar-binar karena kebahagiaan yang kita rasakan sekarang didunia ini hanyalah 1% sedangkan kebahagiaan akhirat 99% yaitu ketika berjumpa dengan Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Seberapa besar energi cinta anda tergantung seberapa besar anda mencintainya&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8452082732023053502?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8452082732023053502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8452082732023053502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8452082732023053502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8452082732023053502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/08/energi-cinta.html' title='Energi Cinta'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIht-vPLUI/AAAAAAAAAgE/CX7wqQPV0aw/s72-c/f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-1148694674852375270</id><published>2008-08-12T16:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T16:47:01.774-07:00</updated><title type='text'>Mencintai atau Dicintai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIgt7V8ZcI/AAAAAAAAAf8/FYd_nXYB1z4/s1600-h/v.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIgt7V8ZcI/AAAAAAAAAf8/FYd_nXYB1z4/s320/v.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233781690353870274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Mencintai atau Dicintai&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kata-kata mencintai atau dicintai hanyalah ungkapan perasaan cinta seseorang, perbedaannya adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika kita “mencintai” orang maka secara tak langsung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ada semacam transfer energi yang kita keluarkan kepada orang yang kita cinta, sedangkan kata “dicintai” merupakan bentuk penerimaan dari seseorang yang mencintai diri kita. Saya jadi teringat dengan pesan Rasul, kalau kita mau dicintai seseorang maka kita harus mau mencintai orang tersebut, oleh karena itu dalam islam dikenal persaudaraan yaitu saudara seiman sehingga ketika kita saling berkunjung atau bersilaturahim maka ada rasa kerinduan yang mendalam sebagai saudara seiman. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Wajar ketika saudara seiman saling bersalaman dan berangkulan karena mereka sedang mentransfer energi mencintai dan dicintai karena Allah swt, adapun Allah menegaskan. ” Barangsiapa mencintai-Ku maka aku akan mencintainya sebagaimana ia mencintai-Ku sehingga semua makhluk di muka bumi akan mencintainya.” sepahit apapun dalam hidup ini kalau kita mencintai Allah maka Allah pun akan mencintai diri kita, entah lewat manapun jalannya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Parameter kita layak dicintai atau tidak adalah bagaimana perlakuan makhluk Allah terhadap diri kita, kalau kita benar-benar mencintai Allah dan Rasul-Nya maka semua makhluk Allah akan menyayangi diri kita karena seperti itu rumus kehidupan, kalau kita ingin dicintai maka kita harus mencintai, kalau kita ingin kaya maka kita harus memberi, kalau kita ingin memiliki anak maka kita harus mau menyayangi anak-anak, kalau kita ingin kuat maka berlindunglah kepada yang maha kuat yaitu Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sudahkah anda layak dicintai atau mencintai.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-1148694674852375270?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/1148694674852375270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=1148694674852375270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/1148694674852375270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/1148694674852375270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/08/mencintai-atau-dicintai.html' title='Mencintai atau Dicintai'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIgt7V8ZcI/AAAAAAAAAf8/FYd_nXYB1z4/s72-c/v.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-777176985990064214</id><published>2008-08-12T16:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T20:29:49.671-07:00</updated><title type='text'>Hidup bagaikan Mimpi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIgEd7e8KI/AAAAAAAAAf0/S2qhKqpVnWw/s1600-h/c.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIgEd7e8KI/AAAAAAAAAf0/S2qhKqpVnWw/s320/c.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233780978083623074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Hidup bagaikan Mimpi&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak terasa seminggu sudah terlewati masa-masa dimana saya menjalani kehidupan yang baru, keluarga baru, kondisi dan situasi yang serba baru dan kata-kata seperti itu yang selalu diucapkan kepada kedua mempelai ketika menempuh hidup yang baru, “selamat menempuh hidup baru”. permasalahannya adalah kita harus siap dengan segala perubahan dalam hidup ini, siap menerima kenyataan dalam hidup ini dan sebagaimana pada kebanyakan umumnya ketika menikah yang harus benar-benar dipersiapkan adalah kondisi mental spiritual. Karena segala sesuatu tergantung pada niatnya. Menikah selain sunnah rasul dan menyempurnakan separuh agama maka tinggal separuh agama lagi yang harus dicapai oleh suami istri tersebut dengan cara bergaul dengan masyarakat dan mengimplementasikan kehidupan beragama yang beradab sehingga tercipta peradaban ummat yang dimulai dari prototype keluarga kecil muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya yakin anda dan saya memimpikan kehidupan yang damai, tentram dan bahagia seperti masyarakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Madinatul Al-Munawarah&lt;/span&gt;, dan pada akhirnya manusia bisa berkembang sejalan dengan ilmu pengetahuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bangun………..hidup anda bukan mimpi lagi tetapi kenyataan yang harus dijalani dan disyukuri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-777176985990064214?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/777176985990064214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=777176985990064214' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/777176985990064214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/777176985990064214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/08/hidup-bagaikan-mimpi.html' title='Hidup bagaikan Mimpi'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIgEd7e8KI/AAAAAAAAAf0/S2qhKqpVnWw/s72-c/c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-193371296419973947</id><published>2008-08-12T16:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T16:41:42.511-07:00</updated><title type='text'>Kasih Sayang Bunda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIfbVnzKTI/AAAAAAAAAfs/OthOS40Bt2U/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIfbVnzKTI/AAAAAAAAAfs/OthOS40Bt2U/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233780271478942002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasih Sayang Bunda&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; peristiwa yang sangat menyedihkan di hari pernikahan saya yaitu ketika bunda meneteskan air mata untuk melepaskan anaknya yang dicinta untuk meniti kehidupan yang baru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekaligus hidup berumah tangga dengan tanggung jawab yang lebih besar. Ada dua kemungkinan bunda menangis, mungkin beliau menangis karena akan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merasa kehilangan anak laki-lakinya yang selama ini paling dekat dengannya sehingga mau tidak mau beliau harus merelakannya dengan ikhlas, yang kedua bisa saja menangis itu pertanda kebahagiaannya yang paling dalam dari lubuk hatinya karena beliau sudah berhasil mendidik anak laki-lakinya untuk mengemban tanggung jawab berumah tangga meskipun badai, cobaan dan rintangan banyak yang akan dihadang didepan nanti tetapi tangisan itu mungkin tangisan yang membahagian beliau saking anaknya mempunyai keberanian untuk menjalani kehidupan yang baru, kehidupan yang sangat asing yang harus dijalani. Dua kemungkinan tadi saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bunda menangis ketika saya menikah telah saya tanyakan kepada beliau dan memang ketika saya hendak menikah jauh-jauh harinya saya sudah memohon do’a beliau untuk mengikhlaskan diri saya, saking dekat dan intensnya diri saya diskusi dengan bunda sehingga apapun yang terjadi dengan saya dan kehidupan saya maka kontak batin antara saya dengan bunda luar biasa kuatnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; semacam magnet yang begitu kuat sehingga antara saya dan bunda tidak akan pernah terpisahkan sampai saya meninggal nanti. Pesan ini sejalan dengan haditsnya Rasulullah saw yang menegaskan bahwa :&lt;a href="http://klinikhati.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;”ridho Allah swt terletak pada ridhonya kedua orang tua.”&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 153, 255);" class="MsoNormal"&gt;Salam Takzim&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Udin Syamsudin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-193371296419973947?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/193371296419973947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=193371296419973947' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/193371296419973947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/193371296419973947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/08/kasih-sayang-bunda.html' title='Kasih Sayang Bunda'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SKIfbVnzKTI/AAAAAAAAAfs/OthOS40Bt2U/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7038263504872864584</id><published>2008-07-23T04:47:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T05:02:02.593-07:00</updated><title type='text'>Hutang Cinta Pada Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SIcbAnaO53I/AAAAAAAAAeM/0N9Jhh1WTZw/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SIcbAnaO53I/AAAAAAAAAeM/0N9Jhh1WTZw/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226175589979711346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hutang Cinta Pada Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://klinikhati.blogspot.com/"&gt;&lt;br /&gt;ditulis oleh : Udin Suyamsudin&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; satu hal yang harus selalu diingat sama kita, sehebat apapun diri kita dan sepintar apapun diri kita, kita tidak akan pernah bisa membalas hutang cinta kita kepada ibu. Karena dari rahim seorang ibu kita dilahirkan kedunia ini, pendidikan pertama yang kita dapatkan dari ibu kita adalah kasih sayang yang tulus ketika anaknya lahir. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahkan ia korbankan diri dan nyawanya agar anaknya selamat. Ada pepatah yang mengatakan : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;kasih sayang anak ke orang tua sepanjang galah sedangkan kasih sayang orang tua ke anak sepanjang jalan”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt; Seperti itu kasih sayang orang tua ke anaknya, seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kasih sayang Allah kepada setiap makhlukNya. Ini pertanda hutang cinta kita ke orang tua tidak akan pernah terbalas. Mungkin anda sering mengaji kesana kemari, ikut ziarah kemana-mana, tetapi orang tua sendiri sering kita sakiti, kita malu mempunyai orang tua yang tidak berpendidikan padahal kita bisa seperti sekarang karena do’a orang tua kita. Artinya adalah ada peristiwa dimana kita akan meneruskan perjuangan orang tua kita yaitu menjadi seorang Bapak dan Ibu dari anak-anak . Perbedaannya adalah masalah waktu saja. Maka ketika anak anda lahir akan mencerminkan siapa diri anda sesungguhnya karena anak cerminan dari perilaku orang tua. Kalau anak anda durhaka kepada anda mungkin dulu anda pernah durhaka sama orang tua anda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Sudahkah anda hari ini berbuat baik kepada orang tua anda?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-7038263504872864584?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/7038263504872864584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=7038263504872864584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7038263504872864584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7038263504872864584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/hutang-cinta-pada-ibu.html' title='Hutang Cinta Pada Ibu'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SIcbAnaO53I/AAAAAAAAAeM/0N9Jhh1WTZw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-1534359218350972597</id><published>2008-07-13T07:19:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T20:14:38.513-07:00</updated><title type='text'>Undangan Pernikahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://klinikhati.blogspot.com"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 213px; height: 227px;" src="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHswwPY4XuI/AAAAAAAAAd8/SaoxntrOQYY/s320/DSC_4519.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222821798188965602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://klinikhati.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-size:180%;" &gt;                       Undangan Pernikahan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoP9oyvP5I/AAAAAAAAAd0/pO_2JNXVjac/s1600-h/nuraini.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 207px;" src="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoP9oyvP5I/AAAAAAAAAd0/pO_2JNXVjac/s320/nuraini.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222504269486178194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Maha Suci Allah&lt;br /&gt;Yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah yang Maha Mengabulkan&lt;br /&gt;perkenankanlah putra-putri kami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Nuraini Sumardi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Putri ketiga dari Bpk. Mardiono &amp;amp; Ibu Suharti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Udin Syamsudin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Putra kedua dari Bpk. Muhammad Yunus &amp;amp; Ibu Romlah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengikuti sunnah Rasul-Mu&lt;br /&gt;Dan membentuk keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah&lt;br /&gt;Maka limpahkanlah rahmat dan barokah&lt;br /&gt;Dalam pernikahan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad Nikah&lt;br /&gt;Hari   : Sabtu, 02 Agustus 2008. Pukul : 09.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Kediaman Mempelai Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirohmannirohiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memanjatkan puji dan syukur serta Mohon Rahmat dan Ridho Allah SWT,&lt;br /&gt;Kami bermaksud melaksanakan walimatul ursy’ yang akan dilaksanakan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari / Tanggal : Sabtu, 02 Agustus 2008. Pukul : 09.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Jl. Tanah Seratus. RT.004/04, No.25. Kel. Sudimara&lt;br /&gt;Jaya. Kec. Ciledug, Kodya Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kehormatan dan kebahagiaan serta ucapan terima kasih&lt;br /&gt;yang tulus dari kami apabila Bapak / Ibu / Saudara / i berkenan hadir&lt;br /&gt;serta memberikan do’a restu kepada kedua mempelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kel Bpk Mardiono  &amp;amp; Kel Bpk।Muhammad Yunus &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;" href="http://klinikhati.blogspot.com"&gt;&lt;span&gt;Aini &amp;amp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Udin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-1534359218350972597?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/1534359218350972597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=1534359218350972597' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/1534359218350972597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/1534359218350972597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/maha-suci-allah.html' title='Undangan Pernikahan'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHswwPY4XuI/AAAAAAAAAd8/SaoxntrOQYY/s72-c/DSC_4519.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-4056460227268111584</id><published>2008-07-13T07:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T04:08:48.283-07:00</updated><title type='text'>Wasiat Seorang Ibu Pada Putrinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoOqIMOhxI/AAAAAAAAAds/EPSyongmYrM/s1600-h/DSC_4556.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 132px; height: 137px;" src="http://bp2.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoOqIMOhxI/AAAAAAAAAds/EPSyongmYrM/s320/DSC_4556.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222502834805573394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wasiat Seorang Ibu Pada Putrinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika al-Harits bin Amr, raja Kandah, mengawini putri Auf bin Mahlam asy-Syaibani, dan masyarakat ingin memboyong kerumah suaminya, ibu putri Auf  berpesan kepadanya, “Wahai ananda, seandainya wasiat kebaikan itu kalau ditinggalkan berarti etika, pasti aku tinggalkan dia darimu. Namun, ia pengingat bagi yang lalai dan membantu yang ingat. Seandainya seorang isteri tidak tidak butuh pada suaminyadisebabkan kekayaan orang tuanya atau karena orang tuanya sangat memerlukannya, maka aku adalah orang yang tidak membutuhkan suami. Namun wanita diciptakan untuk lelaki dan lelaki diciptakan untuk wanita. Anakku, engkau akan meninggalkan suasana yang kau keluar darinya dan sarang yang disitu kau menetas menuju sarang yang kau belum kenal dan pasangan yang kau belum terbiasa dengannya, yang dengan penguasaannya terhadapmu dia menjadi pengawas dan pemilik. Maka, jadikanlah dirimu budak wanitanya, pasti dia menjadi budakmu.&lt;br /&gt;Wahai putriku peganglah sepuluh sikap dariku yang akan menjadi modal dan ingatan bagimu. Pertemanan disertai sikap menerima apa adanya. Pergaulan dengan sikap mendengar dan menurut . selalu memperhatikan pusat pandangannya. Selalu meneliti sasaran penciumannya. Maka, jangan sekali kali dia memandangmu dalam keadaan buruk dan jangan sekali-kali dia mencium darimu kecuali bau yang harum. Celak (penghitam mata) adalah sebaik-baik make up yang ada, air adalah sebaik-baik parfum kalau tidak ada. Selalu memperhatikan waktu makannya. Menjaga ketenangan diwaktu tidurnya, karena panasnya lapar adalah pembakar emosi, dan memotong nyenyaknya tidur membuat marah. Selalu menjaga harta dengan perhitungan yang cermat. Peliharalah keluarga dan sanak kerabat dengan pengaturan yang baik. Jangan menyebarkan rahasianya, engkau takkan merasa aman dari pengkhianatannya. Kalau engkau melanggar perintahnya, berarti engkau telah mengobarkan kemarahannya. Jangan gembira ketika dia sedih, dan jangan bersedih ketika dia sedang bahagia, karena sikap pertama berarti meremehkan dan yang kedua berarti mengeruhkan.&lt;br /&gt;Jadilah engkau orang yang paling mengagungkannya, dia pasti sangat mengormatimu. Semakin engkau menjadi orang yang amat menyelaraskan diri dengannya, engkau pasti menjadi orang yang paling lama bersanding dengannya. Ketahuilah, janganlah engkau memaksakan diri untuk mencapai yang engkau sukai, sehingga engkau mengutamakan kesukaannya diatas kesukaanmu dan kemauannya diatas kemauanmu, dalam hal-hal yang kamu sukai maupun yang kamu benci, semoga Allah mengaruniakan kebaikan-Nya padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, putri Auf bin Mahlam asy-Syaibani pun diboyong dan diserahkan kepada suaminya. Diapun tampak agung dihadapan suaminya. Dia melahirkan tujuh orang raja yang mengusai Yaman sepeninggal suaminya.&lt;br /&gt;Begitulah wanita-wanita yang mulia itu.&lt;br /&gt;Segala restu dan petunjuk itu hanya dengan karunia Allah Ta’aala saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-4056460227268111584?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/4056460227268111584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=4056460227268111584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4056460227268111584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4056460227268111584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/wasiat-seorang-ibu-pada-putrinya.html' title='Wasiat Seorang Ibu Pada Putrinya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoOqIMOhxI/AAAAAAAAAds/EPSyongmYrM/s72-c/DSC_4556.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-5233099813287709235</id><published>2008-07-13T07:06:00.001-07:00</published><updated>2008-07-14T04:10:27.469-07:00</updated><title type='text'>Beberapa Akhlak Menuju Keluarga Sakinah Sebelumnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoMFV02FsI/AAAAAAAAAdk/tro0t6aFsdg/s1600-h/nuraini.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 129px;" src="http://bp3.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoMFV02FsI/AAAAAAAAAdk/tro0t6aFsdg/s320/nuraini.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222500003787183810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa Akhlak Menuju Keluarga Sakinah &lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;---------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang muslim meyakini tentang kedudukan akhlak dalam kehidupan individu, berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Di sini, ada beberapa akhlak dan adab yang harus ada pada suami-istri, yakni berupa hak di antara keduanya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:&lt;br /&gt;وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya.” (Al-Baqarah: 228)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keduanya memiliki sifat amanah.&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali salah satu dari keduanya mengkhianati yang lain, karena mereka berdua tak ubahnya dua orang yang sedang berserikat, sehingga dibutuhkan amanah, menerima nasihat, jujur dan ikhlas di antara keduanya dalam segala kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memiliki kasih sayang di antara keduanya.&lt;br /&gt;Sang istri menyayangi suami dan begitu juga sebaliknya, sang suami menyayangi istrinya. Ini merupakan perwujudan firman Allah Subhanahu wa ta'ala:&lt;br /&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (Ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menumbuhkan rasa saling percaya antara kedua belah pihak. Jangan sekali-kali terkotori dengan keraguan terhadap kejujuran, amanah, dan keikhlasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lemah lembut, wajah yang selalu ceria, ucapan yang baik dan penuh penghargaan. Hal ini masuk dalam keumuman firman Allah Subhanahu wa ta'ala:&lt;br /&gt;وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bergaullah dengan mereka secara patut.” (An-Nisa`: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inginkan dan lakukan kebaikan untuk kaum wanita.” (Lihat Minhajul Muslim, 1/102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-5233099813287709235?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/5233099813287709235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=5233099813287709235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5233099813287709235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/5233099813287709235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/beberapa-akhlak-menuju-keluarga-sakinah.html' title='Beberapa Akhlak Menuju Keluarga Sakinah Sebelumnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoMFV02FsI/AAAAAAAAAdk/tro0t6aFsdg/s72-c/nuraini.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-2645303124783316187</id><published>2008-07-13T07:03:00.001-07:00</published><updated>2008-07-14T04:11:20.297-07:00</updated><title type='text'>Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Keluarga Beliau Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoLkTCHgKI/AAAAAAAAAdc/YmpyJSOsWW4/s1600-h/addin.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoLkTCHgKI/AAAAAAAAAdc/YmpyJSOsWW4/s320/addin.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222499436101861538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Keluarga Beliau &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh amat sangat menarik bila dikaji kehidupan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersama istri-istri beliau. Sebuah kehidupan indah, yang mestinya ditulis dengan tinta emas, dan telah diabadikan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala hingga hari kiamat. Sehingga setiap umat beliau yang kembali ke jalan As-Sunnah akan mengetahui hal itu. “Indahnya hidup bersama Sunnah Rasulullah”, itulah ucapan yang akan keluar dari orang yang telah mencium aroma As-Sunnah walaupun sedikit. Mari kita menelaah beberapa riwayat tentang indahnya hidup Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersama keluarga beliau, yang semuanya itu merupakan buah dari akhlak yang mulia dan agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah disebutkan di dalam kitab-kitab As-Sunnah seperti kitab Shahih Al-Imam Al- Bukhari, Shahih Al-Imam Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa`i dan selain mereka. Lihat nukilan beberapa riwayat dalam kitab Ash-Shahihul Musnad Min Syama`il Muhammadiyyah. (1/384-420, karya Ummu Abdullah Al- Wadi’iyyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan kelembutan beliau bersama istri-istrinya.&lt;br /&gt;Beliau tidur satu selimut, beliau mandi berduaan dan mencium istrinya sekalipun dalam keadaan berpuasa, serta bercumbu rayu sekalipun dalam keadaan haid, sebagaimana hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha dalam riwayat Al-Imam Al- Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim (no. 1807) dari Hafshah radhiyallahu 'anha dan datang pula dari hadits ‘Aisyah radhiyallahu 'anha diriwayatkan oleh Al-Imam Al- Bukhari (no. 1928) dan Muslim (no. 1851):&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللهِ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah mencium (istrinya) dalam keadaan beliau berpuasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Ummu Salamah radhiyallahu 'anha (HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 322 dan Muslim 444) bercerita kepada Zainab putrinya, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menciumnya dalam keadaan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa, dan beliau radhiyallahu 'anha pernah mandi bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sebuah bejana dalam keadaan junub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rasulullah menyenangkan istrinya dengan sesuatu yang bukan merupakan maksiat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.&lt;br /&gt;Sebagaimana riwayat dari Aisyah radhiyallahu 'anha: “Aku melihat Rasulullah menutupi aku dengan selendangnya, dan aku melihat kepada anak-anak Habasyah yang sedang bermain di masjid hingga akulah yang bosan.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berbincang-bincang bila memiliki kesempatan.&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam riwayat dari sahabat 'Aisyah radhiyallahu 'anha: “Rasulullah shalat dalam keadaan duduk dan membaca dalam keadaan duduk. Dan bila masih tersisa dalam bacaannya sekitar 30 atau 40 ayat, beliau berdiri dan membacanya dalam keadaan berdiri. Kemudian beliau ruku’ dan sujud. Dan beliau lakukan hal itu pada rakaat kedua bila beliau menunaikan shalatnya. Jika aku bangun, beliau berbincang- bincang denganku dan bila aku tidur beliau juga tidur.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berlomba lari dengan istrinya.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha:&lt;br /&gt;أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي سَفَرٍ قَالَتْ: فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَيَّ، فَلَمَّا حَمِلَتِ اللَّحْمُ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِي، قَالَ: هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tatkala dia bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah perjalanan, dia berkata: ‘Aku berlomba lari dengan beliau dan aku memenangkannya.’ Tatkala aku gemuk, aku berlomba (lagi) dengan beliau dan beliau memenangkannya. Beliau berkata: “Kemenangan ini sebagai balasan atas kemenanganmu yang lalu.” (HR. Abu Dawud, 7/423 dan Ahmad, 6/39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Khidmat (pelayanan) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam rumah tangga&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aswad, dia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha: “Apa yang diperbuat oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam rumahnya?” Dia berkata: “Beliau selalu membantu keluarganya, dan bila datang panggilan shalat beliau keluar menuju shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 676, 5363 dan Ahmad, 6/49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersenda gurau dengan istrinya, dengan menyebutkan satu sifat yang ada pada diri sang istri, sebagaimana riwayat dari Aisyah radhiyallahu 'anha. (HR. Al-Bukhari no. 5228 dan Muslim no. 4469)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Rasulullah menyenangkan istrinya dengan cara minum dari bekas mulut istrinya dan makan dari bekas tempat makan istrinya, sebagaimana riwayat dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha. (HR. Muslim no. 300)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam cemburu melebihi kecemburuan para sahabat beliau.&lt;br /&gt;قَالَ سَعْدُ بْنِ عُبَادَةَ: لَوْ رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصْفَحٍ. فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صلى الله عيه وسلم فَقَالَ: أَتَعْجَبُونَ مِنْ غِيْرَةِ سَعْدٍ؟ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ وَاللهُ أَغْيَرُ مِنِّي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’d bin ‘Ubadah berkata: “Jika aku menjumpai seseorang bersama istriku niscaya aku akan memenggalnya dengan pedang pada sisi yang tajam.” Sampailah ucapan itu kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu beliau bersabda: “Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’d? Sungguh, aku lebih cemburu darinya, dan Allah lebih cemburu dariku.” (HR. Al-Bukhari no. 6846 dan Muslim no. 2754)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di atas adalah sebagai aplikasi dari wujud taqarrub kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, bukan semata-mata kebahagiaan dunia. Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu berkata: “Apabila seseorang mempergauli istrinya dengan cara yang baik, janganlah semata-mata hanya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia semata. Bahkan hendaknya dia berniat untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan melaksanakan apa yang diwajibkan atasnya. Masalah ini terlalaikan dari banyak orang. Dia berniat hanya melanggengkan pergaulannya semata dan dia tidak berniat untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Maka hendaklah setiap orang mengetahui bahwa dia sedang melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala: ‘Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik’.” (Asy-Syarhul Mumti’, 5/357)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-2645303124783316187?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/2645303124783316187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=2645303124783316187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2645303124783316187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2645303124783316187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam_13.html' title='Rasulullah Shallallahu &apos;alaihi wa sallam dan Keluarga Beliau Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoLkTCHgKI/AAAAAAAAAdc/YmpyJSOsWW4/s72-c/addin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8971863287730444894</id><published>2008-07-13T06:59:00.001-07:00</published><updated>2008-07-13T07:03:14.539-07:00</updated><title type='text'>Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Teladan dalam Berumah Tangga Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoK20fgNPI/AAAAAAAAAdU/2YuxBbFmYT0/s1600-h/ATT2473309.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoK20fgNPI/AAAAAAAAAdU/2YuxBbFmYT0/s320/ATT2473309.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222498654809502962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Teladan dalam Berumah Tangga &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniti jejak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam kehidupan berumah tangga adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim yang menginginkan kebahagiaan dalam berumah tangga. Hal ini masuk dalam keumuman firman Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam Al-Qur`an:&lt;br /&gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Al-Ahzab: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa ta'ala telah bersumpah tentang keagungan akhlak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلَاقِ. -وَفِي رِوَايَةٍ- إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلَاقِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia.” –Dan di dalam sebuah riwayat-: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kebagusan akhlak.” (HR. Al-Imam Ahmad di dalam Musnad (2/318) dan Al-Imam Al- Bukhari di dalam Al-Adab no. 273 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللهِ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah adalah orang yang paling bagus akhlaknya.” (HR. Al-Bukhari no. 6203 dan Muslim no. 659 dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar radhiyallahu 'anhu berkata kepada saudaranya tatkala datang berita diutusnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: “Pergilah engkau ke lembah itu dan dengar apa ucapannya.” Kemudian dia kembali lalu menyampaikan:&lt;br /&gt;رَأَيْتُهُ يَأْمُرُ بِمَكَارِمَ اْلأَخْلَاقِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku melihat dia memerintahkan kepada budi pekerti yang baik.” (HR. Al-Bukhari no. 3861 dan Muslim no. 2474)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang tidak akan menemukan kekecewaan bila dia menjadikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai suri teladan dalam semua tatanaan kehidupannya. Baik ketika dia seorang diri, berumah tangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dia akan berbahagia di saat banyak orang dirundung kesedihan. Dia akan tentram di saat orang-orang dirundung kegelisahan. Dia akan terbimbing di saat semua orang tersesat jalannya. Dia akan tabah dan sabar di saat orang lain gundah gulana.&lt;br /&gt;وَإِنْ تُطِيْعُوْهُ تَهْتَدُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika menaatinya niscaya kalian akan mendapatkan petunjuk.” (An-Nur: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisyam bin ‘Amir berkata kepada ‘Aisyah radhiyallahu 'anha: “Wahai Ummul Mukminin, beritahukan kepadaku tentang akhlak Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidakkah kamu membaca Al-Qur`an?” Hisyam bin Amir berkata: “Iya.” ‘Aisyah berkata: &lt;br /&gt;كَانَ خُلُقُ نَبِيِّ اللهِ الْقُرْآنُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhlak Nabiyullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Al-Qur`an.” (HR. Muslim no. 746)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8971863287730444894?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8971863287730444894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8971863287730444894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8971863287730444894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8971863287730444894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html' title='Rasulullah Shallallahu &apos;alaihi wa sallam adalah Teladan dalam Berumah Tangga Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoK20fgNPI/AAAAAAAAAdU/2YuxBbFmYT0/s72-c/ATT2473309.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-2731388797859795096</id><published>2008-07-13T06:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T06:59:14.274-07:00</updated><title type='text'>Suratan Takdir Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoKEUuVXzI/AAAAAAAAAdM/MtQw8GQ-iag/s1600-h/bagus.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoKEUuVXzI/AAAAAAAAAdM/MtQw8GQ-iag/s320/bagus.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222497787288313650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suratan Takdir &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi keluarga sakinah, adalah hal yang diidamkan setiap pasangan yang hendak membangun rumah tangga. Sesuatu yang tidak mudah, namun tak mustahil untuk diwujudkan. Apa kuncinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahtera rumah tangga membutuhkan nakhoda yang mengerti tujuan dan arah berlayar, diikuti para awak yang memiliki kesabaran yang tangguh dan teruji, yang siap diatur oleh sang nakhoda. Sebagaimana bahtera yang mengarungi samudra yang luas akan menghadapi arus dan gelombang yang menggunung, begitu pula bahtera berumah tangga. Akan banyak ujian dan cobaan di dalamnya. Banyak kerikil-kerikil tajam dan duri-duri yang menusuk peraduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyatnya ujian tersebut menyebabkan banyak bahtera rumah tangga yang kandas dan tidak bisa berlabuh lagi, bahkan hancur berkeping-keping. Sang istri ditelantarkan dengan tidak dididik, bahkan tidak diberikan nafkah. Sehingga muncul awak-awak bahtera yang tidak taat kepada nakhoda. Awak yang tidak mengerti tugas dan kewajibannya, berjalan sendiri dan mencari kesenangan masing-masing. Inilah pertanda kecelakaan dan kehancuran. Sang anak dibiarkan seakan-akan tidak memiliki ayah, sebagai seorang pemandu dan pembela yang akan mengarahkan dan melindungi. Seakan-akan tidak memiliki ibu, yang akan memberikan luapan kasih sayang dan perhatian yang dalam. Masing-masing berjalan pada keinginan dan kehendaknya, tidak merasa adanya keterikatan dengan yang lain. Sang nakhoda berjalan di atas dunianya, sang istri dan sang anak di atas dunia yang lain. Saling tuduh dan saling vonis serta saling mencurigai akan terus berkecamuk, berujung dengan perpisahan. Akankah gambaran keluarga tersebut mendapatkan ketenangan, ketentraman, dan kebahagiaan? Bahkan itulah pertanda malapetaka yang besar dan dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang problem dalam berumah tangga adalah sebuah suratan taqdir yang mesti ada dan terjadi. Akan tetapi Allah Subhanahu wa ta'ala telah menurunkan syariat-Nya untuk membimbing ke jalan yang diridhai dan dicintai-Nya. Jalan yang akan mengakhiri problem tersebut. Sebuah suratan yang tidak akan berubah dan tidak akan dipengaruhi oleh keadaan apapun. Mungkin kita akan menyangka, suratan taqdir tersebut tidak akan menimpa orang-orang yang taat beribadah dan orang-orang mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala. Tentu tidak demikian keadaannya. Nabi Nuh 'alaihissalam berseberangan dengan istri dan anaknya. Nabi Luth 'alaihissalam dengan istrinya yang jelas-jelas mendukung perbuatan keji dan kotor: laki-laki “mendatangi” laki-laki. Hal ini telah diceritakan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً لِلَّذِينَ كَفَرُوا اِمْرَأَةَ نُوحٍ وَامْرَأَةَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلاَ النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): ‘Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (Jahannam)’.” (At-Tahrim: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian dalam berumah tangga tentu akan lebih besar dibanding ujian yang menimpa individu. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya ketika menjelaskan tujuan ilmu sihir dipelajari dan diajarkan:&lt;br /&gt;فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka mereka mempelajari dari keduanya, apa yang dengan sihir itu, mereka dapat mencerai-beraikan antara seorang (suami) dengan istrinya.” (Al-Baqarah: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا. فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا. قَالَ: ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ. قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ. قَالَ اْلأَعْمَشُ: أُرَاهُ قَالَ: فَيَلْتَزِمُهُ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengutus bala tentaranya. Yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya. Datang kepadanya seorang tentaranya lalu berkata: ‘Aku telah berbuat demikian-demikian.’ Iblis berkata: ‘Engkau belum berbuat sesuatu.’ Dan kemudian salah seorang dari mereka datang lalu berkata: ‘Aku tidak meninggalkan orang tersebut bersama istrinya melainkan aku pecah belah keduanya.’ Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: ‘Lalu iblis mendekatkan prajurit itu kepadanya dan berkata: ‘Sebaik-baik pasukan adalah kamu.’ Al-A’masy berkata: ‘Aku kira, (Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) berkata: ‘Lalu iblis memeluknya.” (HR. Muslim no. 5302)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila iblis telah berhasil menghancurkannya, kemana sang anak mencari kasih sayang? Hidup akan terkatung-katung. Yang satu ingin mengayominya, yang lain tidak merestuinya. Alangkah malang nasibmu, engkau adalah bagian dari korban Iblis dan bala tentaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian keras rencana busuk Iblis terhadap keluarga orang-orang yang beriman, kita semestinya berusaha mencari jalan keluar dari jeratan dan jaring yang dipasang oleh Iblis, yaitu dengan belajar ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan keluarga terbaik, mulia dan dibangun oleh seorang terbaik, imam para nabi dan rasul, Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersama Ummahatul Mukminin, juga tak lepas dari duri-duri dalam berumah tangga. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah marah kepada istri beliau ‘Aisyah dan Hafshah, sampai beliau memberikan takhyir (pilihan) kepada keduanya dan kepada istri-istri beliau yang lain: apakah tetap bersama beliau ataukah memilih dunia. Kemudian seluruh istri beliau lebih memilih bersama beliau. (lihat secara detail kisahnya dalam riwayat Al-Imam Al- Bukhari no. 4913, 5191 dan Muslim no. 1479)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita menantu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, ‘Ali bin Abu Thalib radhiyallahu 'anhu bersama putri beliau Fathimah radhiyallahu 'anha –dan kita mengetahui kedudukan beliau berdua di dalam agama ini– juga tidak terlepas dari kerikil-kerikil berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diceritakan oleh Sahl bin Sa’d As-Sa’idi radhiyallahu 'anhu, dia berkata: “Nama yang paling disukai oleh ‘Ali adalah Abu Turab. Dia senang sekali dengan nama yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam itu. Suatu hari, ‘Ali marah kepada Fathimah, lalu dia keluar dari rumah menuju masjid dan berbaring di dalamnya. Bertepatan dengan kejadian tersebut Rasulullah datang ke rumah putrinya, Fathimah, namun beliau tidak mendapatkan ‘Ali di rumah. “Mana anak pamanmu itu?”, tanya beliau. “Telah terjadi sesuatu antara aku dan dia, dan dia marah padaku lalu keluar dari rumah. Dia tidak tidur siang di sisiku,” jawab Fathimah. Rasulullah berkata kepada seseorang: “Lihatlah di mana Ali.” Orang yang disuruh tersebut datang dan mengabarkan: “Wahai Rasulullah, dia ada di masjid sedang tidur.” Rasulullah mendatanginya, yang ketika itu ‘Ali sedang berbaring dan beliau dapatkan rida`-nya (kain pakaian bagian atas) telah jatuh dari punggungnya. Mulailah beliau mengusap pasir dari punggungnya seraya berkata: “Duduklah wahai Abu Turab. Duduklah wahai Abu Turab.” (HR. Al-Bukhari no. 3703 dan Muslim no. 2409)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-2731388797859795096?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/2731388797859795096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=2731388797859795096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2731388797859795096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2731388797859795096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/suratan-takdir-sebelumnya-selanjutnya.html' title='Suratan Takdir Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoKEUuVXzI/AAAAAAAAAdM/MtQw8GQ-iag/s72-c/bagus.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8053608930369085232</id><published>2008-07-13T06:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T06:56:33.927-07:00</updated><title type='text'>Makna Hadits Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makna Hadits &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalimat:&lt;br /&gt;إِنِّي لَفِي الْقَوْمِ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذْ قَامَتْ امْرَأَةٌ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku berada pada suatu kaum di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba-tiba berdirilah seorang wanita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada riwayat Fudhail bin Sulaiman terdapat lafadz:&lt;br /&gt;كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم جُلُوسًا فَجَاءَتْهُ امْرَأَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tatkala kami duduk-duduk di sisi Rasulullah n, datanglah kepada beliau seorang wanita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada riwayat Hisyam bin Sa’d dengan lafadz:&lt;br /&gt;بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَتَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tatkala kami berada di sisi Nabi Shallallahu'alaihi wasallam, datanglah kepada beliau seorang wanita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demikianlah keumuman riwayat menggunakan lafadz “Telah datang seorang wanita kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dilihat secara zhahir, riwayat ini bertentangan dengan riwayat dari jalan Sufyan bin ‘Uyainah yang menggunakan lafadz:&lt;br /&gt;إِذْ قَامَتْ امْرَأَةٌ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika berdiri seorang wanita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mana, kemungkinan makna "berhenti berdiri menghadap” maksudnya adalah dia datang hingga berhenti berdiri di tengah-tengah mereka, bukan sebelumnya duduk di majelis kemudian berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada riwayat Sufyan Ats-Tsauri yang diriwayatkan oleh Al-Isma’ili disebutkan:&lt;br /&gt;جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah datang seorang wanita kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau sedang berada di masjid.”&lt;br /&gt;Riwayat ini menerangkan tempat kejadian kisah ini, yaitu di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun nama wanita dalam kisah ini, Al-Hafizh rahimahullahu berkata: “Saya belum menemukan siapa namanya. Disebutkan dalam kitab Al-Ahkam karya Ibnu Al-Qasha’, wanita itu bernama Khaulah bintu Hakim atau Ummu Syarik radhiyallahu 'anha. Jika demikian, nama ini diperoleh dari penukilan wanita yang menawarkan dirinya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang tersebut dalam tafsir surat Al-Ahzab ayat 50:&lt;br /&gt;وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perempuan beriman yang menghibahkan dirinya kepada Nabi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitab Tafsir, hadits no. 4788, Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu menyebutkan: “Yang nampak, wanita yang menghibahkan (menawarkan diri) itu lebih dari satu orang.” Namun beliau memastikan bahwa wanita yang menawarkan diri dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu 'anha adalah Khaulah bintu Hakim radhiyallahu 'anha, meskipun ada yang mengatakan ia adalah Ummu Syarik atau Fathimah bintu Syuraih. Ada juga yang mengatakan bahwa dia adalah Laila bintu Hathim atau Zainab bintu Khuzaimah, dan dalam riwayat yang lain Maimunah bintul Harits. (Fathul Bari 8/646 dan 9/250)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalimat:&lt;br /&gt;فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّهَا قَدْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia berkata: ‘Sesungguhnya dia telah menghibahkan dirinya untukmu’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain terdapat lafadz:&lt;br /&gt;فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، جِئْتُ أَهَبُ لَكَ نَفْسِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia berkata: ‘Ya Rasulullah, aku datang untuk menghibahkan diriku kepadamu’.”&lt;br /&gt;Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Diamnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam perkara ini menjadi dalil atas bolehnya seorang wanita menghibahkan dirinya sebagai ganti atas mahar dalam pernikahan. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَنْ يَسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perempuan beriman yang menyerahkan dirinya kepada Nabi, kalau Nabi mau menikahinya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang beriman.” (Al-Ahzab: 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat kami (yakni pengikut mazhab Syafi’iyah) berkata bahwa ayat dan hadits ini menjadi dalil dalam masalah tersebut (penghibahan diri seorang wanita). Maka, apabila seorang wanita telah menghibahkan dirinya untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian beliau menikahinya tanpa mahar, yang demikian itu halal (sah) untuk beliau. Tidak ada kewajiban sama sekali atas beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam setelah itu untuk membayar maharnya. Berbeda dengan selain beliau, karena pernikahannya tetap diwajibkan untuk membayar mahar sebagaimana telah disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang perihal keabsahan akad nikah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan lafadz ‘hibah’ terdapat dua pendapat:&lt;br /&gt;- Ada yang mengatakan sah sesuai dengan ayat dan hadits di atas.&lt;br /&gt;- Ada yang berpendapat tidak sah, bahkan akad nikah tidak sah kecuali dengan lafadz tazwij atau inkah. Tidaklah sah akad nikah, kecuali dengan salah satu dari dua kalimat tersebut. (Al-Minhaj, 9/215)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh rahimahullahu berkata: “Pada lafadz penghibahan terdapat dalil bahwasanya menghibahkan diri dalam pernikahan merupakan kekhususan bagi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Hal ini berdasarkan ucapan para sahabat ketika ingin menikahi wanita yang telah menghibahkan dirinya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengatakan: “Nikahkanlah saya dengannya.” Mereka tidak mengatakan: “Hibahkanlah dia untuk saya.” Juga berdasarkan ucapan wanita tersebut: “Aku telah menghibahkan diriku untukmu.” Dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memberikan komentar atas perkara itu. Hal ini menjadi bukti tentang bolehnya perkara ini khusus bagi beliau. Juga didukung dengan ayat:&lt;br /&gt;خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang beriman." (Al-Ahzab: 50) [Fathul Bari, 9/254-255]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lafadz: &lt;br /&gt;فَلَمْ يُجِبْهَا شَيْئًا &lt;br /&gt;“Dan beliau tidak memberi jawaban sesuatupun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada riwayat Ma’mar, Ats-Tsauri, dan Za`idah menggunakan lafadz:&lt;br /&gt;فَصَمَتَ &lt;br /&gt;“Beliau diam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada riwayat Ya’qub, Ibnu Abi Hazim, dan Hisyam bin Sa’d dengan lafadz:&lt;br /&gt;فَصَعَّدَ النَّظَرَ فِيهَا وَصَوَّبَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beliau melihat bagian atas dan bawahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nawawi rahimahullahu berkata: "fasho'ada bermakna rofa'a artinya menengadahkan pandangan (melihat bagian atas). Adapun showwabahu bermakna khofadho artinya menundukkan (melihat bagian bawah). Setelah itu beliau menundukkan kepala, terdiam, dan tidak memberikan jawaban. Dalam hal ini terdapat dalil bolehnya melihat seorang wanita yang akan dinikahi, walaupun dengan memerhatikan keadaan dirinya secara saksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lafadz:&lt;br /&gt;فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ أَنْكِحْنِيهَا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu berdiri seorang laki-laki dan berkata: ‘Ya Rasulullah, nikahkanlah saya dengannya’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada riwayat Fudhail bin Sulaiman terdapat tambahan “dari sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh rahimahullahu berkata: “Saya tidak mengetahui siapa nama sahabat tersebut. Namun dalam riwayat Ma’mar dan Ats-Tsauri yang diriwayatkan Al-Imam Ath- Thabarani rahimahullahu disebutkan: “Berdirilah seorang laki-laki, saya kira dia dari kaum Anshar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada riwayat Za`idah: “Telah berdiri seorang laki-laki dari kaum Anshar dan ia berkata: ‘Ya Rasulullah, nikahkanlah saya dengannya’.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada riwayat Malik rahimahullahu dengan lafadz:&lt;br /&gt;زَوِّجْنِيهَا إِنْ لَمْ تَكُنْ لَكَ بِهَا حَاجَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikahkanlah saya dengannya jika engkau tidak berkeinginan terhadapnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lafadz:&lt;br /&gt;قَالَ: هَلْ عِنْدَكَ مِنْ شَيْءٍ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beliau berkata: ‘Apakah engkau memiliki sesuatu?’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Malik terdapat tambahan: “Sesuatu yang dapat kamu (berikan) kepadanya sebagai mahar?” Iapun menjawab: “Tidak.”&lt;br /&gt;Dalam riwayat Ya’qub dan Ibnu Abi Hazim: Ia menjawab: “Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah.” &lt;br /&gt;Sedangkan pada riwayat Hisyam bin Sa’d dengan lafadz: “Rasulullah berkata: ‘Harus ada sesuatu (mahar) untuknya’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma disebutkan bahwa seorang laki-laki berkata: “Jika seorang wanita ridha dengan saya, nikahkanlah saya dengannya.” Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun bertanya: “Apa maharnya?” Ia menjawab: “Saya tidak punya sesuatupun.” Beliau berkata: “Carilah mahar untuknya, sedikit atau banyak.” Ia berkata: “Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, saya tidak punya apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lafadz: &lt;br /&gt;اذْهَبْ فَاطْلُبْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pergi dan carilah, walaupun sebuah cincin dari besi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Di sini terdapat dalil bahwa nikah tidak sah kecuali dengan adanya mahar. Karena hal ini merupakan jalan keluar dari perselisihan, lebih bermanfaat bagi wanita dari sisi andaikata terjadi perceraian sebelum ia menggaulinya, wajib atasnya separuh dari mahar yang telah disebutkan. Kalaupun dilakukan akad nikah tanpa mahar, maka sah nikahnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;لاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ تَفْرِضُوا لَهُنَّ فَرِيضَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan istri- istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya.” (Al-Baqarah: 236)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lafadz ini terdapat dalil tentang bolehnya mahar itu sedikit atau banyak dari sesuatu yang berupa harta jika terjadi keridhaan pada kedua belah pihak. Karena cincin besi menunjukkan harta yang paling sedikit. Dan inilah pendapat mayoritas ulama dahulu dan sekarang, sebagaimana dinyatakan oleh Rabi’ah, Abu Zinad, Ibnu Abi Zaid, Yahya bin Sa’id, Laits bin Sa’d, Ats-Tsauri, Al-Auza’i, Muslim bin Khalid Az- Zanji, Ibnu Abi Laila, Dawud, dan ahli fiqih dari kalangan ahlul hadits serta Ibnu Wahab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qadhi rahimahullahu berkata: “Inilah mazhab atau pendapat seluruh ulama penduduk Hijaz, Bashrah, Kufah, Syam dan selain mereka, bahwa boleh bentuk mahar apapun selama dengannya terjadi keridhaan dari kedua belah pihak, walaupun sedikit. Seperti cambuk/cemeti, sandal, cincin besi, dan semisalnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Malik rahimahullahu berkata: “Paling sedikit seperempat dinar seperti batasan hukuman bagi orang yang mencuri.” Al-Qadhi Iyadh rahimahullahu berkata: “Pendapat ini termasuk pendapat yang Al-Imam Malik rahimahullahu menyendiri padanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah rahimahullahu dan pengikutnya berkata: “Sedikitnya sepuluh dirham.” Ibnu Syubrumah rahimahullahu berkata: “Paling sedikit lima dirham, seperti batasan dipotongnya tangan bagi seorang yang mencuri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkara pernikahan, An-Nakha’i rahimahullahu tidak menyukai mahar yang kurang dari 42 dirham. Terkadang beliau mengatakan kurang dari sepuluh (dirham).&lt;br /&gt;Semua pendapat ini selain pendapat jumhur, merupakan pendapat yang menyelisihi As-Sunnah. Pendapat mereka terbantah dengan hadits yang shahih serta jelas ini.&lt;br /&gt;Dalam hadits ini juga terdapat dalil atas pendapat yang menyatakan bolehnya memakai cincin dari besi walaupun di dalamnya terdapat perselisihan di kalangan ulama salaf, sebagaimana yang dihikayatkan oleh Al-Qadhi rahimahullahu. Di kalangan Syafi’iyah ada dua pendapat, dan yang paling benar dari keduanya adalah pendapat yang membolehkan, karena hadits yang melarang dalam hal ini lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga disunnahkan untuk menyegerakan dalam menyerahkan mahar kepada calon istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lafadz:&lt;br /&gt;هَلْ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ شَيْءٌ؟ قَالَ: مَعِي سُورَةُ كَذَا وَسُورَةُ كَذَا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah ada bersamamu (hafalan) dari Al-Qur`an?” Ia berkata: “Ada, saya hafal surat ini dan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Sunan Abu Dawud dan An-Nasa`i dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu disebutkan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: “Apa yang kamu hafal dari Al-Qur`an?” Sahabat itu pun menjawab: “Surat Al-Baqarah dan yang berikutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma dengan lafadz: “Aku nikahkan dia denganmu dengan engkau ajarkan kepadanya empat atau lima surat dari Kitabullah (sebagai maharnya).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lafadz: &lt;br /&gt;اذْهَبْ فَقَدْ أَنْكَحْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pergilah, telah aku nikahkan engkau dengannya dengan mahar apa yang ada padamu dari Al-Qur`an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada riwayat dari jalan Al-Imam Malik rahimahullahu terdapat lafadz:&lt;br /&gt;قَدْ زَوَّجْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh aku nikahkan engkau dengannya dengan (mahar) Al-Qur`an yang ada padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula pada riwayat Ats-Tsauri yang diriwayatkan Ibnu Majah rahimahullahu dengan lafadz:&lt;br /&gt;قَدْ زَوَّجْتُكَهَا عَلَى مَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh aku nikahkan engkau dengannya atas (mahar) Al-Qur`an yang ada padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada riwayat Ats-Tsauri dan Ma’mar yang diriwayatkan Ath-Thabarani rahimahullahu dengan lafadz:&lt;br /&gt;قَدْ مَلَكْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh aku jadikan engkau memilikinya dengan (mahar) Al-Qur`an yang ada padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama (Abu Bakr Ar-Razi dari kalangan Hanafiyah dan Ar-Rafi’i dari kalangan Syafi’iyah) menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa barangsiapa yang berkata: “Nikahkanlah aku dengan fulanah,” kemudian dikatakan kepadanya:&lt;br /&gt;زَوَّجْتُكَهَا بِكَذَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah aku nikahkan engkau dengannya dengan mahar demikian dan demikian.” Maka telah cukup yang demikian itu dan calon suami tidak butuh untuk mengatakan:&lt;br /&gt;قَبِلْتُ &lt;br /&gt;(Aku terima).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian yang lain menjadikan dalil bolehnya menikahkan dan sah dengan lafadz selain tazwij atau inkah berdasarkan lafadz hadits&lt;br /&gt;مَلكْتُكَهَا.&lt;br /&gt;Al-Hafizh rahimahullahu berkata: “Meski terdapat sekian lafadz, namun yang nampak bahwa yang diucapkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah salah satu dari yang ada. Maka yang benar dalam masalah yang seperti ini adalah memandang kepada yang terkuat. Dan telah dinukil dari Al-Imam Ad-Daraquthni rahimahullahu, bahwa yang benar adalah riwayat yang menyebutkan dengan lafadz:&lt;br /&gt;زَوَّجْتُكَهَا &lt;br /&gt;karena mereka lebih banyak dan lebih kuat hafalannya.&lt;br /&gt;Ibnul Jauzi rahimahullahu mengkritik bahwa riwayat Abu Ghassan dengan lafadz&lt;br /&gt;أَنْكَحْتُكَهَا &lt;br /&gt;dan riwayat yang lainnya dengan lafadz&lt;br /&gt;زَوَّجْتُكَهَا &lt;br /&gt;tidaklah diriwayatkan kecuali dari tiga orang saja. Mereka adalah Ma’mar, Ya’qub, dan Ibnu Abi Hazim. Beliau berkata: “Ma’mar banyak kesalahan dan dua yang lainnya (Ya’qub dan Ibnu Abi Hazim) bukanlah orang yang kuat hafalannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Hafizh rahimahullahu: “Apa yang dituturkan Ibnul Jauzi rahimahullahu berupa kritikan atas tiga orang rawi tadi terbantah. Lebih-lebih Abdul Aziz bin Abi Hazim, riwayatnya dikuatkan karena beliau meriwayatkan dari orangtuanya. Seseorang yang meriwayatkan dari keluarganya, lebih tahu tentang riwayat tersebut dibandingkan orang lain. Kami telah memilih orang-orang yang meriwayatkan dengan lafadz&lt;br /&gt;تَزْوِيج &lt;br /&gt;dibandingkan yang meriwayatkan dengan lafadz selain tadi. Lebih-lebih di dalamnya terdapat riwayat para hafizh seperti Al-Imam Malik rahimahullahu, Sufyan bin Uyainah rahimahullahu, dan yang semisal mereka, dengan lafadz&lt;br /&gt;أَنْكَحْتُكَهَا.&lt;br /&gt;Ibnu Tin rahimahullahu berkata: “Ahlul hadits telah sepakat bahwa yang benar dalam hal ini adalah riwayat yang menggunakan lafadz&lt;br /&gt;زَوَّجْتُكَهَا. &lt;br /&gt;Adapun riwayat yang menggunakan lafadz&lt;br /&gt;مَلكْتُكَهَا &lt;br /&gt;adalah meragukan atau bimbang&lt;br /&gt;وَهْمٌ&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8053608930369085232?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8053608930369085232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8053608930369085232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8053608930369085232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8053608930369085232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/makna-hadits-sebelumnya-selanjutnya.html' title='Makna Hadits Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-8227130294412730284</id><published>2008-07-13T06:49:00.001-07:00</published><updated>2008-07-13T06:50:22.244-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Hadits Nabi Shallallahu'alaihi wasallam Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoIE7iFrgI/AAAAAAAAAdE/ZNN7ioot-eA/s1600-h/ar67.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoIE7iFrgI/AAAAAAAAAdE/ZNN7ioot-eA/s320/ar67.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222495598682680834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebuah Hadits Nabi Shallallahu'alaihi wasallam&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;-------------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin&lt;br /&gt;أَنْكَحْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa’d As-Sa’idi radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: “Aku nikahkan kamu dengan dia dengan mahar apa yang ada padamu dari Al-Qur`an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh:&lt;br /&gt;Al-Imam Ahmad rahimahullahu dalam Musnad-nya no. hadits 21733, 21783; &lt;br /&gt;Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam Kitabul Wakalah no. hadits 2310, Kitab Fadhailul Qur`an no. hadits 5029, no. hadits 5030, Kitabun Nikah no. hadits 5087, 5121, 5126, 5135, 5141, 5149, 5150;&lt;br /&gt;Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Kitabun Nikah no. hadits 1425;&lt;br /&gt;Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullahu dalam Kitabun Nikah ‘an Rasulillah no. hadits 1023;&lt;br /&gt;Al-Imam An-Nasa`i rahimahullahu dalam Kitabun Nikah no. hadits 3228, 3306;&lt;br /&gt;Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu dalam Kitabun Nikah no. hadits 1806;&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnu Majah rahimahullahu dalam Kitabun Nikah no. hadits 1879;&lt;br /&gt;Al-Imam Malik rahimahullahu dalam Kitabun Nikah no. hadits 968;&lt;br /&gt;Al-Imam Ad-Darimi rahimahullahu dalam Kitabun Nikah no. hadits 2104.&lt;br /&gt;Adapun kelengkapan hadits di atas dalam Shahih Al-Bukhari Kitabun Nikah no. 5149:&lt;br /&gt;عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ يَقُولُ: إِنِّي لَفِي الْقَوْمِ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذْ قَامَتِ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّهَا قَدْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لَكَ فَرَ فِيهَا رَأْيَكَ. فَلَمْ يُجِبْهَا شَيْئًا، ثُمَّ قَامَتْ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّهَا قَدْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لَكَ فَرَ فِيهَا رَأْيَكَ. فَلَمْ يُجِبْهَا شَيْئًا ثُمَّ قَامَتِ الثَّالِثَةَ فَقَالَتْ: إِنَّهَا قَدْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لَكَ فَرَ فِيهَا رَأْيَكَ، فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَنْكِحْنِيهَا. قَالَ: هَلْ عِنْدَكَ مِنْ شَيْءٍ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: اذْهَبْ فَاطْلُبْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ. فَذَهَبَ فَطَلَبَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ: مَا وَجَدْتُ شَيْئًا وَلاَ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ. فَقَالَ: هَلْ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ شَيْءٌ؟ قَالَ: مَعِي سُورَةُ كَذَا وَسُورَةُ كَذَا. قَالَ: اذْهَبْ فَقَدْ أَنْكَحْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa’id As-Sai’di, ia berkata: Sesungguhnya aku berada pada suatu kaum di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba-tiba berdirilah seorang wanita seraya berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia telah menghibahkan dirinya untukmu, perhatikanlah dia, bagaimana menurutmu.” [1] Beliau pun diam dan tidak menjawab sesuatupun. Kemudian berdirilah wanita itu dan berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia telah menghibahkan dirinya untukmu, perhatikanlah dia, bagaimana menurutmu.” Beliaupun diam dan tidak menjawab sesuatupun. Kemudian ia pun berdiri untuk yang ketiga kalinya dan berkata: “Sesungguhnya ia telah menghibahkan dirinya untukmu, perhatikan dia, bagaimana menurutmu.” Kemudian berdirilah seorang laki-laki dan berkata: “Ya Rasulullah, nikahkanlah saya dengannya.” Beliaupun menjawab: “Apakah kamu memiliki sesuatu?” Ia berkata: “Tidak.” Kemudian beliaupun berkata: “Pergilah dan carilah (mahar) walaupun cincin dari besi.” Kemudian iapun mencarinya dan datang kembali kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sambil berkata: “Saya tidak mendapatkan sesuatupun walaupun cincin dari besi.” Maka Rasulullah bersabda: “Apakah ada bersamamu (hafalan) dari Al-Qur`an?” Ia berkata: “Ada, saya hafal surat ini dan itu.” Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Pergilah, telah aku nikahkan engkau dengan dia dengan mahar berupa Al- Qur`an yang ada padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur Periwayatan Hadits&lt;br /&gt;Hadits ini bermuara pada Abu Hazim Salamah bin Dinar Al-A’raj Al-Madani. Adapun para rawi yang meriwayatkan dari beliau yaitu Sufyan bin ‘Uyainah, Malik bin Anas, Ya’qub bin Abdurrahman, Hammad bin Zaid, Abdul Aziz bin Muhammad Ad- Darawardi, Za`idah bin Qudamah Abu Ash-Shalt, Abdul ‘Aziz bin Abi Hazim Abu Tamam, Abu Ghassan Al-Madani Muhammad bin Mutharrif, dan Fudhail bin Sulaiman An-Numairi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Dalam riwayat Malik: “Sesungguhnya saya menghibahkan diri saya untukmu.” Namun di sini menggunakan kata ganti orang ketiga “dia”. Ini disebut dengan uslub iltifat. (lihat Al-Fath, 9/206) -ed&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-8227130294412730284?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/8227130294412730284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=8227130294412730284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8227130294412730284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/8227130294412730284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/sebuah-hadits-nabi-shallallahualaihi.html' title='Sebuah Hadits Nabi Shallallahu&apos;alaihi wasallam Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoIE7iFrgI/AAAAAAAAAdE/ZNN7ioot-eA/s72-c/ar67.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-2957627039777155455</id><published>2008-07-13T06:47:00.001-07:00</published><updated>2008-07-13T06:49:09.044-07:00</updated><title type='text'>Tiwalah Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoHwVecfbI/AAAAAAAAAc8/fxZD5X1MgGE/s1600-h/ar27.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoHwVecfbI/AAAAAAAAAc8/fxZD5X1MgGE/s320/ar27.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222495244869467570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tiwalah&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiwalah adalah sesuatu yang dibuat dengan keyakinan bisa membuat suami cinta kepada istrinya atau istri kepada suaminya. Inipun satu amalan yang terlarang. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya ruqyah, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebagian kecil masalah aqidah yang dilanggar sebagian kaum muslimin dalam hal pernikahan. Masih banyak lagi penyimpangan yang terjadi dalam acara pernikahan seperti: sesajen, sembelihan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan lainnya. Hendaknya setiap muslim berhati-hati, jangan sampai keyakinan dan amalannya terkotori syirik atau kebid’ahan. Sehingga dia bisa meninggal di atas tauhid dan di atas Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhamdulillah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-2957627039777155455?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/2957627039777155455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=2957627039777155455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2957627039777155455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/2957627039777155455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/tiwalah-sebelumnya-selanjutnya.html' title='Tiwalah Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoHwVecfbI/AAAAAAAAAc8/fxZD5X1MgGE/s72-c/ar27.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-3820043089721191103</id><published>2008-07-13T06:43:00.002-07:00</published><updated>2008-07-13T06:47:07.112-07:00</updated><title type='text'>Menikah dengan Orang yang Berbeda Agama Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoHPOGVgzI/AAAAAAAAAc0/9s1aRaO_xPY/s1600-h/sayang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoHPOGVgzI/AAAAAAAAAc0/9s1aRaO_xPY/s320/sayang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222494675953615666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menikah dengan Orang yang Berbeda Agama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, seorang mukmin dan mukminah, bagaimanapun keadaannya, mereka tetap lebih baik daripada orang kafir. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَلاَ تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلاَ تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hati kalian. Dan janganlah kalian menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hati kalian. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin- Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan, banyak orangtua mengorbankan putrinya untuk mendapatkan dunia semata, menikahkan putrinya dengan orang kafir yang tidak halal bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللهُ أَعْلَمُ بِإِيْمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلاَ تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لاَ هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلاَ هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan- perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah Subhanahu wa Ta'alaebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (Al- Mumtahanah: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kafir –walaupun ahlul kitab– tidaklah halal bagi seorang wanita muslimah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-3820043089721191103?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/3820043089721191103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=3820043089721191103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3820043089721191103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/3820043089721191103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/menikah-dengan-orang-yang-berbeda-agama.html' title='Menikah dengan Orang yang Berbeda Agama Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHoHPOGVgzI/AAAAAAAAAc0/9s1aRaO_xPY/s72-c/sayang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-4103661994784897918</id><published>2008-07-13T06:43:00.001-07:00</published><updated>2008-07-13T06:43:36.065-07:00</updated><title type='text'>Tasyabbuh (Meniru Orang Kafir) Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tasyabbuh (Meniru Orang Kafir)&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasyabbuh (meniru) orang kafir adalah amalan yang haram dalam masalah pernikahan ataupun lainnya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menyerupai satu kaum maka termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, Kitabul Libas, Bab fi Lubsi Asy-Syuhrah, no. 3512)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara perkara tasyabbuh yang ada dalam pernikahan adalah apa yang disebut dablah (tukar cincin/ pertunangan, -ed). Jika sampai ada keyakinan bahwa selama cincin tersebut masih di tangan kedua mempelai maka akan tetap rukun rumah tangga keduanya, berarti telah terjatuh dalam kesyirikan. Jika seseorang memakainya tanpa ada keyakinan seperti itu, dia tetap terjatuh dalam tasyabbuh. Apalagi jika cincin tersebut dari emas, maka pengantin pria terjatuh dalam keharaman lainnya, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي حِلٌّ لِإِنَاثِهِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dua benda ini (yakni emas dan sutera, pen.) haram atas laki-laki umatku dan halal bagi kaum wanitanya.” (HR. Ibnu Majah, Kitabul Libas, Bab Labsil Harir wadz Dzahab lin Nisa`, no. 3585)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-4103661994784897918?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/4103661994784897918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=4103661994784897918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4103661994784897918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4103661994784897918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/tasyabbuh-meniru-orang-kafir-sebelumnya.html' title='Tasyabbuh (Meniru Orang Kafir) Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-4838555930650910113</id><published>2008-07-13T06:41:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T06:42:50.654-07:00</updated><title type='text'>Tathayyur Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tathayyur &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penyelisihan aqidah dalam masalah menikah adalah melarang melakukan acara pernikahan di bulan atau hari tertentu (karena takut sial, ed.). Amalan seperti ini disebut tathayyur. Tathayyur adalah beranggapan sial pada semua yang dilihat, didengar, serta beranggapan sial pada tempat dan waktu tertentu.&lt;br /&gt;Keyakinan sebagian orang bahwa bulan Shafar atau bulan Suro tidak boleh ada pernikahan karena akan ada bencana bagi yang menikah di bulan tersebut adalah keyakinan yang batil. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah/tathayyur, tidak ada pengaruh burung hantu, dan tidak ada (sial karena bulan) shafar.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Ath-Thib, Bab La Hamah, no. 5316)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditafsirkan bahwa shafar adalah bulan Shafar, karena orang-orang jahiliah menganggap sial menikah di bulan Shafar. (Lihat Fathul Majid)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-4838555930650910113?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/4838555930650910113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=4838555930650910113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4838555930650910113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/4838555930650910113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/tathayyur-sebelumnya-selanjutnya.html' title='Tathayyur Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7079020129939371422</id><published>2008-07-13T06:34:00.001-07:00</published><updated>2008-07-13T06:41:01.143-07:00</updated><title type='text'>Minta Jodoh dan Anak Kepada Selain Allah Subhanahu wa Ta'ala Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Minta Jodoh dan Anak Kepada Selain Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;----------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya kita mengetahui juga masalah-masalah lain yang merupakan penyimpangan yang ada di sekitar kita. Perkara yang akan merusak dan mengotori aqidah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah perbuatan syirik besar itu menggugurkan tauhid seseorang. Kebid’ahan menghalangi kesempurnaan tauhid seseorang. Sedangkan perbuatan maksiat yang lain akan mengotori dan menghalangi buah dari tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keyakinan, pemikiran, dan amalan sebagian muslimin yang berkaitan dengan masalah pernikahan telah menyimpang dari tuntunan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di antara pemikiran dan amalan menyimpang tersebut adalah minta jodoh dan anak kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian mereka ketika sulit mendapatkan jodoh atau anak, pergi ke kuburan atau tempat yang dianggap keramat untuk minta jodoh atau anak. Atau mereka pergi ke dukun. Padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan:&lt;br /&gt;الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berdoa adalah ibadah.” (HR. At-Tirmidzi, Kitab Tafsiril Qur`an ‘an Rasulillah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Bab Wa Min Suratil Baqarah, no. 2895)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh berdoa minta diberi jodoh, anak kecuali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena berdoa adalah ibadah, barangsiapa yang berdoa kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala berarti telah terjatuh dalam perbuatan syirik. Tidak boleh pula minta bantuan dukun atau yang disebut ‘orang pintar’. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan:&lt;br /&gt;مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mendatangi ‘arraf (dukun, ahli nujum, tukang ramal dan sejenisnya), kemudian bertanya sesuatu kepadanya, tak akan diterima shalatnya selama empatpuluh hari.” (HR. Muslim, Kitabus Salam, Bab Tahrimul Kahanah wa Ityanil Kuhhan, no. 4137)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata juga:&lt;br /&gt;مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau ‘arraf, kemudian membenarkan ucapannya, berarti dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad dan lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bahaya mendatangi dukun! Semata mendatangi dan bertanya kepada dukun akan mengakibatkan tidak diterimanya shalat selama 40 hari. Jika membenarkannya, berarti telah mengingkari apa yang diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-7079020129939371422?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/7079020129939371422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=7079020129939371422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7079020129939371422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7079020129939371422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/minta-jodoh-dan-anak-kepada-selain.html' title='Minta Jodoh dan Anak Kepada Selain Allah Subhanahu wa Ta&apos;ala Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7652888268474759737</id><published>2008-07-13T06:32:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T06:41:20.349-07:00</updated><title type='text'>Bid’ah Tabattul Menjerumuskan Shufiyah ke dalam Kubangan Maksiat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bid’ah Tabattul Menjerumuskan Shufiyah ke dalam Kubangan Maksiat&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;-----------------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran bid’ah yang ada pada Shufiyah ini menjerumuskan mereka kepada perkara- perkara yang menghinakan. Kami akan sampaikan apa yang telah diterangkan Asy- Syaikh Muqbil rahimahullahu ketika menjelaskan kejelekan-kejelekan Shufiyah. Beliau rahimahullahu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Di antara khurafat Shufiyah adalah mereka mengharamkan atas diri mereka apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala halalkan berupa menikah –padahal menikah merupakan sunnah para rasul–. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam kitab- Nya:&lt;br /&gt;وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami telah utus para rasul sebelum engkau serta kami berikan kepada mereka istri dan keturunan.” (Ar-Ra’d: 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi kita Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ، وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dibuat cinta kepadaku dari dunia kalian minyak wangi dan wanita, serta dijadikan penyejuk mataku adalah shalat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang tiga orang kepada istri Nabi, bertanya tentang ibadah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika diberi kabar sepertinya mereka menganggap sedikit, maka sebagian mereka berkata: ‘Adapun saya, akan shalat malam dan tak akan tidur.’ Yang lain berkata: ‘Aku akan puasa dan tak akan berbuka.’ Yang lainnya lagi berkata: ‘Aku tak akan menikahi wanita.’ Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam datang dan diberi tahu tentang ucapan mereka ini. Beliaupun berkata:&lt;br /&gt;أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا، أَمَا وَاللهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian yang berkata demikian dan demikian, ketahuilah aku adalah orang yang paling takut di antara kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan paling bertakwa. Akan tetapi aku shalat malam dan tidur, aku berpuasa serta berbuka, dan aku menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka dia bukan berada di atas jalanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbul ‘Izzah berfirman:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Ma`idah: 87)&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur`an:&lt;br /&gt;يَابَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap shalat, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang- orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menahan diri mereka dari wanita (tidak mau menikah, pen.). Siapakah yang mereka ikuti? (Mereka) mengikuti tokoh-tokoh Nashrani dan ‘abid (para ahli ibadah) dari kalangan Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ketika mereka enggan kepada wanita, apa yang mereka lakukan? Mereka terfitnah oleh amrad (laki-laki yang wajahnya mirip wanita). Sampai pernah terjadi, seorang (Shufi) kasmaran kepada seorang amrad (sebagaimana dalam kitab Talbis Iblis). Ketika keduanya dipisah, dia berusaha untuk masuk menemuinya dan membunuhnya. Kemudian dia menangis di sisinya serta mengaku bahwa dialah yang membunuhnya. Ketika bapak si anak tersebut datang, diapun berkata: “Aku yang membunuhnya, aku minta kepadamu dengan nama Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk meng-qishash-ku.” Tapi bapak si anak ini memaafkannya. Maka orang ini kemudian melakukan haji dan menadzarkan pahala hajinya bagi anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih menjijikkan dari ini adalah ada seorang (dari kalangan Shufiyah, pen.) melakukan perbuatan nista (yakni liwath/homoseksual) dengan seorang anak kecil. Kemudian dia naik ke atap rumah –kebetulan rumahnya di atas laut– dan dia lemparkan dirinya (bunuh diri) seraya membaca ayat Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;فَتُوبُوا إِلَى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka bertaubatlah kepada Rabb yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu.” (Al- Baqarah: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keadaan Shufiyah. Masih banyak lagi kenistaan dan kebobrokan mereka, yakni dalam masalah wanita...” (Al-Mushara’ah, hal. 378-379, dengan sedikit perubahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya seorang muslim menjaga agamanya dan mendasari setiap amalnya dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Janganlah seseorang beramal hanya berdasarkan akal dan perasaan semata. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb kalian.” (Al-A’raf: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, di antara sebab kesesatan manusia adalah ketika bersandar kepada akal dan perasaannya semata dalam beragama, seperti apa yang menimpa kaum Shufiyah. Mudah-mudahan kita senantiasa mendapatkan taufiq sampai akhir hayat kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-7652888268474759737?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/7652888268474759737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=7652888268474759737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7652888268474759737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7652888268474759737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/bidah-tabattul-menjerumuskan-shufiyah.html' title='Bid’ah Tabattul Menjerumuskan Shufiyah ke dalam Kubangan Maksiat'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7086678689530910704</id><published>2008-07-13T06:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T06:16:14.517-07:00</updated><title type='text'>Tabattul ala Shufiyah (Sufi) Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHn_4EagPiI/AAAAAAAAAcs/jvWwDaErXgM/s1600-h/wasiat.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHn_4EagPiI/AAAAAAAAAcs/jvWwDaErXgM/s320/wasiat.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222486581635464738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tabattul ala Shufiyah (Sufi)&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;----------------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabattul adalah meninggalkan wanita dan pernikahan dengan dalih untuk fokus beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tabattul adalah keyakinan Shufiyah yang menyelisihi prinsip Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata: “Hidup menyendiri bukanlah termasuk ajaran Islam.” Beliau juga berkata: “Barangsiapa yang mengajak untuk tidak menikah, maka dia telah menyeru kepada selain Islam. Jika seorang telah menikah, maka telah sempurna keislamannya.” (lihat ucapan beliau dalam Al-Mughni karya Ibnu Qudamah rahimahullahu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang beliau sebutkan didasari banyak dalil. Di antaranya, ketika ada tiga orang datang ke rumah sebagian istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya tentang ibadah beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika kembali, sebagian mereka menyatakan: “Aku akan puasa terus menerus dan tidak akan berbuka.” Yang lain berkata: “Aku akan shalat malam, tidak akan tidur.” Dan sebagian lagi berkata: “Aku tak akan menikah dengan wanita.” Ketika sampai ucapan ketiga orang ini kepada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;مَا بَالُ أَقْوَامٍ قَالُوا: كَذَا وَكَذَا؟! لَكِنِّي أُصَلِّي وَأَنَامُ، وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa ada orang-orang yang berkata ini dan itu?! Aku shalat malam tapi juga tidur, aku puasa tapi juga berbuka, dan aku menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci sunnahku, dia tidak di atas jalanku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam rahimahullahu berkata: “Berpaling dari istri dan anak (tidak mau menikah, pen.) bukanlah perkara yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul- Nya. Bahkan bukan agama para nabi dan rasul. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:&lt;br /&gt;وَلَقْدَ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami telah utus para rasul sebelum engkau dan kami berikan kepada mereka istri dan keturunan.” (Ar-Ra’d: 38) [Ucapan Ibnu Taimiyah rahimahullahu dinukil dari Taudhihul Ahkam]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Al-Imam Asy-Syathibi rahimahullahu menyatakan bahwa meninggalkan nikah dengan niat sebagai ibadah termasuk bid’ah (yakni bid’ah tarkiyah). (Lihat Al- I’tisham karya Al-Imam Asy-Syathibi rahimahullahu)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-7086678689530910704?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/7086678689530910704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=7086678689530910704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7086678689530910704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7086678689530910704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/tabattul-ala-shufiyah-sufi-sebelumnya.html' title='Tabattul ala Shufiyah (Sufi) Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHn_4EagPiI/AAAAAAAAAcs/jvWwDaErXgM/s72-c/wasiat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7637165851073321481</id><published>2008-07-13T06:02:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T06:06:55.732-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Menikah Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHn9pHdi5tI/AAAAAAAAAck/eqz6pKzY720/s1600-h/nuraini.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHn9pHdi5tI/AAAAAAAAAck/eqz6pKzY720/s320/nuraini.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222484125732234962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keutamaan Menikah &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufi, adalah salah satu kelompok sempalan tempat beragam penyimpangan dari ajaran syariat ini berhuni. Salah satu ajaran menyimpang yang menonjol adalah tabattul (hidup membujang). Diyakini oleh penganut sufi, dengan “cara beragama” seperti ini, mereka lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara nikmat dan tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah disyariatkannya nikah, yang mana mendatangkan banyak maslahat dan manfaat bagi setiap individu dan masyarakatnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata: “Nikah termasuk nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang agung. Allah Subhanahu wa Ta'ala syariatkan bagi hamba-Nya dan menjadikannya sebagai sarana serta jalan menuju kemaslahatan dan manfaat yang tak terhingga.” (Dinukil dari Taudhihul Ahkam, 4/331)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutnya dengan lafadz perintah dalam beberapa ayat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Namun jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (An-Nisa`: 3)&lt;br /&gt;وَأَنْكِحُوا اْلأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu untuk menikah hendaknya menikah, karena itu akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, hendaknya berpuasa karena itu adalah pemutus syahwatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata kepada Sa’id bin Jubair rahimahullahu: “Menikahlah, karena orang terbaik di umat ini adalah yang paling banyak istrinya.” (Dibawakan oleh Al-Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan para ulama menyatakan, seorang yang khawatir terjatuh dalam zina maka dia wajib menikah. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata: “Nikah menjadi wajib atas seorang yang khawatir terjatuh dalam zina jika meninggalkannya. Karena, itu adalah jalan bagi dia untuk menjaga diri dari perbuatan haram. Dalam keadaan seperti ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Jika seseorang telah perlu menikah dan khawatir terjatuh dalam kenistaan jika meninggalkannya, maka harus dia dahulukan dari amalan haji yang wajib.” (Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/258)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang menikah dengan niat menjaga kehormatan dijamin oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Diriwayatkan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُمْ: الْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ اْلأَدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ، وَالْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiga golongan yang Allah akan menolong mereka: budak yang hendak menebus dirinya, seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya, dan seorang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. An-Nasa`i, Kitabun Nikah, Bab Ma’unatullah An-Nakih Al- Ladzi Yuridul ‘Afaf, no. 3166)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah seseorang meninggalkan pernikahan karena mengikuti bisikan setan, dengan dibayangi kesulitan ekonomi, padahal dia telah sangat ingin menikah serta takut terjatuh dalam maksiat. Bertawakallah dengan disertai ikhtiar, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menjamin orang yang benar-benar bertawakal kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang bertawakal kepada-Nya pasti Dia akan menjadi Pencukupnya.” (Ath-Thalaq: 3)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7038300995527444655-7637165851073321481?l=klinikhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://klinikhati.blogspot.com/feeds/7637165851073321481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7038300995527444655&amp;postID=7637165851073321481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7637165851073321481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7038300995527444655/posts/default/7637165851073321481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klinikhati.blogspot.com/2008/07/keutamaan-menikah-sebelumnya.html' title='Keutamaan Menikah Sebelumnya  Selanjutnya'/><author><name>Udin Syamsudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16125776529935187465</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_81ccw6U-7c8/SeB2pagXfpI/AAAAAAAAA34/8QvJmbomtmA/S220/Kompak6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHn9pHdi5tI/AAAAAAAAAck/eqz6pKzY720/s72-c/nuraini.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7038300995527444655.post-7791001281449588844</id><published>2008-07-13T05:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T06:00:54.191-07:00</updated><title type='text'>Pacaran Islami Para Aktifis Dakwah Sebelumnya  Selanjutnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHn8TAMKz_I/AAAAAAAAAcc/gmaq79c3zhw/s1600-h/d.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_81ccw6U-7c8/SHn8TAMKz_I/AAAAAAAAAcc/gmaq79c3zhw/s320/d.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222482646311555058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pacaran Islami Para Aktifis Dakwah &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menempelkan label Islami memang mudah. Namun ketika yang dilekati adalah hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam, maka perkaranya menjadi berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur`an yang mulia:&lt;br /&gt;ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, mudahan-mudahan mereka mau kembali ke jalan yang benar.” (Ar-Rum: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ala`uddin Ali bin Muhammad bin Ibrahim Al-Baghdadi rahimahullahu yang masyhur dengan sebutan Al-Khazin menyatakan dalam tafsirnya terhadap ayat di atas. “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut”, karena kesyirikan dan maksiat tampaklah kekurangan hujan (kemarau) dan sedikitnya tanaman yang tumbuh di daratan, di lembah, di padang sahara yang tandus dan di tanah yang kosong. Kurangnya hujan ini selain berpengaruh pada daratan juga membawa pengaruh pada lautan, di mana hasil laut berupa mutiara menjadi berkurang. (Tafsir Al-Khazin, 3/393)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan banyak terjadi di darat dan di laut, berupa rusak dan kurangnya penghidupan/pencaharian manusia, tertimpanya mereka dengan berbagai penyakit dan wabah serta perkara lainnya karena perbuatan-perbuatan rusak/jelek yang mereka lakukan. Semua itu ditimpakan kepada mereka agar mereka mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala akan membalas apa yang mereka perbuat. Diharapkan dengan semua itu mereka mau bertaubat dari perbuatan jelek mereka. Demikian kata Asy- Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu dalam Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 634.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, kerusakan dapat kita jumpai di mana-mana. Jangankan di kota besar, bahkan di pedesaan sekalipun. Belum lagi musibah yang terjadi hampir di seluruh negeri. Semua itu tidak lain penyebabnya karena dosa anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul ‘Aliyah rahimahullahu berkata, “Siapa yang bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di muka bumi maka sungguh ia telah membuat kerusakan di bumi. Karena kebaikan di bumi dan di langit diperoleh dengan ketaatan.” (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 6/179)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan anak muda yang rusak merupakan salah satu penyebab kerusakan tersebut. Hubungan pra nikah dianggap sah. Pacaran boleh-boleh saja, bahkan dianggap suatu kewajaran dan tanda kewajaran anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lembar ini, bukan hubungan mereka (baca: yang awam) yang ingin kita bicarakan, karena telah demikian jelas penyimpangan dan kerusakannya! Para pemuda pemudi yang katanya punya ghirah terhadap Islam, yang aktif dalam organisasi Islam, training- training pembinaan keimanan dan kegiatan-kegiatan Islami lah yang hendak kita tuju. Mungkin karena kedangkalan terhadap ilmu-ilmu Islam atau terlalu mendominasinya hawa nafsu, mereka memunculkan istilah “pacaran Islami” dalam pergaulan mereka. Bagaimana pacaran Islami yang mereka maukan? Jelas karena diberi embel-embel Islam, mereka hendak berbeda dengan pacaran orang awam/jahil. Tidak ada saling sentuhan, tidak ada pegang-pegangan, tidak ada kata-kata kotor dan keji. Ma
